Masa Depan Dunia Kerja: Seberapa Siapkah Anda?

Oleh Carolyne Njogu|06-04-2022 | 3 Min Read
Source: Alex Knight dari Pexels.com
Masa depan dunia kerja, siapa takut?

Sekarang ini, kita tampaknya hidup dalam fase transformasi di mana perubahan tidak lagi berjalan secara bertahap namun terjadi dengan sangat cepat. Kita dihadapi oleh disrupsi sistem, struktur, dan status quo. Akibatnya, disrupsi ini mempengaruhi cara kita berinteraksi dengan sesama, bekerja, berpergian, belajar, berbelanja, dan lain sebagainya.

Pertanyaannya adalah bukan soal masa depan dunia kerja, tetapi apakah kita sudah siap menghadapinya?

Laporan dari PwC Global menunjukkan bahwa 37% responden khawatir dengan ancaman dari era otomatisasi, sebuah peningkatan dari 33% pada tahun 2014 silam. 74% responden pun siap untuk mempelajari keterampilan baru demi mempertahankan pekerjaannya. 

Sementara itu, 60% dari mereka berpikir bahwa hanya sedikit orang dapat memiliki pekerjaan jangka panjang yang stabil di masa depan. 73% berpendapat bahwa teknologi tidak akan bisa menggantikan manusia.

Faktor-faktor yang mendorong perubahan ini termasuk pembelajaran mesin, kekuatan komputasi, globalisasi, munculnya media baru, serta perubahan struktur organisasi. Sementara perubahan telah terjadi secara konstan dan menjadi katalis untuk inovasi yang sangat bermanfaat untuk kita, yang menjadi perhatian adalah seberapa tanggap kita dalam beradaptasi. Kita tahu bahwa perubahan itu tidak pernah mudah, bukan?

Mungkin beberapa dari kita terkejut atau bahkan takut dengan perubahan yang akan terjadi, dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi mata pencaharian, pendapatan, juga status kita di masa depan. 

Namun demikian, bagi kita yang harus beradaptasi untuk bertahan hidup, perubahan ini hanya dapat berarti satu hal‒masa depan yang lebih cerah! 

Peluang tersebar luas jika Anda dapat membayangkannya dan mulai fokus membangun masa depan yang Anda kendalikan sendiri. Lantas, bagaimana cara memulainya?

Baca juga: 8 Skill Penting yang Sangat Dibutuhkan di Masa Depan

Yakin pada kemampuan diri sendiri

Sumber: Henri Mathieusaintlaurent dari Pexels.com

Apapun titik awal atau strategi Anda, cobalah belajar dari dunia hewan. Tidak, saya tidak menyinggung teori survival of the fittest (walaupun itu cukup valid). Yang saya maksud adalah singa yang disebut sebagai raja hutan. Bukan karena singa adalah hewan tercepat atau paling cerdas, tetapi karena singa tahu dan yakin bahwa dialah sang raja hutan. 

Demikian pula, Anda perlu menerapkan can do attitude (Sikap "Ya, Saya Bisa!") dari singa. 

Poin saya adalah bahwa mereka yang tahu soal dirinya, apa yang akan mereka bawakan ke dunia, mengapa mereka melakukannya, dan bersedia sekuat mungkin untuk mewujudkan cita-citanya adalah mereka yang akan berhasil.

Bagaimanapun, mereka yang selaras dengan tujuannya akan memimpin perubahan karena mereka berani menghadapi rasa takut dan tanpa ragu mengetahui bahwa mereka terlalu ‘unik’ untuk digantikan oleh mesin.

Sebaliknya, mereka memanfaatkan mesin atau kecerdasan buatan untuk menunjang apa yang mereka kerjakan. 

Apa artinya bagi Anda?

Selain kemampuan beradaptasi dan berpikir kreatif, Anda juga perlu terbuka untuk hidup di dunia yang semakin beragam. Di mana keragaman tidak hanya mencakup manusia, tapi juga humanoid. Keterampilan kognitif pun akan menjadi keharusan bagi mereka yang ingin berkembang di tempat kerja. Faktanya, keterampilan ini mengungkapkan bahwa manusia tetap lebih superior daripada humanoid.

Keterampilan yang dibutuhkan di masa depan tentu saja banyak, namun berikut adalah keterampilan yang tidak bisa tergantikan oleh humanoid secanggih apapun:

  1. Berpikir kritis
  2. Berpikir kreatif
  3. Komunikasi efektif
  4. Interaksi efektif


Kebutuhan akan keterampilan tersebut bisa dibilang sama tuanya dengan manusia. Sejak zaman manusia gua, otak manusia telah berevolusi secara eksponensial dan akan terus berkembang. Artinya, kebutuhan untuk berpikir kreatif dan kritis dalam memecahkan masalah (yang sering kita ciptakan pula) akan tetap ada selama kita hidup.

Kesimpulan

Kesimpulannya, jangan biarkan orang lain mempengaruhi masa depan Anda. Sebaliknya: ambil alih, bermimpi besar, tentukan visi, bangun visi tersebut, hidup dengan tujuan, dan kesuksesan akan menanti. Lagi pula, mengapa hidup seperti orang mati ketika Anda bisa menciptakan kehidupan yang Anda inginkan?

Bagaimana pendapat Anda tentang masa depan dunia kerja? Apakah Anda memiliki ambisi tertentu? Tuliskan di kolom komentar ya!

Artikel ini diterjemahkan dari The Future of Work: How Ready Are You?

Tonton juga:

Share artikel ini

Komunitas

Tags: Konsultasi

Carolyne adalah pendiri VPF Strategies, pembicara, dan penulis buku Being Grounded: 21 Days to Come Alive and Love Your Life.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2023 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.