Sampaikan Kekhawatiran Anda: Berani Bicara Tanpa Bikin Suasana Tegang

Aug 21, 2025 3 Min Read
Berpikir keras
Sumber:

MART PRODUCTION. Pexels

Cara Mudah untuk Lebih Berani Bicara di Tempat Kerja

Diam saja tidak menyelesaikan masalah. Itu hanya menunda pembicaraan yang pasti akan terjadi nanti.

Kita semua pernah mengalaminya. Saat merasa ada yang janggal. Angka tidak cocok, jadwal terasa tidak pas, atau sebuah “ide bagus” mulai terlihat berpotensi jadi masalah besar. Hati kecil berkata, “Saya harus ngomong,” tapi pikiran bilang, “Ah, jangan deh, nanti jadi nggak enak.

Tapi begini: diam tidak membuat semuanya baik-baik saja. Diam hanya menunda masalah. Dan Anda bisa jadi orang yang membantu mencegahnya.

Kebiasaan share concerns ini membantu kita memilih berani daripada nyaman. Kita belajar bicara jujur tanpa membuat suasana kerja jadi negatif.

Bagaimana Cara Menyampaikan Kekhawatiran dengan Baik?

Mulai dengan satu kalimat sederhana:

Saya khawatir tentang ___ karena…

Itu saja. Tidak perlu basa-basi panjang. Ucapkan dengan tenang dan jelas.

Apa Maksudnya Menyampaikan Kekhawatiran?

Menyampaikan kekhawatiran bukan berarti mengungkit semua masalah lama. Ini berarti kita bicara ketika ada hal penting yang perlu dibahas.

Kita memberi tanda sebelum masalah menjadi besar. Kita tidak menunggu momen yang sempurna, dan juga tidak mengkritik dengan kasar. Kita bicara dengan tujuan untuk membantu.

Baca Juga: Cara Menghentikan Self-Talk Negatif Kita: 15 Latihan

Kenapa Ini Penting?

Pikirkan kebiasaan ini seperti sabuk pengaman: sederhana, tapi menyelamatkan ketika ada masalah.

Dengan melakukan ini:

  • Masalah kecil tetap kecil
  • Orang lain juga merasa aman untuk bicara
  • “Konflik” berubah jadi kerja sama
  • Umpan balik jadi masukan yang membangun

Ini bukan soal jadi orang yang selalu protes. Ini soal jadi rekan kerja yang peduli.

Kenapa Sulit (Tapi Tetap Penting)

Bicara seperti ini kadang terasa menakutkan. Kita takut membuat orang tersinggung, terlihat negatif, atau menghambat proyek. Lebih sulit lagi kalau menyangkut pekerjaan favorit seseorang.

Tapi diam tidak menjaga hubungan baik. Diam justru merusaknya pelan-pelan. Sebaliknya, bicara dengan sopan dan jelas bisa membangun kepercayaan.

Cara Menyampaikan Kekhawatiran Tanpa Terdengar Mengeluh

Coba cara ini:

  • Mulai dengan kalimat: “Saya khawatir tentang ___ karena…”
  • Ceritakan fakta, bukan tuduhan: “Saya perhatikan kita belum review sama stakeholder,” bukan “Kamu sengaja bikin kacau.”
  • Jelaskan tujuan: “Saya sampaikan ini karena saya mau kita berhasil.”
  • Ajak diskusi: “Menurut kalian, ini masuk akal nggak? Apa saya ada yang kelewat?”
  • Tetap dukung prosesnya, walau pendapat Anda tidak selalu dipakai.

Contoh Kalimat Lain

Kalau “Saya khawatir…” terlalu kaku, bisa coba:

  • “Saya rasa ada yang kurang pas, boleh kita bahas?”
  • “Boleh saya angkat satu hal di sini?”
  • “Mungkin saya salah, tapi saya lihat ada risiko di…”
  • “Bagaimana rencana kita kalau ___ nggak berjalan sesuai rencana?”

Yang penting bukan hanya kata-katanya, tapi cara kita mengatakannya.

Baca Juga: 6 Cara Membangun Kepemimpinan yang Mendorong Transformasi

Tiga Cara Latihan Supaya Lebih Berani Bicara

  1. Catatan 30 Hari
    Setiap kali ada yang bikin khawatir, tulis. Latih dengan kalimat: “Saya khawatir tentang ___ karena…”
  2. Latihan Sebelum Bicara (2 Minggu)
    Tuliskan dulu: Apa yang saya lihat, kenapa saya khawatir, apa yang mau saya sampaikan. Lalu ucapkan. Biasanya jadi lebih tenang.
  3. Ubah Cara Pandang
    Selama 30 hari, kalau ada orang lain menyampaikan kekhawatiran, anggap itu tanda peduli. Katakan: “Terima kasih sudah bilang.” Ini bikin kepercayaan tim makin kuat.

Penutup

Menyampaikan kekhawatiran bukan berarti cari masalah. Ini tanda peduli. Peduli pada pekerjaan, tim, dan hasil yang baik.

Dengan bicara jujur dan tenang, kita bukan hanya menghindari masalah besar. Kita juga memberi contoh keberanian yang membuat kerja jadi lebih sehat.

Dan semua bisa dimulai dengan satu kalimat sederhana:

Saya khawatir tentang ___ karena…

Share artikel ini

Karin Hurt

Karin Hurt membantu para pemimpin yang berpusat pada manusia menemukan kejelasan dalam ketidakpastian, mendorong inovasi, dan mencapai hasil terobosan. Dia adalah pendiri dan CEO Let's Grow Leaders, sebuah firma pelatihan dan pengembangan kepemimpinan internasional yang dikenal dengan alat praktis dan program pengembangan kepemimpinan yang melekat, dan penulis empat buku termasuk Courageous Cultures: How to Build Teams of Micro-Innovators, Problem Solvers dan Advokat Pelanggan.

Screenshot 2022-12-07 at 12.56.12 PM.png

David Dye membantu para pemimpin yang berpusat pada manusia menemukan kejelasan dalam ketidakpastian, mendorong inovasi, dan mencapai hasil terobosan. Dia adalah Ketua dari " Let's Grow Leaders / Ayo Berkembang Pemimpin! ", sebuah lembaga pengembangan dan pelatihan kepemimpinan internasional yang terkenal dengan alat praktis dan program pengembangan kepemimpinan yang melekat. Dia adalah penulis beberapa buku termasuk Courageous Cultures dan pembawa acara podcast populer Leadership without Losing Your Soul.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

grup cewek yang sedang mengobrol

“How’s Your Day?” Pertanyaan Sederhana yang Bisa Mengubah Hidup Seseorang

Oleh Deddy Mahyarto Kresnoputro. Bentuk empati yang sederhana, berdampak besar, namun jarang dilakukan. Mengapa?

Jan 27, 2025 2 Min Read

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest