Berhenti Menyiram Daun: Ilmu di Balik Lingkaran Dekatmu

Kalora G, Pexels
Saya suka menggunakan metafora alam. Mungkin karena saya telah menghabiskan setengah hidup mencoba menumbuhkan pemimpin, dan percayalah, manusia sangat mirip tanaman. Ada yang mekar lebih awal, ada yang berduri, dan ada yang butuh banyak pupuk (pasti kamu punya bos seperti ini… bercanda!).
Ada sebuah perumpamaan populer tentang 3 jenis orang dalam hidupmu: Daun, Cabang, dan Akar.

Konsep ini sederhana, tetapi saat saya meninjau ilmiah, baik dari botani maupun psikologi organisasi, analogi ini menjelaskan mengapa banyak pemimpin mengalami burnout. Kita menghabiskan energi menyiram daun, padahal seharusnya memberi makan akar.
Berikut penjelasan tentang anatomi jaringan sosialmu, didukung data ilmiah.
Baca Juga: Gunakan Kariermu untuk Menciptakan Warisan Hidup
1. Orang Daun (Jaringan Transaksional)
- Perumpamaan: Mereka ada hanya untuk sementara. Mereka mengambil yang mereka butuhkan, memberi sedikit teduh, tapi pergi saat angin kencang datang.
- Ilmu: Dalam psikologi evolusi, ini sesuai dengan lingkaran luar Dunbar’s Number. Antropolog Robin Dunbar menyatakan kita hanya bisa menjaga sekitar 150 hubungan stabil. Sisanya hanyalah kenalan.
- Kenyataan Kepemimpinan: "Orang Daun" tidak buruk. Dalam biologi, daun penting untuk fotosintesis—mereka membawa energi dan ide baru. Dalam karier, ini adalah kontak networking, orang yang ditemui di konferensi, atau konsultan untuk proyek tertentu.
- Bahaya: Masalahnya bukan mereka daun, tapi saat kita mengira mereka akar. Jika kamu menggantungkan diri pada daun, kamu akan jatuh. Jika berharap loyalitas dalam hubungan transaksional, kamu akan kecewa. Nikmati teduhnya, hargai musimnya, tapi jangan jadikan mereka pegangan utama identitasmu.
2. Orang Cabang (Risiko Struktural)
- Perumpamaan: Terlihat kuat. Bertahan sebentar. Tapi saat hidup terlalu berat atau badai datang, mereka patah.
- Ilmu: Ini mirip Teori Keadilan dalam perilaku organisasi. Banyak karyawan atau mitra bekerja berdasarkan keseimbangan output. Mereka kuat selama hasilnya baik. Namun, ilmu material mengajarkan kita tentang kekuatan tarik. Setiap cabang punya titik patah. Saat beban melebihi kekuatan struktural, cabang itu patah.
- Kenyataan Kepemimpinan: Mereka sering menjadi mitra fungsional atau manajer “fair-weather”. Mereka ada saat KPI hijau, tapi saat krisis—kehilangan klien besar atau bencana PR—kekuatan mereka gagal. Jangan marah pada cabang yang patah. Itu bukan tugasnya menahan seluruh pohon.
3. Orang Akar (Sedikit yang Vital)
- Perumpamaan: Tak terlihat. Tak melakukan hal untuk dilihat. Tapi saat kesulitan, mereka menyirammu dan menopangmu.
- Ilmu: Penelitian menunjukkan fenomena “Wood Wide Web”. Suzanne Simard, Profesor Ekologi Hutan, menemukan bahwa pohon berkomunikasi di bawah tanah melalui jaringan mikoriza (jamur pada akar). Pohon kuat memberi gula dan nutrisi pada pohon lemah untuk bertahan hidup. Semua ini tidak untuk dipamerkan, tapi demi kelangsungan hutan.
- Kenyataan Kepemimpinan: Dalam dunia korporat, ini adalah Psychological Safety (Amy Edmondson, Google Project Aristotle). Orang Akar memberikan keamanan. Mereka mentor yang memberi kebenaran sulit secara pribadi tapi membela secara publik. Teman yang tidak peduli gelar CEO-mu, tapi peduli pada jiwamu.
Prinsip Spiritual Akar
Konsep ini juga bersifat spiritual. Kitab suci menyebut pemimpin ideal:
"Mereka akan seperti pohon yang ditanam di tepi air yang menancapkan akarnya ke aliran. Tidak takut panas, daunnya selalu hijau." (Yeremia 17:8)
Perhatikan urutannya: akar mencari air dulu. Daun hijau hanyalah hasil dari akar yang sehat.
Tantangan untukmu
Kita sering menghabiskan 90% waktu untuk membuat Daun senang (mengesankan orang asing di media sosial) atau memperbaiki Cabang yang patah (mengatur politik kantor).
Tapi, kapan terakhir kali kamu berterima kasih pada Akar?
- Audit lingkaranmu: Siapa 2-3 orang yang menopangmu saat kamu tak punya apa-apa untuk mereka?
- Berhenti menguji daun: Jangan harap Orang Daun menangkapmu saat jatuh. Itu bukan tugas mereka.
- Jadilah Akar: Dunia sudah penuh daun yang berkilau diterpa angin. Kita butuh lebih banyak akar—orang yang mau melakukan pekerjaan sulit yang tidak terlihat untuk menyuburkan orang lain.
Untuk “Orang Akar”ku, terima kasih telah menopangku.
Siapa “Orang Akar” dalam hidupmu? Tandai mereka dan beri apresiasi hari ini.
Kepemimpinan





