5 Penyakit Berbahaya dalam Tim

Oleh Tom MC Ifle|11-08-2021 | 1 Min Read
Source: pexels.com

Halo teman-teman, hari ini saya ingin sharing 1 hal yang sangat-sangat menarik yaitu 5 Penyakit Berbahaya dalam Tim yang terjadi ketika Anda membangun sebuah bisnis. Topik ini saya ambil dari buku Patrick Lencioni berjudul 5 Dysfunction Of a Team.

Banyak dari kita ingin memiliki tim yang sehat team yang solid, tim yang berkualitas tapi yang menjadi masalah adalah banyak dari kita yang tidak menyadari bahwa tim kita sedang mengalami dysfunction. Dysfunction team adalah ketika karyawan kita tidak mencapai target target dan hasil yang kita inginkan. Penyebab dysfunction team salah satunya adalah karena pembiaran.

Ada satu quotes yang menarik kenapa team ini penting, kalau Anda ingin menang Anda butuh talenta. Tapi kalau Anda ingin memenangkan sebuah kompetisi, sebuah turnamen Anda butuh team yang kuat. Talenta bisa meningkatkan omzet tapi untuk membuat target tercapai Anda butuh teamwork. Nah teman-teman apa sih yang menyebabkan karyawan tidak produktif? Yang membuat mereka tidak produktif ada lima yang disebut dysfunction team, so.. kita bahas satu-satu.

Baca juga: Ketika Perusahaan Membunuh Dirinya Sendiri


Kehilangan Kepercayaan

Sumber: Liza Summer dari pexels.com

Ada sebuah pernyataan yang cukup menarik dimana Steven Covey menuliskan tentang the speed of trust. The speed of trust yang beliau ceritakan adalah bahwa karyawan yang tidak produktif salah satu masalah terbesarnya adalah tidak percaya pada management, tidak percaya pada leader-nya. The absence of trust adalah tanda dysfunction yang pertama. The absence of trust, kehilangan rasa percaya. So, kalau gitu apa tanda-tandanya? tanda-tandanya adalah, selalu menyampaikan kabar buruk, tidak mau kelihatan jelek selalu menutup-nutupi masalah dan akhirnya membuat masalah itu menjadi besar, pada saat sudah membesar sudah serius baru ketahuan. Itulah ciri yang pertama.

Selalu Menghindari Konflik


Sumber: Tima Miroshnichenko dari pexels.com

Ciri yang kedua menjadi masalah dalam tim adalah ketika terjadi yang disebut konflik, dan konflik itu selalu dihindari. Ketika orang mulai menghindari konflik, berarti kita sedang mencari yang disebut keharmonisan palsu. Jadi harmonisnya palsu, ingin mencari keharmonisan tapi ini keharmonisan yang palsu kenapa? Karena takut terjadi benturan takut telalu terjadi konflik yang tidak diinginkan. So.. konflik adalah hal yang baik. Tetapi menghindari konflik akan menjadi masalah, contoh ya.. ada atasan tidak berani menegur anak buah itu berarti sudah dysfunction. Misalnya contoh lain, saya tidak mau komunikasi dengan departement lain karena malas ngomong, malas konflik, malas debat saya malas argument sama dia udahlah dia maunya apa yang ngikutin aja. Itu sudah dysfunction.

Baca juga: 5 Alasan Mengapa Anda Harus Menghargai Rekan Kerja Anda


Tidak Ada Komitmen


Sumber: Andrea Piacquadio dari pexels.com

Dysfunction yang ketiga adalah ketika diberi tanggung jawab orang menghindar. Tidak mau komitmen. Maunya udah deh kamu aja yang ngerjain deh saya nonton aja, kalau ada pekerjaan baru ada tugas baru tidak mau ada komitmen yang lebih serius, saya mau begini-begini aja saya nggak mau terlalu terlibat banyak deh di perusahaan udah kamu aja deh, saya nggak enak.

Tidak Ada Tanggung Jawab


Sumber: Andrea Piacquadio dari pexels.com

Dysfunction yang keempat adalah ketika orang tidak mau atau tidak bisa diminta pertanggung jawaban. Lack of accountibility. Lack of accountibility adalah orang yang menghindari tanggung jawab, menghindari tanggung jawab dengan cara cari alasan kemudian menciptakan skenario untuk bisa mengatakan ini bukan salah saya. Menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan, menyalahkan situasi akhirnya tidak ada accountibility tidak bisa dipertanggung jawabkan ini yang keempat.

Baca juga: Tahukah Anda Apa Itu Manajemen Sumber Daya Manusia?


Tidak Memperhatikan Hasil


Sumber: Andrea Piacquadio dari pexels.com

Tapi yang kelima ada yang sangat penting yaitu tiak memperhatikan hasil. Ada insentif tidak berprestasi, tidak ada insentif tidak berprestasi. Dikasih hukuman tidak takut, dikasih ancaman tidak takut. Jadi tidak takut dengan konsekuensi karena mereka tidak perhatian dengan hasil. Teman-teman jika hal-hal ini sedang terjadi, berarti tim Anda sedang mengalami yang namanya dysfunction team.

Maka dari itu, penting bagi Anda untuk memelihara budaya kerja sama dalam tim. Membangun satu sama lain agar usaha yang dilakukan pun dapat berhasil optimal.

Sumber artikel dari: 5 Penyakit Berbahaya dalam Tim


Tonton video di bawah ini untuk mengetahui Tips Memelihara Budaya Kerja Sama dalam Tim!

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Kepemimpinan Tanpa Batas

References:


CEO dan Founder Top Coach Indonesia
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2023 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.