Quarter Life Crisis Dimulai Di Januari?!

Jan 26, 2026 4 Min Read
Eyeglasses on a Calendar
Sumber:

Leeloo The First, Pexels

Kenapa Awal Tahun Justru Terasa Berat

Selamat datang di fase di mana quarter life crisis sering kali soft launching di bulan pertama tahun ini.

Quarter life crisis adalah fase kebingungan emosional yang biasanya dialami di usia 20-an hingga awal 30-an. Tandanya bukan cuma galau biasa, tapi munculnya pertanyaan besar seperti: “Aku sudah sejauh apa?”“Apakah ini hidup yang aku mau?”, atau “Kenapa rasanya aku tertinggal?” Fase ini sering datang diam-diam, bukan karena hidup benar-benar buruk, tapi karena ekspektasi dan realita tidak sedang sejalan.

Dan entah kenapa, quarter life crisis ini sering on time muncul di Januari.

Secara teori, Januari seharusnya penuh harapan. kIta mendapatkan kalender baru, resolusi baru, dan energi “tahun ini pasti lebih baik.” Tapi entah kenapa, bagi banyak orang, terutama yang sudah masuk dunia kerja, Januari justru terasa berat. Bukan karena kerjaannya langsung numpuk, tapi karena kepala kita sudah penuh sebelum hari kerja benar-benar dimulai.

Liburan akhir tahun selesai, notifikasi LinkedIn kembali aktif, dan tiba-tiba kita disambut oleh update pencapaian orang lain. Ada yang promosi, ada yang pindah ke perusahaan impian, ada juga yang “excited to start a new chapter.” 

Kita yang membaca? Excited juga… tapi sambil mikir, “Aku kapan?”

Januari dan Budaya Membandingkan yang Diam-Diam Melelahkan

Awal tahun adalah musim panen perbandingan. Tanpa sadar, kita mulai mengukur hidup sendiri dari milestone orang lain. Mulai dari Gaji, jabatan, gelar, bahkan sampai kecepatan karier, semuanya terasa seperti lomba, padahal tidak ada garis start yang sama.

Quarter life crisis di Januari sering bukan soal usia, tapi soal ekspektasi yang terbentuk dari media sosial, obrolan keluarga, dan narasi sukses yang terlalu rapi. Seolah hidup punya timeline ideal: sekian umur harus sudah mapan, sekian tahun kerja harus naik level.

Baca Juga: Rahasia Produktivitas: Berhenti Bandingkan Gaji, Mulai Hargai Proses

Dunia Kerja Tidak Memberi Ruang “Pemanasan”

Di kampus, kita masih diberi masa adaptasi. Di dunia kerja? Tidak selalu. 

Januari sering datang dengan target baru, KPI baru, dan energi “tahun ini harus lebih produktif.” Bagi pekerja muda, ini bisa terasa seperti langsung disuruh lari padahal baru saja bangun tidur.

Belum lagi tekanan internal: keinginan untuk membuktikan diri, takut tertinggal, dan rasa bersalah kalau merasa lelah di awal tahun. Padahal, tidak semua orang memulai Januari dari posisi yang sama. Baik secara mental maupun emosional.

Quarter Life Crisis Bukan Tanda Lemah

Ironisnya, quarter life crisis sering datang pada orang-orang yang sebenarnya peduli dengan hidupnya. Mereka yang bertanya, merenung, dan ingin hidupnya bermakna. Tapi di budaya kerja yang mengagungkan produktivitas, krisis eksistensial sering disalahartikan sebagai kurang bersyukur.

Padahal, merasa bingung tidak selalu berarti gagal. Kadang itu tanda bahwa kita sedang bertumbuh, hanya saja belum rapi prosesnya.

Leadership, termasuk self-leadership, dimulai dari keberanian mengakui bahwa kita tidak selalu baik-baik saja, tanpa harus menjadikannya drama.

Menghadapi Januari Tanpa Terlalu Keras pada Diri Sendiri

Pertama, berhenti menganggap Januari sebagai deadline hidup. Awal tahun bukan audit tahunan atas nilai diri kita. Tidak semua orang harus punya resolusi besar, dan tidak semua resolusi harus diumumkan.

Kedua, batasi konsumsi konten yang membuat kita merasa tertinggal. Bukan karena orang lain salah, tapi karena mental kita sedang butuh ruang bernapas.

Ketiga, fokus pada hal-hal kecil yang bisa dikendalikan: ritme kerja, cara berkomunikasi, dan batas energi. Tidak perlu langsung tahu tujuan hidup lima tahun ke depan. Cukup tahu apa yang ingin dipelajari bulan ini saja sudah progres.

Baca Juga: Seni Bersaing dengan Diri Sendiri

Januari Boleh Berat, Asal Jangan Menyerah

Quarter life crisis yang muncul di Januari bukan musuh yang harus dilawan habis-habisan. Ia lebih seperti alarm halus yang pengingat bahwa ada bagian hidup yang perlu diperhatikan.

Tidak semua awal harus spektakuler. Ada awal yang pelan, canggung, dan penuh keraguan. Tapi justru dari sanalah banyak proses belajar dimulai.

Jadi kalau Januari ini terasa berat, mungkin kamu tidak sendirian. Mungkin kamu hanya sedang hidup, di dunia yang suka berpura-pura semuanya selalu baik-baik saja.

Dan itu, surprisingly, sangat manusiawi.

Share artikel ini

Alt

Manisha adalah editor dan penulis di Leaderonomics. Ia percaya tulisan memiliki kekuatan untuk belajar dan membawa perubahan dengan menginspirasi banyak orang.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Happy man increasing career

Kemajuan Pribadi: 8 Tips untuk Meningkatkan Diri

Oleh Dr. Azura Hashim menunjukkan kemajuan peribadi yang diawali dengan langkah kecil. Kembangkan diri dengan delapan tips praktis untuk mencapai versi terbaik Anda.

Dec 14, 2025 3 Min Read

Wawancara Kepemimpinan: Kepemimpinan Yang Melayani

Kepemimpinan Yang Melayani

Theo Litaay, SH, LLM, Ph.D, membahas penerapan kepemimpinan yang melayani dalam organisasi untuk meningkatkan kinerja tim dan kesejahteraan.

Feb 19, 2025 56:41 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest