Awal 2026 dan Pertanyaan yang Tak Bisa Dihindari

Dan entah mengapa, tidak ada rasa “fresh start” yang biasanya hadir.
Tanggal di kalender memang berganti. Namun hidup rasanya ya… lanjut aja, tanpa jeda istimewa.
Di Zurich, perayaan tahun baru berlangsung megah. Saya berdiri di tepi danau dengan fireworks besar, countdown meriah, dankota yang terasa begitu hidup.
Namun setelah semuanya usai, ada kesunyian yang justru terasa jelas.
Sunyi yang datang pelahan, tepat ketika rutinitas kembali normal.
Rasanya seperti berdiri di lapangan kosong setelah upacara 17-an selesai.
Orang-orang bubar. Dekorasi telah dibongkar.
Dan kamu sendirian.
Di momen itu, saya menyadari bahwa rasa gelisah tersebut bukan tentang pergantian tahun. Melainkan tentang kembali ke rutinitas tanpa benar-benar memahami, sebenarnya saya sedang melangkah ke arah mana.
Menumpuk atau Membangun?
Secara hidup, semuanya terlihat rapi. Alhamdulillah, kerjaan ada. Agenda tersusun. Sistem mendukung.
Namun di sela semua keteraturan itu, muncul satu pertanyaan kecil.
Pertanyaan yang mungkin juga pernah kamu rasakan.
Bukan tentang, “apa resolusi tahun ini?”.
Melainkan,
“Saya sedang menumpuk kerjaan… atau sedang membangun karier?”.
Sekilas tampak serupa, tetapi arah keduanya bisa sangat berbeda.
Dua Pertanyaan Untuk 2026
12 jam setelah tahun baru, saya membuka catatan pribadi.
Di sana ada dua pertanyaan. Pertanyaan yang selalu terasa janggal, tetapi tidak bisa saya abaikan
Baca Juga: Dear 2026, Tolong Perbaiki Hidupku…
Pertanyaan Pertama:
Jika orang lain hanya mengenal saya dari cara saya menghabiskan hari-hari, bukan dari jabatan atau pencapaian, apakah mereka akan melihat saya sedang bertumbuh…, atau sekadar bertahan?
Tidak ada jawaban yang benar atau salah.
Dan itu tidak apa-apa.
Pertanyaan Kedua
Jika saya harus kembali ke Indonesia tahun ini, tanpa jabatan dan tanpa nama perusahaan, bagian mana dari diri saya yang masih layak dibanggakan?
Jawabannya tidak boleh berupa skill list. Tidak boleh pula berupa titel.
Ini tentang identitas yang tetap ada, bahkan ketika semua label dicabut.
Setelah Tahun Baru, Ada Rasa Tenang
Saya belum menemukan pencerahan dari dua pertanyaan tersebut.
Dan sejujurnya, tidak ada kalimat penutup yang terdengar “bijak”.
Namun saya berhenti memaksa diri untuk harus berubah, hanya demi terlihat produktif di awal tahun.
Saat ini, saya memilih memberi ruang untuk memahami diri sendiri. Berubah seperlunya, selaras dengan visi hidup yang saya yakini.
Tanpa ikut arus tren. Tanpa FOMO.
Untuk sekarang, itu sudah cukup.
Selamat datang, 2026.
Artikel ini diterbitkan dari akun LinkedIn milik Rivaldy Varianto S.
Kepribadian
Rivaldy adalah Aerodynamics Engineer di Airbus UK yang berfokus pada optimalisasi kinerja pesawat agar efisien dan aman, sekaligus CEO Get Karier, platform yang dibangunnya untuk membantu profesional muda meraih karier global melalui e-book, mentoring, dan lokakarya. Tujuannya mengubah ambisi menjadi peluang nyata danterus mendorong generasi berikutnya untuk meraih kesuksesan di internasional.





