Pelajaran dari Pelatih Sepak Bola Legendarisku

Nov 02, 2021 3 Min Read
Mokhtar Dahari
Sumber:Dom Le Roy dari Pexels.com
Apa yang kupelajari dari Mokhtar Dahari
Dua pelajaran hidup yang kuat yang dipelajari dibawah bimbingan ‘Super Mokh’

Selama yang saya ingat, saya suka bermain sepak bola. Semua hal dari bekerja sama dan kompetisi untuk kebahagiaan dari permainan itu. Dan saya masih tetap bermain. Tentu saja, saya tetap merasa senang ketika saya melangkah ke lapangan. Lebih baik lagi, jika tim saya menang ( dan jika saya mencetak gol, itu adalah bonus yang luar biasa!)

Di masa muda saya, saya mempunyai hak istimewa untuk diajari oleh pelatih ‘Super Mokh’ - pesepak bola legendaris Malaysia, Mokhtar Dahari. Selama tahun 1970-an, Dahari adalah seperti Diego Maradona dari Asia Tenggara. Faktanya, dia pernah bermain melawan sang pria hebat selama permainan persahabatan antara Selangor FA dan Argentia Boca Juniors.
 
Rekor Dahari sangat mengesankan. Dia mencetak 175 gol untuk Selangor, dan 20 gol dalam 13 penampilan untuk Bank Kwong Yik (Saat dengan Bank Kwong Yik inilah dia mulai untuk melatih tim sekolah saya!). Bermain untuk tim nasional Malaysia, dia mencetak 125 gol dalam 167 penampilan. Dia benar-benar adalah ‘Super Mokh’ bagi semua orang yang mengaguminya.

Salah satu permainan yang paling berkesan adalah ketika Malaysia seri dengan skor 1-1 dengan Inggris, saat itu dilatih oleh Bobby Robson, dan Super Mokh mencetak setelah menggiring melewati banyak pemain Inggris dan melepaskan tendangan yang luar biasa. 

Baca juga! Pelajaran Kepemimpinan dari Kehidupan seorang Salvador Dali

Meskipun begitu, hal yang paling berkesan pada saya adalah kesederhanaan dari Mokhtar Dahari. Saya tidak mengatakannya untuk tidak menghormatinya - melainkan sebaliknya. Dia biasanya mendorongku paling keras selama latihan, dan saya akan merasa sangat frustasi. Mengapa saya harus melakukan push up dan latihan yang lebih, dan lari lebih banyak daripada yang lain? Saya bertalenta! Tetapi waktu itu, saya belum mempelajari pelajaran penting yang dikuasai oleh sang legenda seperti Dahari.

Ketika saya bertanya kepada dia mengapa dia membuat saya berlatih sangat keras, dia akan bertanya kepada saya, “Apakah Anda pikir bahwa saya adalah pesepak bola terbaik di Malaysia?” Saya jawab, “Tentu saja! Anda adalah Mokhtar Dahari! Seorang legenda hidup dari sepak bola!” Saya tidak siap untuk mendengar apa yang keluar dari mulutnya.

”Saya bukan pesepak bola yang terbaik di Malaysia,” dia balas. “Saya tidak berbakat secara alami; ada banyak pemain yang lebih bertalenta daripada saya. Jadi, saya harus berlatih lebih keras, saya harus mendorong diri saya; Saya berjuang untuk lebih baik daripada diri saya sendiri karena saya melihat adanya keperluan untuk berkembang. Sukses tidak pernah diberikan kepada Anda - Anda harus bekerja untuk mendapatkannya. Ketika orang lain bekerja untuk hal yang sama dengan diri Anda, Anda harus tanyakan pada diri Anda sendiri:

Apakah saya bekerja lebih keras dari mereka? Apakah saya lebih ingin sukses dibandingkan mereka?


Interaksi itu selalu melekat dengan saya. Dahari bisa saja berkata, “Jika Anda ingin untuk menjadi yang terbaik, Anda harus mendorong diri Anda untuk menjadi yang terbaik,” tetapi dia adalah seorang pemimpin yang hebat dan juga pesepak bola yang hebat. Dia tau bahwa saya itu keras kepala dan saya akan melupakan nasihat yang sederhana itu. Sebagai gantinya, dia menjatuhkan saya ke bumi dengan pelajaran yang kuat. Seorang laki-laki yang saya dan jutaan orang Malaysia lihat sebagai seorang legenda mengatakan kepada saya bahwa dia tidak berbeda dari siapapun, dan dia juga bukan seseorang yang spesial pada awalnya.

Apapun yang dia punya saat ini, dia bekerja tanpa lelah untuk mencapainya.

Dan bekerja tanpa lelah yang dia lakukan. Saya juga mengingat saat dilatih oleh Zainal Abidin Hassan dan Dollah Salleh di tahun selanjutnya. Mereka adalah pelatih yang baik tetapi Super Mokh itu berbeda. Setiap sesi latihan, dia juga akan berlari dengan kami. Dia juga akan menjadi bagian dari latihan dan ketika dia mendorong kami, dia juga ikut terlibat. Itu bukanlah instruksi dari sisi seperti pelatih lainnya yang saya temui setelah dia.

Kekuatan dibalik pelajaran Super Mokh adalah bahwa hal itu menghilangkan rasa keterbatasan dari pikiran saya. Ketika kita melihat seseorang yang kita kagumi, kita meletakkan mereka pada sebuah alas dan berkata:

Orang itu spesial - hanya satu. Tidak mungkin saya bisa menjadi sehebat mereka.


Dan di saat itu dia, pesepak bola Malaysia terbaik, mengatakan kepada seorang pemain muda, “Kata siapa?”

Merefleksikan selama bertahun-tahun tentang waktu saya dengan Mokhtar Dahari, saya menyadari bahwa, dalam pikirannya, semua itu berkutat pada pola pikir. Dia menetapkan pelajaran bahwa Anda tidak harus menjadi hebat untuk mulai, tetapi Anda harus mulai jika Anda ingin menjadi hebat. Dan ketika dia menghormati Diego Maradona - pemain sepak bola terbaik di dunia - Dahari tidak pernah melihat dirinya dibawah siapa pun. Sejauh yang dia pikirkan, semua pesepak bola di lapangan hanyalah pemain yang sedang melakukan tugasnya.

Mungkin Anda juga suka! 6 Pelajaran Utama Mengenai Kepemimpinan Dari Steve Jobs

Perspektif ini memberinya keunggulan yang luar biasa. Di satu sisi, hal itu berarti bahwa dia tidak pernah takut pada siapa pun, dan dia tidak memberikan situasi apapun mengalahkannya.  Di sisi lain, dia memberikan rasa hormat pada siapapun yang dia temui. Ketika dia berada di lapangan, kita semua melihatnya sebagai Super Mokh - pesepakbola terbaik yang membanggakan Malaysia. Tetapi untuk Mokhtar Dahari, dia hanyalah satu dari 22 pemain sedang menikmati permainan yang mereka cintai dan mencoba yang terbaik untuk timnya.

Meski hidupnya singkat, contoh dari Dahari tetap menjadi sebuah inspirasi sampai hari ini dan waktu saya dengan dia memberikan saya motivasi dalam segala hal yang saya lakukan, untuk selalu memberikan yang terbaik dan memberikan inspirasi pada orang lain untuk melakukan hal yang sama. Berpikir tentang apa yang saya pelajari dari pesepak bola terbaik dari Malaysia, ada 2 pelajaran hidup yang menonjol yang saya ingat selama hidup dan waktu saya bersama dengan salah satu pahlawan saya:

Alt

Sumber: Vanessa Loring dari Pexels.com

1. Lihatlah orang lain - tetapi jangan pernah meletakkan mereka diatas diri Anda sendiri

Kita memerlukan panutan untuk dilihat dan ditiru, tetapi ketika Anda membuat orang lain diatas Anda, Anda meredupkan cahaya Anda dan menentukan batasan Anda. Mokhtar Dahari mengajarkan saya untuk hormat dan belajar dari semua orang yang saya temui - tetapi dia juga mengajarkan saya untuk menghormati diri sendiri, dan untuk menyadari bahwa saya punya - dan kita semua punya - potensi yang sangat besar.

Orang - orang yang menjadi sukses tidak pernah ditentukan oleh batasan - mereka menerobos batasan itu. Dari Leonardo da Vinci sampai Einstein sampai Cristiano Ronaldo, tidak ada satu orang pun dari mereka yang lahir dengan kesuksesan. Apa yang membuat mereka hebat adalah rasa ingin tau, semangat dan tekad mereka untuk menjadi yang terbaik yang mereka bisa, tidak peduli apa yang orang lain katakan atau siapa yang menghalangi mereka.

Baca Juga! Pelajaran Kepemimpinan dari Star Trek

2.Bekerja paling keras dan tetap rendah hati

Dapat dipahami untuk mencari jalan yang paling cepat atau cara yang ‘paling mudah’, tetapi kenyataannya adalah orang yang benar - benar ingin mendapatkan sesuatu untuk mereka harus memberikan segala hal yang mereka miliki. Seperti apa yang dikatakan oleh Lionel Messi:

Saya mulai lebih awal dan saya pulang terlambat, setiap hari, setiap tahun. Dibutuhkan 17 tahun dan 114 hari untuk saya bisa menjadi sukses dalam semalam.


Kita lihat orang-orang yang berprestasi ini dan lihat mereka sebagai sesuatu yang istimewa, dengan bakat yang unik. Tetapi ketika kita perhatikan lebih dekat, kebanyakan dari mereka tetap berdedikasi dan bekerja keras untuk mencapai tempat yang mereka inginkan.

Seperti Super Mokh, orang yang menetap di hati dan pikiran kita adalah orang yang menjaga diri mereka untuk tetap dibawah. Mereka terus menerus belajar, mengetahui bahwa mereka tidak tau segalanya; mereka terus mendorong diri mereka untuk mempertahankan dan mengembangkan standar mereka; mereka mengapresiasi bahwa mereka tidak lebih baik dari orang lain; mereka menghormati orang lain dan selalu memberi kembali kapan pun mereka bisa.

Latihan yang Mokhtar Dahari berikan kepada saya mendorong saya pada batasan saya (batasan yang saya pikir saat itu!). Ketika saya sesak nafas dan merasa saya sudah melakukan lebih dari cukup, dia akan berkata, “Kamu saat ini masih tetap berdiri bukan?” lalu memberikan saya latihan yang lebih. Bahkan ketika saya yakin sudah cukup, itu belum - batasan itu hanya ada di pikiran saya.

Pada saat itu, saya kurang bersyukur atas latihan fisik yang harus saya jalani, tetapi saya selamanya berterima kasih kepada Super Mokh untuk mengajari saya bahwa saya mampu untuk melewati dan mengatasi masalah apapun dengan pola pikir yang benar.

Saya harap semua orang dapat membagikan inspirasi yang saya dapatkan. Potensi Anda itu tidak terbatas. Anda punya hak yang sama dengan orang lain untuk mendapat kesuksesan: perbaiki pola pikir Anda tentang apa yang ingin Anda capai dan lakukan itu. Akan sulit untuk gagal ketika Anda tidak menyerah. Jadi tetap semangat dan dorong terus! (dan ya, tolong lakukan satu kali lagi!)

Share artikel ini

Kepribadian

Tags: Kepemimpinan Tanpa Batas

Alt
Roshan adalah pendiri dan CEO dari Leaderonomics Group, kepala redaksi untuk Leaderonomics.com dan seorang yang menamakan dirinya sendiri dengan sebutan 'kuli'. Ia percaya bahwa semua orang bisa menjadi pemimpin dan dapat membuat lekukan di alam semesta dengan cara mereka masing-masing.
Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Pertemanan bahagia 3 orang gadis

Studi 80 Tahun Ini Ungkap Rahasia Bahagia

Salah satu studi paling menarik yang pernah saya temukan adalah penelitian selama 80 tahun lebih tentang rahasia bagia yang dipimpin oleh teman saya di Harvard, Dr. Robert Waldinger. Penelitian ini telah melacak kehidupan 268 orang sejak mereka kelas dua SD pada tahun 1938 dan terus berlanjut hingga sekarang.

Apr 12, 2022 3 Min Read

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest