Otak Bukan Lemah, Kita yang Membuatnya Kelelahan

May 15, 2026 2 Min Read
woman lying on a sofa
Sumber:

www.kaboompics.com, Pexels

Saat sedang asyik scroll Threads, saya menemukan sebuah thread tentang “brain power” yang langsung menarik perhatian.

Thread tersebut dibagikan oleh Zulfadhli Talib yang mengutip penjelasan Assoc. Prof. Dr. Rizky Edmi Edison, seorang pakar neurosains, tentang bagaimana kebiasaan sehari-hari ternyata bisa memengaruhi kemampuan otak tanpa kita sadari.

Otak Terasa “Lambat” dan Mudah Blank

Pernah merasa otak semakin lambat, mudah blank, atau sulit mengingat hal-hal kecil seperti menaruh kunci di mana?

Menurut penjelasan tersebut, kondisi ini bukan sekadar rasa lelah biasa. Ada beberapa kebiasaan harian yang diam-diam memberi tekanan terus-menerus pada otak.

1. “Istirahat” yang Sebenarnya Membebani Otak

Banyak dari kita menganggap menonton TikTok atau Instagram Reels sebagai cara untuk beristirahat.

Padahal menurut Dr. Edmi, setiap video pendek yang kita scroll memaksa otak memproses informasi baru secara terus-menerus dalam waktu yang sangat singkat.

Akibatnya:

  • Otak tidak benar-benar beristirahat
  • Rentang fokus semakin pendek
  • Semakin sulit mempertahankan perhatian dalam waktu lama

Apa yang kita anggap sebagai hiburan ternyata bisa menjadi beban kognitif yang berlangsung tanpa henti.

Baca Juga: Hilangkan Stres yang Anda Ciptakan Sendiri

2. Multitasking Bukanlah Kelebihan

Banyak orang bangga karena merasa mampu mengerjakan banyak hal sekaligus.

Namun kenyataannya, otak tidak benar-benar melakukan multitasking.

Otak hanya melakukan rapid switching, yaitu berpindah fokus dengan cepat dari satu tugas ke tugas lainnya, misalnya:

Excel → WhatsApp → email → kembali lagi ke pekerjaan awal

Setiap perpindahan fokus ini membutuhkan energi otak yang besar, terutama glukosa.

Dampaknya:

  • Mental lebih cepat lelah
  • Muncul brain fog di sore hari
  • Kemampuan berpikir terasa melambat

3. Kebiasaan Harian yang Perlahan Melemahkan Otak

Ada tiga kebiasaan yang jika terjadi bersamaan dapat memberi dampak lebih besar dari yang kita kira:

  • Penggunaan gadget berlebihan
  • Terlalu lama rebahan atau kurang bergerak
  • Makan berlebihan atau ngemil tanpa kontrol

Kombinasi ini dapat menyebabkan:

  • Aliran oksigen ke otak berkurang
  • Energi tubuh digunakan secara tidak efisien
  • Otak menjadi lebih lambat bekerja

Cara “Reset” Otak

Beberapa langkah sederhana yang dibagikan dalam thread tersebut:

1. Bergerak Secara Berkala

Bangun dan berjalan selama lima menit setiap 20 menit untuk membantu melancarkan aliran darah ke otak.

2. Power Nap Singkat

Tidur singkat selama 10–20 menit di siang hari sudah cukup membantu menyegarkan pikiran.

3. Mengontrol Pola Makan

Hindari makan berlebihan karena dapat menurunkan efisiensi fungsi otak.

Baca Juga: Luangkan Waktu 20 Menit Sehari untuk Ini, Keajaiban Menanti

Mitos tentang Fungsi Otak

Konsep “otak kiri logis dan otak kanan kreatif” sebenarnya terlalu disederhanakan.

Sebagian besar fungsi kognitif, baik logika maupun kreativitas, melibatkan area otak yang sama, khususnya prefrontal cortex.

Agar fungsi tersebut bekerja optimal, ada dua hal penting yang perlu dijaga:

  • Tidur yang cukup
  • Mengurangi gangguan seperti notifikasi berlebihan

Masalah utamanya bukan karena kita semakin tidak pintar.

Masalahnya adalah cara kita menggunakan waktu istirahat ternyata tidak benar-benar memberi ruang bagi otak untuk pulih.

Dan tanpa disadari, “istirahat” yang kita lakukan hari ini bisa jadi justru membuat otak terasa semakin lambat esok hari.

Share artikel ini

Kepribadian

Tags: Pertumbuhan, Sifat Positif

Alt

Berlatarkan pendidikan di bidang Bahasa dan Linguistik Melayu, Amirah Nadiah gemar membaca dan mengikuti perkembangan terkini, sehingga membuatnya tetap peka terhadap berbagai isu. Sebagai Content Editor, ia aktif dalam pekerjaan terjemahan serta pembuatan konten yang menarik dan meyakinkan.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

problem behavior

Belajar Melepaskan Ego dalam Kerja Tim

Bersama Manisha Mutiara Tsani membahas bagaimana melepaskan ego secara profesional tanpa kehilangan prinsip dan tanggung jawab.

Feb 23, 2026 3 Min Read

Wawancara Kepemimpinan: Kepemimpinan Yang Melayani

Kepemimpinan Yang Melayani

Theo Litaay, SH, LLM, Ph.D, membahas penerapan kepemimpinan yang melayani dalam organisasi untuk meningkatkan kinerja tim dan kesejahteraan.

Feb 19, 2025 56:41 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest