Cara Merencanakan Karier yang Diinginkan

Amir Ghoorchiani, Pexels
Artikel ini juga tersedia dalam Bahasa Melayu.
Suka membaca artikel seperti ini? Subscribe newsletter kami dan dapatkan insight terbaru setiap bulan.
Sebagian besar dari kita merupakan pekerja berbasis pengetahuan (knowledge worker) yang memiliki tugas seperti menyiapkan materi presentasi (presentation deck), laporan, dan sebagainya. Pekerjaan ini membutuhkan upaya mental untuk menghasilkan sesuatu yang berkualitas.
Namun, tahukah Anda bahwa ada cara untuk membangun karier yang benar-benar kita inginkan? Pendekatan tersebut dikenal sebagai Lifestyle-Centric Career Planning atau perencanaan karier yang berpusat pada gaya hidup.
Pendekatan ini membantu kita melihat karier bukan sekadar berdasarkan pekerjaan atau jabatan yang diinginkan, tetapi juga berdasarkan gaya hidup yang ingin kita bangun.
Ada beberapa hal yang perlu kita lakukan untuk membangun karier yang diinginkan.
1. Tentukan Gaya Hidup yang Kita Inginkan
Tuliskan secara terperinci dan coba bayangkan seperti apa kehidupan yang kita inginkan. Ajukan beberapa pertanyaan berikut kepada diri sendiri:
- Seberapa besar kendali yang ingin kita miliki atas waktu kita?
- Seperti apa keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi (work-life balance) yang kita inginkan?
- Seberapa penting pekerjaan yang kita lakukan dalam kehidupan kita?
- Di mana kita ingin tinggal?
- Seperti apa kehidupan sosial yang kita inginkan?
- Bagaimana kita ingin dikenal oleh orang lain?
Gunakan pertanyaan-pertanyaan ini untuk menggambarkan secara terperinci kehidupan yang kita bayangkan melalui karier yang diinginkan.
Semakin jelas gambaran kita tentang gaya hidup yang diinginkan, semakin mudah pula bagi kita untuk menentukan jenis karier yang sesuai dengan kehidupan tersebut.
Baca Juga: Stres Bekerja? Ini 5 Tips Jaga Work Life Balance
2. Lakukan Backward Engineering
Setelah menentukan gaya hidup yang kita inginkan, cobalah melakukan backward engineering, yaitu merencanakan langkah-langkah secara mundur dari tujuan akhir dengan menyusun daftar hal yang perlu dilakukan untuk mencapai gaya hidup tersebut.
Sebagai contoh, jika kita menginginkan lebih banyak waktu bersama keluarga, kita mungkin perlu mempertimbangkan jenis pekerjaan yang menawarkan fleksibilitas lebih besar dari segi waktu atau lokasi.
Dari sana, kita dapat memikirkan keterampilan, pengalaman, atau langkah-langkah yang diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.
Dengan cara ini, kita tidak lagi sekadar bertanya, “Saya ingin bekerja sebagai apa?”, tetapi mulai memikirkan, “Apa yang perlu saya lakukan untuk mendapatkan kehidupan yang saya inginkan?”
3. Jangan Terlalu Berfokus pada Karier
Salah satu kelebihan Lifestyle-Centric Career Planning adalah membantu kita agar tidak terlalu berfokus pada karier yang diinginkan hingga mengabaikan kehidupan yang ingin kita jalani.
Terkadang, kita terlalu sibuk mengejar jabatan tertentu, besaran gaji tertentu, atau pencapaian dalam karier hingga lupa bertanya apakah kehidupan yang sedang kita jalani sebenarnya sudah sejalan dengan apa yang kita inginkan.
Oleh karena itu, selain memikirkan karier, kita juga perlu mempertimbangkan gaya hidup yang ingin kita bangun.
Karier yang kita inginkan seharusnya membantu kita membangun kehidupan yang kita dambakan, bukan sekadar menjadi satu lagi hal yang harus terus kita kejar.
Baca Juga: Kehidupan Bermakna Tidak Terjadi Secara Kebetulan
Kepribadian
Tags: Pertumbuhan, Sifat Positif
Hazeem Mahayadin adalah seorang insinyur penuh waktu yang aktif menulis tentang produktivitas di platform X.





