Kehidupan Bermakna Tidak Terjadi Secara Kebetulan

Jun 24, 2026 2 Min Read
family trip
Sumber:

Ilya Pavlov, Unsplash

Mulailah menjalani hidup berdasarkan pilihan, bukan kebetulan

Sebagian besar orang merasa tahu apa yang paling penting dalam hidup mereka.

Keluarga. Iman. Persahabatan. Kesehatan. Tujuan hidup.

Tanyakan kepada siapa pun, dan biasanya mereka akan memberikan jawaban dengan cepat.

Saya pun demikian.

Beberapa tahun lalu, saya sedang berbincang dengan seorang teman. Ia adalah salah satu orang paling reflektif yang saya kenal.

Ia mengajukan sebuah pertanyaan sederhana:

Apa yang paling penting dalam hidup Anda?

Mudah. "Keluarga saya."

Saya menjawab tanpa ragu sedikit pun.

Lalu ia mengajukan pertanyaan lanjutan.

Dan tiba-tiba, saya tidak lagi merasa begitu yakin.

Saat itu, saya memiliki berbagai target dalam pekerjaan.

Rencana menulis buku. Jadwal berbicara di berbagai acara. Proyek-proyek yang harus diselesaikan. Tenggat waktu yang harus dipenuhi.

Karier saya dirancang dengan sengaja dan penuh perencanaan.

Namun bagaimana dengan orang-orang yang paling saya cintai?

Saya lebih banyak berharap semuanya akan berjalan dengan baik dengan sendirinya.

Kesadaran itu menghantam saya lebih keras dari yang saya bayangkan.

Karena ada perbedaan besar antara menghargai sesuatu… dan benar-benar merancang hidup Anda berdasarkan hal tersebut.

Saya dan Heidi mulai melakukan percakapan yang berbeda.

Kenangan seperti apa yang ingin kami tinggalkan untuk anak-anak kami?

Tradisi apa yang kelak akan dikenang oleh cucu-cucu kami?

Pengalaman apa yang layak kami lindungi sebelum hidup menjadi terlalu sibuk?

Pada akhirnya, percakapan-percakapan itu mendorong kami membuat berbagai keputusan yang membentuk kehidupan keluarga kami hingga hari ini.

Dan dari sana saya mempelajari sesuatu yang penting:

Kehidupan yang bermakna jarang terjadi secara kebetulan. Kehidupan yang bermakna dibangun melalui pilihan yang disengaja.

Hal yang sama berlaku untuk rasa syukur.

Kebanyakan orang percaya bahwa rasa syukur itu penting.

Namun apresiasi yang dibiarkan berjalan begitu saja biasanya akan tenggelam di tengah kesibukan.

Orang-orang yang paling bersyukur yang saya kenal tidak hanya merasakan rasa syukur.

Mereka menjadwalkannya. Mereka melatihnya.

Mereka membangun kebiasaan di sekitarnya.

Dan pada saat itulah pertanyaan itu kembali terlintas dalam benak saya.

Pertanyaan yang tidak pernah saya lupakan.

Pertanyaan yang mengubah cara saya memandang nilai hidup, prioritas, dan rasa syukur.

Artikel ini pertama kali diterbitkan di LinkedIn milik Chester Elton.


Anda berhasil melewati minggu yang padat! Saatnya memberi diri Anda ruang untuk beristirahat sejenak karena Anda memang layak mendapatkannya

Wellness Wednesday

Mulai dari menguasai teknik pernapasan hingga memahami rahasia hidup sehat dan panjang umur, ikuti instruktur Wim Hof Method, Piyachai Teo, yang akan membagikan berbagai cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan Anda.

Share artikel ini

Kepribadian

Tags: Pertumbuhan, Sifat Positif

Alt
Chester Elton adalah seorang penulis buku “Anxiety at Work” & “Leading with Gratitude”, Executive Coach, Pembicara, dan Founder dari Komunitas #findyourgratitude. Buku-bukunya telah diterjemahkan ke dalam 30 bahasa dan telah terjual lebih dari 1,5 juta eksemplar.
Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

A woman in a natural field

5 Strategi untuk Menenangkan Diri

Bersama Dr. Azura Hashim, memahami lima strategi yang dapat membantu menengakan pikiran, mengurangi tekanan, dan melatih diri untuk lebih fokus.

Jun 19, 2026 2 Min Read

radit podcast

Rahasia Disiplin dan Percaya Diri ala Raditya Dika

Suara berkelas bersama Raditya Dika, membahas pentingnya disiplin, konsistensi, dan kemampuan menerima kritik untuk berkembang di dunia kreatif maupun profesional.

May 21, 2026 38 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest