Belajar untuk Tetap Bertahan dalam Permainan

8photo, Magnific
Jika Anda melewatkan Bagian 7, baca di sini.
Suka membaca artikel seperti ini? Subscribe newsletter kami dan dapatkan insight terbaru setiap bulan.
Sebagai pengantar, ini bukanlah artikel tentang nasihat karier.
Ini adalah seri artikel tentang bagaimana rasanya berada di garis awal.
Bukan untuk memberikan jawaban, tetapi untuk membantu memahami pengalaman yang sedang dijalani, yaitu proses belajar.
Semua orang ingin sukses dalam karier. Semakin cepat, semakin baik.
Namun, kenyataannya, tidak apa-apa jika Anda belum mengetahui semuanya.
Sadari bahwa Anda tidak sendirian dan pengalaman yang Anda jalani tetap valid.
Ini bukan permainan tentang kecepatan atau perbandingan. Ini adalah permainan tentang ketahanan dan kesabaran.
Jika ada satu hal yang saya pelajari sepanjang awal perjalanan karier saya, itu adalah: Anda perlu merasa nyaman dengan ketidaknyamanan.
Sebab, dunia di sekitar kita berubah lebih cepat daripada yang mampu kita pahami sepenuhnya. Industri terus berkembang. Teknologi berubah. Ekspektasi meningkat. Terkadang, bahkan sebelum kita sempat beradaptasi dengan satu bentuk pekerjaan, bentuk pekerjaan yang lain sudah muncul.
Orang-orang yang mampu bertahan tidak selalu merupakan orang yang paling pintar atau paling berbakat. Terkadang, mereka hanyalah orang-orang yang bersedia untuk terus belajar.
——— ✦ ———
Saya masih ingat ketika pertama kali mulai bekerja, atasan saya sudah lebih dulu mengeksplorasi AI tools, bahkan sebelum penggunaannya menjadi sesuatu yang umum. Ia terus mendorong saya untuk bereksperimen dengan teknologi tersebut, memahaminya sejak awal, dan melihat bagaimana teknologi itu dapat membantu meningkatkan cara kami bekerja.
Namun, sejujurnya, awalnya saya menolak. Ada sesuatu yang terasa tidak tepat. Mungkin karena terasa tidak alami. Mungkin karena saya berpikir menggunakannya akan membuat pekerjaan terasa kurang autentik. Atau mungkin karena setiap inovasi memang terasa tidak nyaman ketika pertama kali hadir.
Dan saya rasa, hal yang sama terjadi setiap kali sesuatu yang disruptif masuk ke dalam permainan. Orang-orang takut terhadap sesuatu sebelum mereka benar-benar memahaminya.
——— ✦ ———
Namun, di situlah letak pentingnya inovasi. Inovasi mengubah cara kita berpikir, bekerja, dan beradaptasi. Jika melihat ke belakang, saya bersyukur pernah memiliki seseorang yang tidak takut untuk lebih awal menerima perubahan dan membawa orang-orang di sekitarnya untuk ikut maju.
Sebab, tetap berada dalam permainan terkadang berarti belajar sebelum kita merasa siap.
——— ✦ ———
Hal lain yang saya sadari adalah bahwa tidak ada seorang pun yang dapat bertahan dalam perjalanan awal kariernya sendirian. Rekan kerja, mentor, dan sistem pendukung memiliki peran yang jauh lebih besar daripada yang sering kita sadari. Orang-orang yang tepat dapat membuat masa-masa sulit terasa lebih mudah dihadapi. Mereka memotivasi, membimbing, menantang, dan terkadang hanya mengingatkan bahwa sebenarnya kita sudah melakukan lebih baik daripada yang kita pikirkan.
Memiliki orang-orang yang dapat diandalkan benar-benar membuat perbedaan.
——— ✦ ———
Namun, secara realistis, tidak semua lingkungan itu sehat.
Terkadang kita bertemu dengan orang-orang yang berkompetisi secara agresif. Orang-orang yang menilai kita sebelum benar-benar memahami kita. Orang-orang yang merasa terancam oleh perkembangan kita, alih-alih merasa terinspirasi.
Dan sayangnya, hal itu juga merupakan bagian dari kehidupan kerja. Tidak setiap lingkungan akan terasa aman. Tidak semua orang menginginkan yang terbaik untuk kita.
Baca Juga: Mengubah Individu Saja Tidak Cukup untuk Mendorong Perubahan
——— ✦ ———
Itulah mengapa menemukan mentor yang tepat menjadi penting.
Carilah orang-orang yang nilai-nilai dan cara kerjanya selaras dengan Anda. Orang-orang yang telah mencapai tujuan yang benar-benar Anda kagumi. Orang-orang yang mendorong Anda untuk berkembang, tetapi tetap mendukung keberhasilan Anda.
Dan jangan takut untuk berkembang melampaui mentor Anda. Seiring Anda berubah dan berkembang, bimbingan yang Anda butuhkan mungkin juga akan berubah.
——— ✦ ———
Ada satu hal yang saya harap lebih banyak dibicarakan orang: Anda akan perlu membangun kembali diri Anda berkali-kali sepanjang karier.
Bukan karena Anda gagal, tetapi karena pertumbuhan mengubah diri Anda.
Versi diri Anda yang berhasil melewati masa kuliah mungkin belum cukup untuk menghadapi dunia kerja. Versi diri Anda yang berhasil dalam pekerjaan pertama mungkin belum cukup ketika nantinya Anda memasuki dunia kepemimpinan.
Dan itu tidak apa-apa.
——— ✦ ———
Banyak orang berpikir bahwa pertumbuhan berarti akhirnya "menjadi" seseorang. Namun, sejujurnya, pertumbuhan sering kali lebih terasa seperti berulang kali melepaskan versi lama dari diri kita.
Pola pikir kita berubah. Prioritas bergeser. Kepercayaan diri naik dan turun. Tujuan kita berkembang.
Dan belajar beradaptasi dengan perubahan dalam diri tersebut juga merupakan bagian dari bagaimana kita tetap bertahan dalam permainan.
——— ✦ ———
Itulah mengapa saya percaya bahwa ketahanan lebih penting daripada kesempurnaan. Tidak semua orang berkembang dengan kecepatan yang sama. Tidak semua orang memulai dari posisi yang sama. Dan perjalanan setiap orang tidak akan selalu terlihat mengesankan.
Namun, jika Anda terus belajar, terus menyesuaikan diri, dan terus hadir untuk diri sendiri, pada akhirnya perkembangan itu akan terakumulasi. Perlahan, tanpa banyak suara.
——— ✦ ———
Ada alasan mengapa masa transisi menuju kedewasaan dan kehidupan kerja terkadang terasa membingungkan secara emosional.
Erikson's Psychosocial Theory menjelaskan bahwa setiap tahap kehidupan membawa pergulatan internal yang berbeda terkait identitas, tujuan, hubungan, dan arah hidup. Masa dewasa awal sering kali menjadi periode ketika seseorang mulai mempertanyakan akan menjadi seperti apa dirinya dan di mana tempatnya di dunia.
Ketidakpastian tersebut sebenarnya jauh lebih normal daripada yang kita pikirkan.
——— ✦ ———
Jadi, jika selama awal perjalanan karier Anda pernah merasa tersesat, kewalahan, tertinggal, kelelahan, tidak yakin, atau terkuras secara emosional, Anda tidak sendirian.
Jauh lebih banyak orang yang masih berusaha memahami semuanya sambil menjalaninya daripada yang Anda sadari.
——— ✦ ———
Dan jika belum pernah ada yang mengatakan ini kepada Anda: Menangis saat menjalani pekerjaan pertama itu valid. Merasa takut itu valid. Merasa tersesat itu valid.
Anda sedang belajar bagaimana menjalani kehidupan dalam fase yang benar-benar baru.
Mungkin, itulah sebenarnya proses belajar. Bukan tentang menjadi sempurna, tetapi belajar bagaimana untuk tetap melangkah meskipun semuanya belum terasa jelas.
Baca Juga: Nasi Sudah Menjadi Bubur? Tidak Apa-Apa, Bubur Juga Enak
Kepribadian
Tags: Pertumbuhan, Sifat Positif
Arric memiliki pengalaman bertahun-tahun di dunia korporat, dengan spesialisasi di bidang pemasaran dan manajemen proyek. Berbekal latar belakang Biomedical Science, perjalanan kariernya dimulai dengan berbagai ketidakpastian sebagai lulusan baru yang menapaki jalur yang awalnya tidak ia rencanakan. Melalui tulisannya, ia berharap dapat menggambarkan realitas dunia kerja sehingga pembaca merasa dipahami dan tervalidasi, bahwa tidak apa-apa jika belum memiliki semua jawaban, dan tidak apa-apa untuk mengakui ketika sedang berjuang.





