Mengubah Individu Saja Tidak Cukup untuk Mendorong Perubahan

Jul 28, 2026 2 Min Read
Businessman catching star
Sumber:

pch.vector, magnific

Banyak program pengembangan SDM masih terlalu berfokus pada individu, seperti melalui pelatihan, mentoringcoachingpeningkatan motivasi, dan penguatan kompetensi.

Padahal, perubahan perilaku tidak sesederhana itu.

B.J. Fogg menjelaskan bahwa perilaku terbentuk ketika terdapat motivationability, dan prompt. Seseorang tidak cukup hanya memiliki keinginan dan kemampuan untuk berubah. Ia juga membutuhkan pemicu dari lingkungan yang mendorong munculnya perilaku baru pada waktu yang tepat.

Jauh sebelum itu, Kurt Lewin telah menegaskan bahwa perilaku merupakan hasil interaksi antara person dan environment. Artinya, seseorang tidak dapat dipisahkan dari lingkungan tempat ia bekerja.

Di sinilah banyak program pengembangan gagal menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.

Individu telah mengikuti pelatihan. Ia menjadi lebih sadar, lebih termotivasi, dan memiliki keterampilan baru. Namun, ketika kembali ke tempat kerja, ia kembali masuk ke pola yang lama. Budaya yang sama, atasan yang sama, cara berkoordinasi yang sama, rapat yang sama, konflik yang sama, serta jejaring kerja yang belum berubah.

Pada akhirnya, perubahan tersebut perlahan memudar.

Bukan karena individu tersebut tidak ingin berubah. Melainkan karena lingkungannya terus mendorongnya untuk kembali menjadi versi dirinya yang lama.

Seperti penggalan lirik yang mengatakan, “Aku masih seperti yang dulu.”

Karena itu, pengembangan individu tidak boleh berhenti pada pertanyaan, “Orang ini perlu dilatih apa?”

Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, “Jejaring kerja seperti apa yang perlu dibangun agar perubahan ini dapat bertahan?”

Sebab, Kepemimpinan tidak tumbuh dengan sendirinya. Followership tidak muncul dalam ruang yang kosong. Keahlian juga tidak otomatis menghasilkan dampak apabila tidak terhubung dengan orang, sistem, dan konteks kerja yang tepat.

Kinerja pada akhirnya bukan hanya ditentukan oleh kompetensi individu. Kinerja merupakan hasil dari jejaring yang mencakup kepercayaan, akses, koordinasi, dukungan, feedback, serta norma sosial yang memungkinkan perilaku baru berkembang.

Tanpa perubahan pada jejaring kerja, program pengembangan hanya akan menjadi pengalaman inspiratif yang bersifat sementara.

Individu mungkin berubah untuk sesaat. Namun, lingkungannya tetap sama. Pada akhirnya, perilakunya pun kembali seperti sebelumnya.

Kita terlalu sering berupaya melatih individu agar berubah, tetapi lupa membangun lingkungan yang setiap hari membentuk perilaku mereka.

Artikel ini diterbitkan dari akun LinkedIn milik Heru Wiryanto.

Baca Juga: Karakter: Aset yang Tak Tergantikan di Dunia Kerja

Share artikel ini

heru wiryanto

Heru adalah seorang ahli di bidang Data Science dan Human Resources. Saat ini, Heru aktif sebagai Director of Innovation Factory di PsikoUpdate Indonesia dan Director of Data Sciences and Artificial Intelligence Consulting Services di DAVEHUNT International.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Sick Woman dizzy while Working

Grit, Resilience, dan Grinding: Mana yang Membawamu Tumbuh

Oleh Rivaldy Varianto S. mengajak kita memahami perbedaan ketiganya, serta bagaimana membangun ketekunan dan ketahanan yang sehat tanpa terjebak dalam produktivitas kosong.

Jan 27, 2026 3 Min Read

Leadernomics Indonesia

Kepemimpinan Yang Seimbang

May 22, 2023 25 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest