Mengubah Individu Saja Tidak Cukup untuk Mendorong Perubahan

pch.vector, magnific
Banyak program pengembangan SDM masih terlalu berfokus pada individu, seperti melalui pelatihan, mentoring, coaching, peningkatan motivasi, dan penguatan kompetensi.
Padahal, perubahan perilaku tidak sesederhana itu.
B.J. Fogg menjelaskan bahwa perilaku terbentuk ketika terdapat motivation, ability, dan prompt. Seseorang tidak cukup hanya memiliki keinginan dan kemampuan untuk berubah. Ia juga membutuhkan pemicu dari lingkungan yang mendorong munculnya perilaku baru pada waktu yang tepat.
Jauh sebelum itu, Kurt Lewin telah menegaskan bahwa perilaku merupakan hasil interaksi antara person dan environment. Artinya, seseorang tidak dapat dipisahkan dari lingkungan tempat ia bekerja.
Di sinilah banyak program pengembangan gagal menghasilkan perubahan yang berkelanjutan.
Individu telah mengikuti pelatihan. Ia menjadi lebih sadar, lebih termotivasi, dan memiliki keterampilan baru. Namun, ketika kembali ke tempat kerja, ia kembali masuk ke pola yang lama. Budaya yang sama, atasan yang sama, cara berkoordinasi yang sama, rapat yang sama, konflik yang sama, serta jejaring kerja yang belum berubah.
Pada akhirnya, perubahan tersebut perlahan memudar.
Bukan karena individu tersebut tidak ingin berubah. Melainkan karena lingkungannya terus mendorongnya untuk kembali menjadi versi dirinya yang lama.
Seperti penggalan lirik yang mengatakan, “Aku masih seperti yang dulu.”
Karena itu, pengembangan individu tidak boleh berhenti pada pertanyaan, “Orang ini perlu dilatih apa?”
Pertanyaan yang jauh lebih penting adalah, “Jejaring kerja seperti apa yang perlu dibangun agar perubahan ini dapat bertahan?”
Sebab, Kepemimpinan tidak tumbuh dengan sendirinya. Followership tidak muncul dalam ruang yang kosong. Keahlian juga tidak otomatis menghasilkan dampak apabila tidak terhubung dengan orang, sistem, dan konteks kerja yang tepat.
Kinerja pada akhirnya bukan hanya ditentukan oleh kompetensi individu. Kinerja merupakan hasil dari jejaring yang mencakup kepercayaan, akses, koordinasi, dukungan, feedback, serta norma sosial yang memungkinkan perilaku baru berkembang.
Tanpa perubahan pada jejaring kerja, program pengembangan hanya akan menjadi pengalaman inspiratif yang bersifat sementara.
Individu mungkin berubah untuk sesaat. Namun, lingkungannya tetap sama. Pada akhirnya, perilakunya pun kembali seperti sebelumnya.
Kita terlalu sering berupaya melatih individu agar berubah, tetapi lupa membangun lingkungan yang setiap hari membentuk perilaku mereka.
Artikel ini diterbitkan dari akun LinkedIn milik Heru Wiryanto.
Baca Juga: Karakter: Aset yang Tak Tergantikan di Dunia Kerja
Kepemimpinan
Heru adalah seorang ahli di bidang Data Science dan Human Resources. Saat ini, Heru aktif sebagai Director of Innovation Factory di PsikoUpdate Indonesia dan Director of Data Sciences and Artificial Intelligence Consulting Services di DAVEHUNT International.




