10 Strategi Terbaik Bagaimana Orang Sukses Tetap Tenang

Oleh Dr Travis Bradberry|12-10-2021 | 7 Min Read
Source: Nataliya Vaitkevich dari Pexels.com
Tetap Tenang dan Menjadi Pemimpin yang Lebih Baik

Kemampuan untuk mengelola emosi Anda dan tetap tenang dibawah tekanan mempunyai hubungan langsung terhadap performa Anda. Penelitian belakangan ini dilakukan dengan lebih dari jutaan orang, dan kami telah menemukan bahwa 90% dari performa terbaik itu mempunyai keterampilan dalam mengelola emosi mereka di bawah tekanan untuk tetap tenang dan masih dalam kendali.

Saya yakin Anda sudah pernah membaca beberapa ringkasan penelitian yang mengeksplorasi stres yang bisa merusak kesehatan fisik dan mental seseorang (seperti studi Yale, yang menemukan bahwa stres yang berkelanjutan dapat menyebabkan degenerasi di bagian otak yang berfungsi untuk pengendalian diri).

Hal yang rumit tentang stres (dan kecemasan yang menyertainya) adalah bahwa itu adalah emosi yang memang diperlukan. Otak kita saling terhubung, sehingga sulit untuk mengambil tindakan sampai setidaknya kita merasakan beberapa tingkat keadaan emosional ini.

Faktanya, puncak kinerja dibawah aktivasi tinggi yang berhubungan dengan tingkat stres yang sedang. Selama stres itu tidak berkepanjangan, itu tidak berbahaya.

Penelitian baru dari Universitas California oleh Berkeley, mengungkapkan sisi positif dari mengalami tingkat stres yang sedang. Tetapi juga memperkuat tentang seberapa penting untuk menjaga stres tetap terkendali.

Baca Juga! Tahukah Anda Apa itu Manajemen Sumber Daya Manusia?

Penelitian yang dipimpin oleh rekan pasca - doktoral Elizabeth Kirby, menemukan bahwa timbulnya stres akan membujuk otak untuk menumbuhkan sel baru yang bertanggung jawab untuk meningkatkan memori. Tetapi, efek ini hanya dilihat ketika stres intermiten. Segera setelah stres itu berlanjut lebih dari beberapa saat menjadi keadaan yang berkepanjangan, itu akan menekan kemampuan otak Anda untuk mengembangkan sel baru.

Kirby mengatakan, “Saya pikir peristiwa stres intermiten mungkin yang membuat otak Anda lebih waspada, dan Anda tampil lebih baik ketika Anda sedang waspada.”

Untuk hewan, stres intermiten adalah sebagian besar dari apa yang mereka alami, dalam bentuk ancaman fisik dalam lingkungan mereka. Ini juga merupakan kasus yang sama bagi manusia di zaman dulu. Seiring terjadinya evolusi pada otak manusia dan peningkatan dalam kompleksitasnya, kita telah mengembangkan kemampuan untuk khawatir dan bertahan dalam peristiwa yang menciptakan pengalaman dalam stres yang berkepanjangan.

Disamping meningkatkan resiko penyakit jantung, depresi, dan obesitas Anda, stres mengurangi performa kognitif Anda. Untungnya, kecuali jika seekor singa sedang mengejar Anda, sebagian besar stres Anda bersifat subjektif dan di bawah kendali Anda.

Orang dengan performa terbaik dengan strategi untuk mengatasi dengan baik agar mereka dapat bekerja dalam keadaan stres. Ini menurunkan tingkat stres mereka tanpa mempedulikan apa yang terjadi dalam lingkungan mereka, memastikan bahwa stres yang Anda alami itu intermiten dan tidak berkepanjangan.

Saya telah menjalankan banyak strategi efektif yang digunakan orang-orang sukses ketika menghadapi stres, berikut adalah 10 strategi yang terbaik. Beberapa dari strategi ini mungkin terlihat jelas, tetapi tantangan yang ada dibalik itu dalam mengenal kapan Anda harus menggunakannya dan mempunyai sarana untuk benar-benar melakukannya terlepas dari stres yang Anda alami.

Mungkin Anda juga tertarik! 5 Fungsi Manajemen dalam Sebuah Bisnis

Sumber dari : energepic.com dari Pexels.com

1. Mereka mengapresiasi apa yang mereka punya

Meluangkan waktu untuk merenungkan apa yang Anda syukuri bukan hanya suatu hal yang “benar”. Itu juga meningkatkan suasana hati Anda, karena itu mengurangi hormon stres kortisol sebesar 23%.

Penelitian yang dilakukan di Universitas Kalifornia oleh Davis menemukan bahwa orang-orang yang bekerja sehari-hari untuk menanamkan sikap untuk bersyukur mengalami peningkatan dalam suasana hati, energi, dan kesehatan fisik mereka. Kemungkinan besar tingkat kortisol yang rendah berperan besar dalam hal ini.

2. Mereka menghindari pertanyaan ‘Bagaimana jika?’
Pernyataan “Bagaimana jika?” menambah minyak ke dalam api dalam stres dan kekhawatiran. Sesuatu dapat terjadi dengan berjuta - juta arah yang berbeda, dan semakin banyak waktu yang Anda habiskan untuk khawatir tentang kemungkinan yang terjadi, semakin sedikit waktu Anda untuk fokus dalam melakukan aksi yang bisa menenangkan Anda dan menjaga stres Anda untuk tetap dalam kendali.

Orang yang tenang mengetahui bahwa bertanya “Bagaimana jika?” hanya akan membawa mereka ke tempat yang mereka tidak ingin atau tidak perlu pergi.

3. Mereka tetap positif
Pemikiran positif dapat membantu dalam stres yang berseldang dengan memfokuskan perhatian otak Anda pada sesuatu yang tidak membuat Anda stres. Anda harus memberikan otak Anda sedikit bantuan dengan memilih suatu hal positif untuk dipikirkan. Pemikiran positif apapun dapat membantu dalam memfokuskan kembali perhatian Anda.

Ketika semuanya berjalan dengan baik, dan suasana hati Anda sedang baik, hal ini relatif mudah. Ketika semuanya berjalan buruk, dan pikiran Anda penuh dengan pikiran negatif, hal ini mungkin bisa jadi tantangan untuk Anda.
Pada momen ini, pikirkan tentang hari Anda dan identifikasikan satu hal positif yang terjadi, tidak peduli seberapa kecil. Jika Anda tidak dapat memikirkan sesuatu dari hari ini, pikirkan pada hari sebelumnya atau bahkan minggu lalu.
Atau mungkin Anda sedang menantikan kegiatan yang menarik yang dapat Anda fokuskan. Poinnya disini adalah Anda harus mempunyai sesuatu yang positif untuk mengubah perhatian Anda ketika pikiran Anda sedang negatif.
 
4. Mereka memutuskan koneksi
Karena pentingnya menjaga stres, mudah untuk melihat bahwa mengambil waktu untuk istirahat sebentar dapat membantu Anda menjaga tingkat stres Anda tetap terkendali. Ketika Anda membuat diri Anda bekerja selama 24 jam, Anda membuka diri Anda terhadap hal-hal yang akan membuat Anda stres.

Paksakan diri Anda untuk memutuskan koneksi dan bahkan matikan telepon Anda untuk memberikan tubuh Anda istirahat dari stres yang berkepanjangan. Studi menunjukkan bahwa hal kecil dan sederhana seperti istirahat dari e-mail dapat menurunkan tingkat stres Anda.

Teknologi sekarang dapat membuat Anda tetap berkomunikasi dan berekspektasi bahwa Anda akan selalu ada selama 24 jam. Sangat sulit untuk menikmati momen tanpa stres diluar pekerjaan ketika sebuah e-mail dapat mengubah pemikiran Anda dan membuat Anda memikirkan pekerjaan yang akan datang dari telepon Anda kapan saja.
Jika melepaskan diri Anda dari komunikasi pekerjaan pada hari kerja adalah tantangan yang besar bagi Anda, lalu bagaimana jika lakukan itu di akhir pekan? Pilih beberapa jam dimana Anda akan memutuskan hubungan koneksi keluar. Anda akan merasakan betapa menyegarkan istirahat itu dan bagaimana mereka mengurangi stres Anda dengan memberikan dukungan mental Anda pada jadwal mingguan Anda.

Jika Anda khawatir tentang akibat negatif yang akan terjadi dari langkah ini, coba lakukan pada saat dimana Anda yang mungkin tidak akan dihubungi. Mungkin hari minggu pagi. Semakin Anda merasa nyaman dengan itu, rekan kerja Anda akan mulai menerima waktu Anda untuk memutuskan koneksi, dan secara bertahap meningkatkan waktu yang Anda habiskan diluar teknologi itu.

5. Mereka membatasi asupan kafein mereka
Minum kafein dapat memicu keluarnya adrenalin. Adrenalin adalah sumber dari respon “berkelahi atau lari”. Sebuah mekanisme bertahan hidup yang memaksa Anda untuk berdiri dan bertarung atau lari ketika bertemu dengan ancaman.
Mekanisme berkelahi atau lari mengesampingkan pemikiran rasional demi respon yang lebih cepat. Hal ini baik ketika seekor beruang sedang mengejar Anda, tetapi tidak terlalu baik ketika Anda sedang merespon e-mail singkat.

Ketika kafein menempatkan otak dan tubuh Anda dalam keadaan merangsang stres, emosi Anda akan mengalahkan perilaku Anda. Stres yang diciptakan oleh kafein itu jauh dari sebentar, karena waktu paruhnya yang panjang memastikan bahwa perlu waktu untuk mengeluarkannya dari tubuh Anda.

Baca juga ini! Sudahkah Anda Mendengarkan Nasihat yang Benar?

6. Mereka tidur
Saya telah mengalahkan ini selama bertahun-tahun dan tidak dapat berkata cukup terhadap pentingnya tidur dalam meningkatkan kecerdasan emosional dan mengelola tingkat stres Anda. Ketika Anda tidur, otak Anda sedang mengisi kembali, mengacak kenangan pada satu hari dan menyimpannya atau membuangnya (dimana menyebabkan mimpi), jadi Anda terbangun dengan waspada dan pikiran yang jernih.

Kendali diri, perhatian, dan ingatan Anda akan berkurang ketika Anda tidak cukup atau tidak tidur dengan benar. Kekurangan tidur meningkatkan tingkat hormon stres itu sendiri, bahkan tanpa bantuan pembuat stres lainnya.

Proyek yang menegangkan biasanya membuat Anda merasa Anda tidak mempunyai waktu untuk tidur, tetapi meluangkan waktu untuk mendapatkan tidur malam yang baik biasanya adalah salah satu hal yang menjaga Anda agar tetap terkendali.

7. Mereka menghancurkan pembicaraan diri sendiri yang negatif
Langkah besar dalam mengelola stres termasuk pada berhenti membicarakan hal negatif pada diri sendiri. Semakin banyak Anda merenungkan pikiran negatif, semakin banyak kekuatan yang Anda berikan kepada mereka. Kebanyakan pikiran negatif kita hanyalah sebuah ‘pikiran’, bukan fakta.

Ketika Anda merasa Anda mempercayai hal negatif dan pesimis tentang apa yang dikatakan oleh kata hati Anda, saatnya untuk berhenti dan tuliskan. Benar-benar hentikan apa yang Anda lakukan dan tuliskan apa yang Anda pikirkan. Setelah Anda mengambil satu saat untuk memperlambat momentum negatif dari pikiran Anda, Anda akan menjadi lebih rasional dan berpikir jernih dalam mengevaluasi kebenaran mereka.

Anda dapat bertaruh bahwa pernyataan itu tidak benar setiap kali Anda menggunakan kata seperti “tidak pernah”, “paling buruk”, dll. Jika pernyataan Anda masih terlihat seperti fakta ketika sudah ditulis di kertas, bawa mereka kepada teman atau rekan yang Anda percaya dan lihat apakah mereka setuju dengan Anda. Maka kebenarannya akan muncul.

Ketika itu terasa sesuatu selalu terjadi atau tidak pernah terjadi, ini hanyalah kecenderungan aancaman alami dari otak Anda yang menerima frekuensi atau keparahan dari suatu peristiwa. Mengidentifikasi dan melabeli pikiran Anda sebagai pikiran dengan memisahkan mereka dari fakta yang membantu Anda keluar dari siklus negatif dan pindah ke pandangan baru yang positif.

8. Mereka mengubah perspektif mereka
Stres dan kekhawatiran dihasilkan dari perspektif miring kita sendiri terhadap suatu peristiwa. Mudah untuk memikirkan bahwa tenggat waktu yang tidak realistis, atasan yang tidak pemaaf, dan kemacetan yang tidak terkendali adalah alasan kita selalu merasa stres.

Anda tidak dapat mengendalikan keadaan Anda, tetapi Anda dapat mengendalikan bagaimana Anda merespon mereka. Jadi, sebelum Anda menghabiskan terlalu banyak waktu memikirkan sesuatu, berikan beberapa waktu untuk melihatnya dari perspektif yang lain.

Jika Anda tidak tau kapan Anda perlu untuk melakukan ini, coba untuk mencari petunjuk dari kecemasan Anda mungkin tidak sebanding dengan penyebab stres Anda. Jika Anda berpikir luas, pernyataan seperti “Semuanya berjalan salah” atau “Tidak akan ada yang berhasil” maka Anda perlu untuk mengubah perspektif Anda dalam situasi itu.

Cara yang baik untuk memperbaiki pola pemikiran yang tidak produktif ini adalah untuk membuat daftar dari hal - hal spesifik yang sebenarnya berjalan salah atau tidak berhasil. Kemungkinan besar Anda hanya akan menemukan beberapa hal - tidak semuanya - dan cakupan dari hal yang membuat Anda stres ini akan terlihat lebih sedikit dari apa yang Anda bayangkan.

9. Mereka bernafas
Cara yang paling mudah untuk membuat stres intermiten adalah dengan melakukan sesuatu yang setiap hari Anda lakukan yaitu : Bernafas. Latihan saat ini dengan pernafasan Anda dimulai untuk melatih otak Anda untuk fokus hanya pada tugas saat ini dan membuang stres yang ada di belakang Anda.

Ketika Anda merasa stres, ambil beberapa menit untuk fokus pada pernafasan Anda. Tutup pintu, jauhkan semua gangguan, dan duduk di kursi lalu bernafas. Tujuannya adalah untuk menghabiskan semua waktu itu untuk bernafas, dimana akan menjaga pikiran Anda agar tidak kemana - mana. Pikirkan tentang bagaimana rasanya bernafas. Ini terdengar sederhana, tetapi sulit untuk dilakukan selama lebih dari satu atau dua menit.

Tidak masalah jika Anda teralihkan dengan pikiran lain. Ini mungkin terjadi saat permulaan, dan Anda hanya perlu membawa kembali fokus Anda pada pernafasan Anda. Jika dengan tetap fokus pada pernafasan terbukti sangat sulit, coba untuk menghitung setiap nafas yang masuk dan keluar sampai 20, lalu mulai kembali dari 1. Jangan khawatir jika Anda kehilangan hitungan. Anda selalu bisa mulai kembali dari awal.

Tugas ini mungkin terlihat mudah atau bahkan sedikit konyol, tetapi Anda akan terkejut dengan bagaimana Anda merasa tenang dan seberapa mudah untuk membuang pikiran yang mengganggu Anda yang sebelumnya terlihat sudah permanen berada di otak Anda.

10. Mereka menggunakan sistem pendukung mereka
Sangat menggoda, tetapi secara keseluruhan tidak efektif, untuk mencoba menghadapi semuanya sendiri. Untuk tetap tenang dan produktif, Anda perlu mengakui kelemahan Anda dan meminta bantuan ketika Anda perlu. Ini artinya meminta pada sistem pendukung Anda ketika situasinya sangat menantang bagi Anda untuk merasa kewalahan.

Semua orang mempunyai seseorang di tempat kerja atau diluar tempat kerja yang berada di kelompok mereka, mendukung mereka, dan siap untuk membantu mereka ketika mengalami kesulitan. Identifikasikan orang - orang ini dalam kehidupan Anda dan berusaha untuk meminta pendapat dan bantuan mereka jika Anda perlukan.

Sesuatu yang sederhana seperti membicarakan kekhawatiran Anda dapat memberikan Anda jalan keluar untuk kecemasan dan stres Anda serta memberikan Anda perspektif baru dari situasi yang Anda alami.

Sering kali, orang lain dapat melihat solusi yang Anda tidak bisa lihat karena mereka tidak secara emosional terlibat dalam situasi itu. Meminta bantuan akan mengurangi stres Anda dan memperkuat hubungan Anda dengan orang - orang yang Anda andalkan.

Baca juga dalam versi English!

Share artikel ini

Kepribadian

Tags: Sifat Positif

Dr Travis Bradberry adalah penulis bersama pemenang penghargaan dari buku terlaris #1 yaitu 'Emotional Intelligence 2.0, dan pendiri dari TalentSmart, penyedia tes dan pelatihan kecerdasan emosional terkemuka di dunia. Melayani lebih dari 75% perusahaan Fortune 500. Buku terlarisnya sudah diterjemahkan dalam 25 bahasa dan bisa didapatkan di lebih dari 150 negara. Dia telah menulis untuk Newsweek, TIME, BusinessWeek, Fortune, Forbes, Fast Company,Inc., USA Today, The Wall Street Journal, The Washington Post, dan The Harvard Business Review.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.