Teknik Memimpin dari Dalam ke Luar

Oleh Roshan Thiran|30-09-2021 | 1 Min Read
Source: leader ilustration
Mulai dengan Apa dan Mengapa Mungkin Anda Dapat Menginspirasi Jutaan Orang

Mengapa ada sebagian orang dan organisasi yang lebih inovatif, lebih berpengaruh dan lebih sukses daripada yang lainnya?  Padahal jika diamati lebih dalam, ternyata mereka tidak mempunyai dana yang besar, perlengkapan yang hebat, dan sebenarnya kedudukannya cukup rendah, namun anehnya mereka memiliki loyalitas pelanggan dan karyawan yang lebih besar?

Kenyataan ini beberapa tahun yang lalu sempat membingungkan saya, mengapa dan apa rahasianya?

Bukankah dimana saja ada bisnis kecil yang baru beroperasi tampak seperti mencegat raksasa bisnis?  Tokoh-tokoh seperti Nelson Mandela, Gandhi dan Sam Walton bukankah pada awalnya terlihat seperti kurcaci saja, namun mereka dapat menundukan lawan yang jauh lebih maju dan tersohor?  Kenapa Apple yang dipandang lebih inovatif daripada Samsung namun walaupun Samsung yang lebih banyak dianugerahi penghargaan inovasi?

Sebut saja Mozilla, sebuah organisasi kecil dengan jumlah kurang dari 60 karyawan jauh di bawah jumlah yang dimiliki Microsoft.  Namun, produk Firefox mereka jauh lebih unggul daripada IE Microsoft yang memiliki lebih banyak sumber dayanya, kemampuan dan pendanaan.  

Pertanyaan saya ini terus bermain dalam pikiran saya hingga saya bertemu dengan Simon Sinek melalui TED Talk. Ternyata, dia juga sedang bergelut dengan isu yang sama dan sedang melakukan penelitian pada kehidupan Martin Luther King dan Wright bersaudara yang notabene tidak mempunyai banyak dana dan keahlian seperti yang ada pada Samuel Langley, namun merekalah yang berhasil memenangkan perang penerbangan dengan mengalahkan segala macam tantangan dan rintangan.

Dari Dalam ke Luar 

Apa yang ditemukan Sinek: Bahwa mereka yang berhasil adalah mereka yang berfikir dan bertindak berbanding terbalik dari mereka yang berakhir dengan kekalahan.  Dalam konsepnya, Sinek menggunakan tiga kata, yaitu Mengapa, Bagaimana dan Apa.  Ketiga kata ini dinamakannya Lingkaran Emas (Golden Circle).

Lingkaran terluar disitu berlabel APA.  Bagian lingkaran ini adalah tempat misalnya, Produk perusahaan.  Lingkaran tengah adalah BAGAIMANA, yang diisi oleh teknologi yang ada dibalik produk itu sendiri.  Kemudian lingkaran ketiga atau lingkaran terdalam diisi oleh MENGAPA atau apa alasan perusahaan membuat produk itu.  

Individu-individu yang sukses, semua dimulai dengan MENGAPA diikuti dengan BAGAIMANA dan kemudian diakhiri dengan APA.  Sinek menemukan bahwa mereka yang ‘kalah’, bekerja dengan cara yang sebaliknya.

Sinek menambahkan,

“Semua organisasi dapat menjelaskan APA yang mereka lakukan; beberapa dapat menjelaskan BAGAIMANA mereka melakukannya; tetapi tidak banyak yang bisa menjelaskan MENGAPA mereka melakukannya."


Sukses dapat dengan mudah ditiru jika kita mempraktekkan kepemimpinan yang ‘dari dalam ke luar’ bukan ‘dari luar ke dalam’

Model konsep Sinek ini; MENGAPA-BAGAIMANA-APA, sebenarnya berbasiskan biologis.  Otak kita terbagi dalam dua bagian, yaitu Neocortex dan Limbic Brain.  Neocortex (bagaimana dan apa) bertanggung jawab atas semua pemikiran dan bahasa analitik kita yang rasional sedangkan Limbic Brain, bertanggung jawab atas perasaan, kepercayaan, dan semua perilaku manusia serta pengambilan keputusan tanpa kemampuan bahasa.

Ketika kita berkomunikasi ‘dari dalam ke luar’.  Kita sedang berbicara langsung pada bagian otak yang mengendalikan perilaku.  Neocortex kemudian akan mengikuti dan merasionalisasi perilaku itu.  Namun ketika kita berkomunikasi dari luar, orang mungkin akan memahami banyak informasi yang rumit, tetapi mungkin tidak akan memicu perilaku.  Ini sebabnya mengapa Anda dapat memberi seseorang seluruh manfaat dari produk Anda tetapi mereka masih tidak membeli produk Anda, sementara dalam beberapa kasus, (seperti dengan Apple iPhone 4 yang memiliki problem penerimaan jaringan) orang masih berbondong-bondong mendapatkannya.


Baca juga artikel ini dalam bahasa Inggris "“Why How What” Inside-Out Leadership: The Difference Between Winners And Losers"


Sumber: kindpng.com

Mengapa

Steve Jobs pernah berkata, “inovasi tidak ada kaitannya dengan berapa jumlah dana yang anda miliki untuk penyelidikan dan pembangunan (R&D).  Ketika Apple datang dengan Mac, IBM telah menghabiskan setidaknya 100 kali lebih banyak untuk R&D.  Ini bukan tentang uang, ini tentang bagaimana Anda memimpin.  Jobs memahami dengan jelas bagaimana memimpin, dan itu berarti dia mulai dengan soal MENGAPA.

Inti ide Sinek terletak pada pusat lingkaran MENGAPA, yang mewakili keyakinan dan hasrat dari pengusaha. Mengapa usaha Anda harus tetap ada? Ini mungkin sebuah pertanyaan strategis paling penting yang perlu dijawab.  Tetapi sayangnya banyak orang menjawab dengan “menghasilkan uang”.

Menghasilkan uang tentu diperlukan untuk bertahan hidup, tetapi ini tidak bisa menjadi satu-satunya tujuan Anda.  Bagaimanapun kita semua membutuhkan kesehatan yang baik untuk hidup tetapi itu tidak menjadikan kesehatan yang baik sebagai tujuan hidup.  MENGAPA Anda harus bertahan dan melibatkan diri dalam kontribusi sosial dan menjadi berguna, hal inilah yang membawa tujuan berarti.

Berikut adalah beberapa contoh MENGAPA,  Google: Mari kita atur informasi dunia, Mozilla: Mari kita hancurkan Microsoft, Apple: Mari kita tentang status quo, Wikipedia: Mari kita sumbang pengetahuan dan wujudkan penyimpanan informasi global yang benar, Airasia: Mari kita mungkin kan semua orang untuk terbang, dan Leaderonomics: Mari kita mentransformasi bangsa.

Pakar ahli saraf (neurologi) Aron Buchman mengklaim bahwa orang yang memahami “MENGAPA” dalam hidup mereka, hidup lebih lama dan memiliki resiko lebih rendah mengidap penyakit Alzheimer.  Dia menambahkan, “orang dengan tujuan hidup yang tinggi mempunyai lebih rendah kadar resiko kematian dan kecacatan.  Pada tingkat penyelidikan awal, kami menemukan bahwa mereka yang memiliki tujuan hidup yang tinggi memiliki tingkat demensia dua setengah kali lebih rendah.”

Mengetahui MENGAPA milik Anda, memberikan Anda tujuan. Kita cenderung memiliki lebih banyak peluang daripada yang bisa kita kejar. Mengetahui MENGAPA anda ada, membantu untuk Anda bisa memilih tindakan yang akan dilakukan dan yang sengaja tidak akan dilakukan.

Sumber: Pexels.com

Bagaimana

Setelah Anda merumuskan MENGAPA, Anda kemudian dapat mencari tahu BAGAIMANA Anda akan mencapai MENGAPA.  Ambil contoh Walmart, pengecer terbesar di dunia.  Dia dimulai dengan MENGAPA yang sederhana.  Harga murah setiap hari.  Sam Walton ingin membuat toko dimana pelanggan tidak perlu menggunting kupon, membandingkan harga atau terlibat dalam kegiatan yang tidak bernilai tambah supaya mendapatkan harga yang terendah.  Kemudian barulah dia lanjutkan dengan BAGAIMANA.

Walton kemudian membangun infrastruktur untuk mendukung MENGAPA-nya termasuk rantai pemasok terbaik dunia, sistem pertukaran data elektronik (EDI) yang memastikan efisiensi biaya, mempekerjakan orang-orang pensiunan yang tentunya gaji lebih rendah, membangun toko-toko di lokasi terpencil dimana sewa lebih murah dan sepenuhnya menghilangkan iklan dan memastikan bahwa perusahaannya memiliki staf sesedikit mungkin.  

Kebanyakan organisasi menjadikan Walmart sebagai suatu tolok ukur dan mencoba meniru BAGAIMANA-nya Walmart.  Tetapi, BAGAIMANA milik Walmart itu adalah didasarkan pada MENGAPA miliknya. Karena itu peniruan yang dilakukan tidak membuahkan hasil.

MENGAPA milik Air-Asia adalah untuk ‘memastikan semua orang bisa terbang’.  BAGAIMANA milik Air-Asia adalah membina infrastruktur untuk menyokong MENGAPA ini.  Untuk memungkinkan semua orang terbang, mereka perlu mengelola biaya dan harga tiket dari nol (untuk mereka yang tidak punya uang) hingga harga penuh (untuk mereka yang mampu membayar). Jika MENGAPA mereka adalah “Maskapai penerbangan bertarif rendah terbaik”, maka semua harga tiket mereka menjadi rendah.

Pada intinya, BAGAIMANA adalah cara MENGAPA dapat dicapai. Ini merangkumi semua sistem nilai, proses, struktur, dan bakat di dalam organisasi Anda dan sistem lingkungan yang Anda buat untuk mendukung MENGAPA Anda.  MENGAPA milik Wikipedia memungkinkan mereka untuk membangun keseluruhan sistem lingkungan web (BAGAIMANA) dengan organisasi sukarela global dan organisasi perlindungan.

Baca juga artikel berjudul "Keteladanan Kunci Sukses Kepemimpinan"

Sumber: Pexels.com

Apa

Amazon.com adalah bisnis yang menentang logika. Pengecer online yang telah menjadi toko buku terbesar di dunia.  Jeff Bezos, CEO dan pendirinya tahu APA mereka untuk membuka toko buku online. Tetapi tidak seperti orang lain, Bezos tidak memulai dengan APA.  Dia mendahului dengan menghabiskan berjam-jam berada di toko buku-toko buku tradisional untuk mengenal pasti MENGAPA.  Ketika dia mengunjungi toko buku-toko buku itu dia menjadi jelas bahwa disana ada sebuah ‘pengalaman’ yang dialami oleh orang-orang ketika pergi membeli buku.  Orang-orang membaca bagian-bagian buku, membandingkan buku, melihat-lihat daftar buku terlaris dan merasa frustasi ketika sebuah buku yang mereka perlukan kehabisan stok.  Bezos dengan cepat memahami MENGAPA-nya untuk menjadi toko buku terbesar di dunia. Dia kemudian menyempurnakan MENGAPA-nya menjadi

“kami berusaha menawarkan pilihan buku terbesar di dunia dan menjadi perusahaan yang berada di deretan teratas dunia dalam hal mengutamakan pelanggannya.” 


BAGAIMANA-nya adalah untuk memastikan ‘pengalaman’ di dalam kedai buku tradisional dipadukan dan pada masa yang sama menangani rasa frustrasi pelanggan (misalnya kurangnya judul buku). Walaupun memang infrastruktur yang dibangunnya ini bernilai triliunan tetapi menjamin Amazon memberikan pengalaman yang benar-benar unik kepada pelanggannya.berupaya memberi pengalaman yang sungguh unik kepada pelanggannya.

Mengapa-nya, akhirnya setelah seluruh infrastruktur ini dibangun, ia kemudian berfokus pada APA– produk dan layanan aktual yang ditawarkan oleh Amazon yaitu buku, musik dan video. APA mungkin sudah dimulai sebagai toko buku, tetapi begitu dia mengerti MENGAPA, dia menjadi berkembang jauh lebih banyak lagi.

Demikian juga Apple, yang dimulai sebagai perusahaan komputer, tetapi MENGAPA-nya adalah untuk meninggalkan pengaruhnya di alam semesta.  Apple percaya bahwa ‘segala yang kami lakukan, kami lakukan dengan cara yang berbeda’.  Itulah MENGAPA-nya.  Bagaimana ia menantang status quo, adalah dengan mempekerjakan orang-orang berbakat dan membuat produk-produk cantic dengan desain yang hebat.  Dan akhirnya, APA yang dilakukan Apple adalah komputer, MP3 Player, ponsel, atau apa saja yang mendukung MENGAPA-nya.

Kita sering berkomunikasi mulai dari APA. Perusahaan-perusahaan mengkomunikasikan APA yang mereka jual.  Tetapi kebenarannya adalah, orang tidak membeli apa yang Anda lakukan.  Mereka membeli mengapa Anda membuatnya?


Kesimpulan

Ada perbedaan antara memberi arahan dan memberi arahan-arahan.  Arahan adalah tujuan akhir (MENGAPA) sementara arahan-arahan adalah (BAGAIMANA dan APA) adalah rencana untuk membawa Anda kesana. Pemimpin-pemimpin banyak yang memberi arahan-arahan ketika seharusnya mereka menetapkan arahan.
Martin Luther King menginspirasi banyak orang untuk menentang rasisme.  Menariknya, pidatonya dimulai dengan “saya punya mimpi” dan bukan “saya punya rencana”.  Kita beranggapan bisnis yang hebat dimulai dengan rencana bisnis yang solid.  Namun tidak sedikit perusahaan yang dibangun berdasarkan rencana bisnis yang solid tapi tidak bertahan lama.  Sebaliknya, mulailah dengan MENGAPA dan Anda mungkin berakhir dengan menginspirasi jutaan orang. 

Tonton juga video berjudul "Perspektif Pemimpin Muda Dalam Kepemimpinan | Samuel Schuster, Global Partners Asia Tenggara"

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Roshan is the Founder and CEO of the Leaderonomics Group. He believes that everyone can be a leader and "make a dent in the universe", in their own special ways. He is constantly featured on TV, radio and numerous publications sharing the Science of Building Leaders and on leadership development. Follow him at www.roshanthiran.com
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.