Keteladanan Kunci Sukses Kepemimpinan

Oleh Raihan Argya|20-08-2021 | 1 Min Read
Source: Wikimedia.org
Pemimpin sebagai teladan bagi para anggotanya, sebuah kisah nyata dari seorang taruna tingkat akhir di Akademi Kepolisian Indonesia.

Keteladanan mungkin mudah untuk didefinisikan namun dalam praktik terkadang sulit untuk diimplementasikan. Berbicara soal keteladanan mengingatkan saya pada sebuah filosofi kepemimpinan ing ngarsa sung tuladha oleh seorang tokoh pendidikan Indonesia, Ki Hadjar Dewantara. 

Saat ini saya merupakan taruna tingkat IV atau tingkat akhir di Akademi Kepolisian (Akpol). Dalam wadah organisasi taruna yang disebut Resimen Korps Taruna saat ini saya menjabat sebagai Komandan Batalyon Korps (Danyonkorps) taruna tingkat IV. Menjadi Danyonkorps merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi diri saya karena saya harus memimpin rekan-rekan satu angkatan saya sendiri yang notabene seumur dan telah bersama menjalani serangkaian pendidikan selama kurang lebih 3 tahun belakangan. 

Dalam kehidupan taruna Akpol memimpin rekan satu angkatan merupakan sebuah persoalan yang tidak mudah, akan berbeda ceritanya bila harus memimpin junior yang ketika diberikan suatu perintah tertentu sudah dapat dipastikan pasti segera dilaksanakan. Sehingga menghadapi realita tersebut diperlukan sebuah formulasi khusus, unik dan tepat agar kepemimpinan yang efektif dan berhasil dalam memimpin rekan satu angkatan dapat terwujud. Maka dari itu dalam memimpin rekan satu angkatan prinsip menjadi teladan adalah prinsip utama yang terus saya pegang dalam memimpin. 

Baca juga artikel "Memental! Sebuah Pelajaran Kepemimpinan Dari Joe Biden"

Saya sangat meyakini bahwa orang tidak akan terus mengikuti apa yang mereka dengar tapi akan terus mengikuti apa yang mereka lihat dalam diri seorang pemimpin. Ketika keteladanan sudah mampu untuk ditunjukan seorang pemimpin maka secara simultan legitimasi seorang pemimpin akan terbentuk di depan anak buahnya. Satu hal yang harus dipahami adalah menjadi seorang pemimpin bukan hanya soal mendapatkan catatan legalized hitam diatas putih dalam bentuk surat keputusan belaka melainkan juga harus legitimated di depan orang yang dipimpinnya. 

Menjadi teladan berarti kita harus mampu untuk menunjukan sifat kepribadian yang baik, luhur dan tidak tercela. Keteladanan tidak melulu menunjukan hal-hal besar, keteladanan dari hal-hal kecil yang diiringi dengan konsisten dan dilakukan secara kontinu akan membiasakan diri seseorang untuk terus menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya. Seperti di Akpol sebagai seorang Danyonkorps saya menunjukan keteladanan kepada rekan-rekan saya dengan berbagai hal kecil seperti tepat waktu dalam mengikuti kegiatan, berpenampilan rapi, taat peraturan dan menjaga postur tubuh saya agar selalu ideal sehingga mendukung performa dan appearance saya sehari-hari. 

Dengan menunjukan berbagai keteladanan itulah saya meyakini bahwa rekan satu angkatan yang saya pimpin nantinya akan termotivasi untuk menjadi teladan bagi diri maupun lingkungannya juga. Jika hal tersebut sudah terwujud maka proses kepemimpinan yang saya jalankan akan efektif dan berhasil. Maka dari itu mari jadilah pemimpin yang teladan, dan sukseskan kepemimpinan!

Tonton juga video berjudul "PEMIMPIN HARUS JADI TELADAN" dibawah ini:

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Raihan adalah seorang polisi asal Semarang. Hobinya menulis, membaca, travelling, dan olahraga gym. Baginya, penting untuk mengimbangi kesehatan jasmani dan rohani, meningkatkan kompetensi diri dan kehidupan sosial dengan orang lain untuk mencapai kebahagiaan.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.