Pelajaran Kepemimpinan dari Harry Potter

Sep 15, 2021 2 Min Read
Harry Potter
Sumber:Maurygraf dari pixabay.com

Ada beberapa pelajaran kepemimpinan yang dapat dipelajari dari Harry Potter meskipun ada banyak pelajaran penting lainnya dari karakter lain di bukunya. Menurut Halee Gray Scott, 2 pelajaran yang paling penting adalah :

1. Rendah Hati

Harry Potter sudah terkenal sejak muda di seluruh dunia sihir. Legendanya mendahuluinya. Meskipun dia mulai dari hidup dalam ketidakjelasan, dia perlahan menjadi diperhatikan dan kemudian berada dalam pengawasan.

Ketenarannya sebagai “anak laki-laki yang hidup” setelah pertemuannya dengan Voldemort, melarikan diri dari kemampuan sihir gelapnya di usianya yang muda memberikannya status sebagai seorang “pahlawan” bahkan sebelum dia bisa berbicara atau berjalan. Ketika maju melalui cerita, kami menemukan bahwa Harry Potter lolos dari sihir Voldemort karena kekuatan cinta dari ibunya daripada kekuatan miliknya.

Sama halnya dalam kepemimpinan, seorang individu biasanya menjadi arogan dan memikirkan “kekuatan mereka” sendiri terlalu tinggi, melupakan bahwa sebenarnya itu bukanlah kemampuan individu kita, melainkan sebuah basis yang aman dan sistem pendukung sekitar kita yang membawa kita pada tingkat yang lebih tinggi dan mengizinkan kita untuk sepenuhnya menilai kesempatan dalam kepemimpinan.

Baca juga : 6 Pelajaran Utama Mengenai Kepemimpinan Dari Steve Jobs

2. Pengorbanan Diri

Saat ceritanya terungkap, Harry Potter hanya ingin menjadi seorang anak laki-laki biasa, tetapi dia mengurungkan niatnya dan terus memikul beban tanggung jawab dalam menghadapi kembalinya Voldemort.

Dia menemukan ‘The Mirror of Erised’, sebuah cermin yang menunjukkan kepada orang yang sedang melihat kepada cermin tentang apa saja yang bisa membuatnya menjadi orang yang paling puas di dunia. Refleksi yang dilihat oleh Harry Potter adalah refleksi dirinya berdiri bersama dengan orang tuanya dibelakangnya, mereka melihat Harry Potter dengan penuh cinta dan kasih sayang yang lembut. Setiap malam, dia akan diam-diam keluar menuju ruangan itu selama berjam-jam, melihat refleksi akan dirinya bersama dengan orang tuanya.

Dia akan menukarkan apa saja yang ada di dunia untuk bisa mengembalikan orang tuanya. Dia tidak ingin ketenaran dan tanggung jawab dalam mengatasi Voldemort. Dia hanya menginginkan orang tuanya. Ketika satu malam, Dumbledore menemukannya sedang di depan cermin, dia menjelaskan kepadanya bahwa cermin itu hanya merefleksikan keinginan yang paling dalam dari hati seseorang, dan tidak menyediakan kebenaran juga pengetahuan.

Dengan sedikit kebijaksanaan ini, Dumbledore menyarankan Potter untuk tidak menghabiskan waktunya berada di depan cermin, dan melainkan merangkul tantangan yang disediakan dihadapannya. Dan Potter melakukannya.
Kita biasanya tidak menghubungkan kepemimpinan dengan pengorbanan diri. Potter menunjukkan kepada kita bahwa kepemimpinan biasanya berhubungan dengan pengorbanan.

Mungkin Anda juga suka : Bagaimana Anda Bisa Menjadi Seorang Pemimpin Yang Berempati?

Alt

Sumber : RODNAE Productions dari pexels.com

Kepemimpinan - sedikit tentang kekuatan dan pengaruh, tetapi lebih tentang tanggung jawab.


Karakteristik pemimpin

Memang benar bahwa kekuatan dan otoritas adalah bagian dari kepemimpinan, tetapi kepemimpinan lebih tentang tanggung jawab untuk kebaikan orang-orang yang Anda pimpin dengan melayani terlebih dahulu baru mempimpin mereka. Konsep ini pertama kali diartikulasikan oleh eksekutif dari AT&T bernama Robert Greenleaf di pertengahan abad ke-20. Dia mengidentifikasikan ada 10 karakteristik dari pemimpin yang melayani :

Potter sepertinya mempunyai semua dari 10 karakteristik ini. Berikut adalah karakteristiknya : 

1.Mendengarkan

2.Empati

3.Menyembuhkan

4.Kesadaran

5.Membujuk

6.Konseptualisasi

7.Memprediksi masa depan

8.Kepengurusan

9.Komitmen pada pertumbuhan orang-orang

10.Membangun komunitas

Ketika Anda menonton Harry Potter pada film terakhirnya, lihat karakteristik dari pemimpin yang melayani. Tebakan saya adalah Anda akan bisa melihatnya. Mungkin kualitasi itu adalah salah satu alasan mengapa buku dan film Harry Potter menjadi sangat fenomenal. Orang-orang ingin untuk dipimpin dan berada disekitar pemimpin yang mempunyai sifat-sifat itu.

Mungkin kita melihat dalam diri Potter dan kita berharap dan menginginkan sifatnya untuk ada dalam diri kita sendiri. Mungkin sihir tidak selalu ada dalam tongkat dan mantranya seperti cara Potter memimpin yang lain. Jika seperti itu, mungkin kita semua sebenarnya mempunyai kesempatan dalam menjadi pemimpin yang bisa membuat sebuah perbedaan.

Sumber dari semuanya berasal dari motivasi kita dan bagaimana kita melakukan sesuatu. Jika Anda ingin mengevaluasi model kepemimpinan Anda dan mengembangkannya lebih jauh, mungkin bukan ide yang buruk untuk mulai dari sekarang.

Baca juga dalam versi English!

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Alt
Eva yakin bahwa semua orang bisa menjadi sosok pemimpin yang mereka inginkan, jika mereka mau berusaha dan belajar dari orang-orang yang ada di sekitar mereka.
Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Seorang Pria Dengan Dua Orang Wanita Sedang Berkomunikasi

Apakah Lingkungan Anda Melakukan 'Dorongan'​ Dalam Komunikasi Di Dalam Maupun Luar Tempat Kerja?

Artikel ini Ditulis oleh Aniisu K Verghese Ph.D. Apakah Lingkungan Anda Melakukan 'Dorongan'​ Dalam Komunikasi Di Dalam Maupun Luar Tempat Kerja?

Dec 04, 2022 7 Min Read

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest