Komunikasi yang Baik atau Buruk?

Sep 15, 2021 1 Min Read
berpikir
Sumber:Andrea Piacquadio dari pexels.com
Pahami apa yang akan Anda sampaikan

Suka lihat bila seseorang berkelahi di jalan dan saling mengeluarkan kata-kata tidak enak di dengar? Nah, itulah yang saya maksud dengan bad communication. Bila seseorang dalam kondisi mental yang tidak baik, biasanya kata-kata negatif yang akan terlontarkan.

Jadi, bila banyak peserta yang bertanya kepada saya, bagaimana caranya kita dapat berkomunikasi dengan baik, ya jawaban saya adalah mental kita harus baik dulu baru kita dapat menyampaikan kata-kata yang baik yang dapat kemudian menjadi "pintu pembuka" dalam membangun hubungan dengan setiap pribadi yang kita jumpai.

Komunikasi memang memerlukan kemampuan kosa kata yang banyak agar dapat memilih kata yang paling tepat untuk disampaikan selaras dengan kalimat yang terucap, itupun hingga saat ini tidak semua orang mempunyai kemampuan mengolah kata yang baik.

Seperti yang kita ketahui dengar penyebutan: kita yang harusnya kami, atau sebaliknya, atau penyebutan kata kalian kepada audiens yang lebih tua.

Baca juga: Senjata Diri dalam Meningkatkan Kapasitas Komunikasi


Buat saya itu masalah tehnis yang dapat dipelajari oleh seseorang dengan cepat dengan membaca banyak buku dan peka terhadap definisi setiap kata.

Sedangkan bila kita dalam keadaan mood yang sedang tidak baik, cenderung kata yang di pilih menjadi tidak enak di dengar, atau disampaikan dengan nada yang tinggi sehingga terkesan marah.

Bagaimana caranya agar kita dapat mengendalikan diri ketika berkomunikasi? Berikut ini adalah 3 tips yang dapat Anda praktikkan:

Sadar akan peran kita

Alt

Sumber: Christina Morillo dari pexels.com

Setiap orang mempunyai peran, seperti saya adalah seorang ayah, saya adalah seorang profesional ketika kita sedang bekerja, atau ketika kita keluar negeri, atribut siapa kita akan terlepas karena kita menjadi pribadi yang mewakili negara, ya kita warga Indonesia.

Itu contoh sederhana ketika kita dasar akan peran kita, siapa kita, tentu kita akan membuat kita lebih sadar tentang peran yang harus dijalankan dimanapun kita berada.

Baca juga: 7 Kiat Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Persuasif


Pikirkan tujuan komunikasi

Alt

Sumber: Pixabay

Ketika keluar dari rumah, menuju tempat aktifitas, pikirkan kalimat-kalimat yang akan diucapkan adalah hanya yang positif. Bila anda akan menegur seseorang, gunakan teknik “sandwich", yaitu puji hal yang positif dari mereka, baru berikan input, dan di tutup dengan harapan agar orang tersebut melakukan yang anda harapkan dan jangan lupa, berikan kata-kata pendukung.

Jadi, bila terpikir akan menyebutkan kata negatif, lebih baik tidak diucapkan.

Teruslah membuka wawasan

Alt

Sumber: Los Muertos dari pexels.com

Banyak sekali sumber bacaan atau referensi yang dapat membuka wawasan Anda. Selain buku, ada www.tedx.com, pinterest, bahkan berlangganan master class untuk melihat orang-orang hebat berbagi banyak pengalaman dan pengetahuan kepada kita.

Mari kita terus bertumbuh, menjadi pribadi yang terbuka, menyenangkan, karena kita akan lebih senang dekat dengan orang-orang yang positif, and if you have nothing positive to say, say nothing!

Sumber artikel dari: Good or Bad Communication?


Tonton juga 'Kecerdasan Linguistik Seorang Pemimpin'!




Share artikel ini

Komunikasi

Tags: Kepemimpinan Tanpa Batas

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Komunikasi Interpersonal yang Efektif di Tempat Kerja

Seberapa Intens Komunikasi yang Tergolong Cukup?

OLEH ANIISU K VERGHESE. Layar yang penuh dengan tumpukan email bukanlah tanda dari komunikasi yang efektif. Faktanya, hal tersebut bisa saja menghambat efektivitas Anda dalam berkomunikasi. Simak artikel berikut untuk ulasannya lebih lanjut.

Feb 24, 2022 1 Min Read

Alt

Bagaimana Menghadapi Perbedaan Budaya

Dewasa ini, bekerja bersama antar bangsa bukanlah hal yang jarang terjadi. Di era globalisasi ini, kesempatan bekerja bersama antar bangsa semakin terbuka, tapi yang penting untuk diwaspadai adalah bagaimana sikap terhadap budaya orang lain.

Apr 14, 2021 4 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest