Bijak Mengambil Keputusan Seperti Simon Sinek

Oleh Simon Sinek|16-09-2021 | 3 Min Read
Source: Freepik
Saya pun tidak akan menjalin kesepakatan sekecil apapun tanpa mengaplikasikan 4 prinsip sederhana ini.

Layaknya para optimis lainnya, saya begitu mudah bersemangat ketika menyadari bahwa sesuatu yang baik kemungkinan dapat terjadi. Kebiasaan ini memang bisa membuat kita menjadi tidak sabaran, namun di sisi lain hal ini dapat membahayakan dalam bisnis.

Jika saya bersama dengan seseorang, saya cenderung mempercayai setiap perkataan mereka. Anda dapat mengatakan saya naif, tapi saya tidak mengerti mengapa mereka harus berbohong atau melebih-lebihkan kemampuan mereka.

Sayangnya, seperti kebanyakan optimis yang naif lainnya, mempercayai secara berlebihan telah merugikan saya lebih dari sekali dalam beberapa kejadian berbisnis.

Contoh yang tepat dan sering terjadi adalah ketika seseorang terinspirasi oleh pekerjaan saya, (setidaknya mereka berkata demikian) mendekati saya dengan tawaran untuk mengerjakan sesuatu bersama.

Mungkin mereka ingin mendesain ulang website mereka, menaikan penjualan, memulai latihan rebranding, menerapkan beberapa sistem yang lebih baik atau mencari tahu tentang strategi social networking.

Mereka menjanjikan semua hal yang saya pikirkan dan saya butuhkan, mereka berkata bahwa mereka pandai dalam hal yang saya tidak kuasai, mereka memiliki banyak waktu untuk semua hal yang saya tak dapat menyediakan waktu untuk itu dan mereka memiliki daftar klien yang hebat dan studi kasus beserta demonstrasi bagaimana mereka sangat tepat untuk menolong saya “mencapai tujuan saya”.

Lebih dari sekali kesempatan, saya terlibat dalam sebuah hubungan bisnis dengan mereka yang memiliki maksud baik dan kemudian saya menemukan diri saya menjadi pihak yang kalah. Seringkali hasilnya jauh dari yang saya harapkan atau impikan (di mana seringkali sangat berbeda dari apa yang mereka harapkan). Contohnya, ketika seseorang berkata bahwa mereka bisa membangun ulang website saya, saya pikir itu berarti membangun segalanya, termasuk tampilan interface-nya.

Ternyata mereka tidak memiliki banyak pengalaman dalam membangun toko online yang benar-benar mengesankan. Meski terlihat bagus, tapi toko saya masih tidak dapat bekerja seperti yang saya harapkan. Hubungan ini tidak berakhir dengan hasil yang optimal dan saya akhirnya menghabiskan banyak uang tapi tidak mendapatkan apa yang saya harapkan.

Sejak saya belajar tentang Prinsip Bruder, saya dengan bangga dapat mengatakan bahwa hal diatas tidak lagi saya alami.

Ron Bruder adalah seorang entrepreneur, filantrofis dan mentor saya. Bruder mengajarkan saya teknik sederhana untuk memastikan bahwa hubungan yang saya bangun dapat menawarkan nilai yang sesuai ekspektasi dan kuat bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Melakukan pengecekan latar belakang

Baik untuk keperluan pribadi ataupun perusahaan, mencari tahu latar belakang seseorang hanya memerlukan beberapa menit saja melalui Google. Pada lebih dari satu kesempatan, saya menemukan bahwa ada perusahaan yang sedang bermasalah sebelum kami bekerja sama dengan mereka.
 

Pelan – pelan

Begitu banyak kesepakatan, terutama oleh perusahaan kecil, yang secara optimis diputuskan dengan spontan. Sesederhana memperlambat proses tersebut pun dapat menunjukkan hal lain.
 
Saya memperlambat sebuah kesepakatan yang dibuat terlalu cepat dan itu benar–benar mengubah dinamika dari sebuah hubungan yang awal mula terlihat baik-baik saja. Pihak lain menjadi lebih agresif, dan menjadi lebih tidak sabar dengan saya. Mereka terlihat sedikit lebih tertarik untuk mendapatkan tanda tangan kontrak dengan cepat.

Hubungan bisnis yang baik seharusnya tidak terbentuk secara tergesa-gesa, melainkan dibangun secara matang untuk menjalin hubungan yang berkelanjutan.
 

Memulai dengan sesuatu yang kecil

Tidak ada kesepakatan yang dapat secara menyeluruh terbentuk dari awal suatu hubungan. Sebuah hubungan seharusnya dimulai dengan sesuatu yang kecil sehingga tujuan asli dari partner kita dapat terkuak seiring berjalannya waktu.
 
Terlebih lagi, hal ini dapat menguji hubungan kita dengan risiko yang lebih sedikit.
 
Sebagai contoh, alih-alih rebranding total, mulailah dengan hanya sebuah logo, dan lihat bagaimana mereka bekerja. Saya tidak akan lagi melakukan kesepakatan besar pada sebuah hubungan yang baru. Semua harus diawali dengan sesuatu yang kecil.

Jangan bekerja dengan seseorang yang bermasalah

Perhatikan dengan seksama hal apa yang dapat membuat seseorang stres. Jika mereka berada pada tekanan finansial, baik bisnis yang mereka jalankan atau sedang ada masalah keuangan pribadi, janganlah terlibat dengan mereka.

Anda tidak dapat memiliki hubungan bisnis yang produktif ketika seseorang sedang panik memikirkan dari mana bisa mendapatkan sumber pendapatan mereka selanjutnya.
(Catatan: ada perbedaan antara tidak memiliki banyak uang dan stress karena tidak memiliki banyak uang)

4 prinsip sederhana ini telah bekerja dengan sangat baik untuk melindungi saya dan minat saya. Saya pun tidak akan melakukan kesepakatan sekecil apapun sekarang tanpa mengaplikasikan 4 prinsip sederhana ini terlebih dahulu.

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Simon Oliver Sinek is a British-American author and inspirational speaker. He is the author of five books, including Start With Why and The Infinite Game.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2023 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.