Cara Mengembangkan Anggota Tim Menjadi Lebih Dewasa

cottonbro studio, Pexels
Suka membaca artikel seperti ini? Subscribe newsletter kami dan dapatkan insight terbaru setiap bulan.
Anda tidak bisa memaksa seseorang menjadi dewasa. Namun, Anda dapat menciptakan kondisi yang membuat kedewasaan lebih mungkin berkembang.
Orang yang dewasa membutuhkan lebih sedikit pengawasan.
Orang yang dewasa merespons dunia sebagaimana adanya, bukan berdasarkan dunia yang mereka harapkan.
Mengembangkan Anggota Tim yang Dewasa
#1. Ajarkan
Kedewasaan dapat diajarkan.
Orang yang belum matang tidak serta-merta mengetahui apa yang harus mereka lakukan. Kita semua tidak memiliki semua jawaban di dalam diri kita.
Jelaskan apa yang harus dilakukan. Yang lebih penting, jelaskan bagaimana Anda berpikir.
#2. Koreksi
Mengajarkan menjelaskan apa yang harus dilakukan. Koreksi menunjukkan apa yang perlu diubah.
- “Pelan-pelan saja. Anda mulai ceroboh.”
- “Anda sudah menyela dia tiga kali.”
- “Anda menyalahkan tim alih-alih menghadapi masalahnya.”
Jangan biarkan rasa frustrasi menjadi alasan Anda mengoreksi seseorang. Lakukan koreksi sebagai bentuk investasi untuk masa depan.
Baca Juga: Cara Keluar dari Budaya Saling Menyalahkan
#3. Berikan Tanggung Jawab
Tanggung jawab memberi seseorang alasan untuk berkembang.
Berikan orang-orang tanggung jawab yang berarti. Jangan terus mengawasi. Jangan mengambilnya kembali ketika mereka mengalami kesulitan.
Daripada mengatakan, “Ini yang seharusnya Anda lakukan,” tanyakan, “Apa yang akan Anda lakukan?”
#4. Biarkan Konsekuensi Dirasakan
Selesaikan masalah bersama orang lain, bukan untuk orang lain.
Biarkan tenggat waktu yang terlewat terasa tidak nyaman. Biarkan keputusan yang buruk menuntut usaha tambahan. Biarkan orang menjelaskan kesalahan mereka.
Dukung mereka ketika harus menghadapi konsekuensi, tetapi jangan menyelamatkan mereka.
Menyelamatkan seseorang justru memperpanjang ketidakdewasaan.
Baca Juga: Belajar untuk Tetap Bertahan dalam Permainan
#5. Sediakan Waktu untuk Berefleksi
Pengalaman tidak secara otomatis menghasilkan kedewasaan. Belajar dari pengalamanlah yang menghasilkan kedewasaan.
Setelah mengalami sesuatu yang penting, tanyakan:
- Apa yang terjadi?
- Apa yang Anda sadari tentang diri sendiri?
- Bagaimana kontribusi Anda terhadap situasi ini?
- Apa yang berhasil?
- Apa yang tidak berhasil?
- Apa yang akan Anda lakukan secara berbeda lain kali?
Refleksi mengubah pengalaman menjadi kebijaksanaan.
Jangan menuntut kedewasaan. Ciptakan kondisi yang membuat kedewasaan lebih mungkin berkembang.
Di mana ketidakdewasaan menciptakan hambatan dalam kehidupan Anda?
Bagaimana Anda dapat membantu seseorang mengembangkan kedewasaan?
Artikel ini pertama kali diterbitkan di Leadership Freak.
Kepemimpinan
Dan Rockwell adalah seorang pelatih dan pembicara dan sangat tertarik pada kepemimpinan. Dia adalah penulis blog kepemimpinan terkenal di dunia, Leadership Freak.






