Cara Mengembangkan Anggota Tim Menjadi Lebih Dewasa

Oct 07, 2026 • 2 Min Read
A businesswoman leading her team
Sumber:

cottonbro studio, Pexels

Membantu orang mengambil tanggung jawab yang lebih besar.

Suka membaca artikel seperti ini? Subscribe newsletter kami dan dapatkan insight terbaru setiap bulan.

Anda tidak bisa memaksa seseorang menjadi dewasa. Namun, Anda dapat menciptakan kondisi yang membuat kedewasaan lebih mungkin berkembang.

Orang yang dewasa membutuhkan lebih sedikit pengawasan.

Orang yang dewasa merespons dunia sebagaimana adanya, bukan berdasarkan dunia yang mereka harapkan.

Mengembangkan Anggota Tim yang Dewasa

#1. Ajarkan

Kedewasaan dapat diajarkan.

Orang yang belum matang tidak serta-merta mengetahui apa yang harus mereka lakukan. Kita semua tidak memiliki semua jawaban di dalam diri kita.

Jelaskan apa yang harus dilakukan. Yang lebih penting, jelaskan bagaimana Anda berpikir.

#2. Koreksi

Mengajarkan menjelaskan apa yang harus dilakukan. Koreksi menunjukkan apa yang perlu diubah.

  • “Pelan-pelan saja. Anda mulai ceroboh.”
  • “Anda sudah menyela dia tiga kali.”
  • “Anda menyalahkan tim alih-alih menghadapi masalahnya.”

Jangan biarkan rasa frustrasi menjadi alasan Anda mengoreksi seseorang. Lakukan koreksi sebagai bentuk investasi untuk masa depan.

Baca Juga: Cara Keluar dari Budaya Saling Menyalahkan

#3. Berikan Tanggung Jawab

Tanggung jawab memberi seseorang alasan untuk berkembang.

Berikan orang-orang tanggung jawab yang berarti. Jangan terus mengawasi. Jangan mengambilnya kembali ketika mereka mengalami kesulitan.

Daripada mengatakan, “Ini yang seharusnya Anda lakukan,” tanyakan, “Apa yang akan Anda lakukan?”

#4. Biarkan Konsekuensi Dirasakan

Selesaikan masalah bersama orang lain, bukan untuk orang lain.

Biarkan tenggat waktu yang terlewat terasa tidak nyaman. Biarkan keputusan yang buruk menuntut usaha tambahan. Biarkan orang menjelaskan kesalahan mereka.

Dukung mereka ketika harus menghadapi konsekuensi, tetapi jangan menyelamatkan mereka.

Menyelamatkan seseorang justru memperpanjang ketidakdewasaan.

Baca Juga: Belajar untuk Tetap Bertahan dalam Permainan

#5. Sediakan Waktu untuk Berefleksi

Pengalaman tidak secara otomatis menghasilkan kedewasaan. Belajar dari pengalamanlah yang menghasilkan kedewasaan.

Setelah mengalami sesuatu yang penting, tanyakan:

  • Apa yang terjadi?
  • Apa yang Anda sadari tentang diri sendiri?
  • Bagaimana kontribusi Anda terhadap situasi ini?
  • Apa yang berhasil?
  • Apa yang tidak berhasil?
  • Apa yang akan Anda lakukan secara berbeda lain kali?

Refleksi mengubah pengalaman menjadi kebijaksanaan.

Jangan menuntut kedewasaan. Ciptakan kondisi yang membuat kedewasaan lebih mungkin berkembang.

Di mana ketidakdewasaan menciptakan hambatan dalam kehidupan Anda?

Bagaimana Anda dapat membantu seseorang mengembangkan kedewasaan?

Artikel ini pertama kali diterbitkan di Leadership Freak.

Share artikel ini

Dan Rockwell

Dan Rockwell adalah seorang pelatih dan pembicara dan sangat tertarik pada kepemimpinan. Dia adalah penulis blog kepemimpinan terkenal di dunia, Leadership Freak.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

meeting

Bagaimana Membuat Orang “Tertarik” Sebelum Anda Banyak Bicara

Bersama Agung Setiyo Wibowo, memahami bagaimana tiga pilar membentuk karisma yang membuat seseorang lebih dipercaya, didengar, dan mudah terhubung dengan orang lain.

May 21, 2026 • 4 Min Read

leaders

Apakah Anda Mengenali 10 Tipe Pemimpin Ini?

Bersama Tom MC Ifle, memahami berbagai tipe pemimpin yang dapat menghambat tim dan mengapa tidak semua orang yang memiliki posisi pemimpin mampu memimpin dengan baik.

Aug 15, 2026 • 13 Min Podcast

Ilmu Kepemimpinan Ala Samurai

Ilmu Kepemimpinan Ala Samurai

Kira-kira, bagaimana kita bisa mengaplikasikan ilmu kepemimpinan ala samurai dalam kehidupan sehari-hari? Simak pembahasan lengkapnya pada livestream berikut ini! \

Jan 25, 2022 • 36 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest