7 Hal yang Harus Dilakukan Sebagai Manajer Pertama Kali

Oleh ADMIN|14-01-2022 | 5 Min Read
Apa yang harus pertama kali dilakukan seorang manajer?

Bagaimana manajer baru berkomunikasi dengan timnya akan mempunyai efek dalam transisi mereka.

Jika Anda baru saja pertama kali dipromosikan, mungkin Anda bersemangat tentang pertunjukan baru Anda, siap untuk mengambil alih, dan, jujur saja, merenungkan bagaimana menghabiskan gaji baru pertama Anda.

Tetapi, jika Anda seperti kebanyakan orang, Anda juga merasa sangat ketakutan. Meskipun lulus ke bagian manajemen adalah pencapaian yang besar, itu juga adalah awal dari tantangan yang besar. Tidak yakin harus mulai dari mana? Mulailah dengan langkah yang tepat dengan langkah-langkah berikut ini untuk bisa transisi dengan lancar.
 
1. Jadilah pintar
Pertama, buatlah jadi misi pribadi Anda untuk mempelajari semua yang bisa Anda pelajari - percayalah, ini adalah kunci pada kesuksesan manajer yang baru. Mencari sarana manajemen, sumber daya, dan kelas yang ditawarkan oleh perusahaan Anda.

Beberapa organisasi mempunyai pelatihan supervisor, dan hampir semua mempunyai manual dan kebijakan SDM. Baca, cerna, dan simpan itu semua di rak buku Anda.

Anda juga harus menggali dan belajar tentang setiap orang yang akan Anda kelola. Tijau data pribadi, CV, ulasan dan tujuan mereka. 
 
2. Cari mentor
Tentu saja, banyak situasi yang Anda hadapi sebagai seorang manajer tidak tertulis dalam buku manual. Bagaimana Anda menghadapi anggota tim dengan performa rendah? Atau orang berprestasi yang ingin Anda promosikan tetapi tidak bisa karena kekurangan budget? 

Kabar baiknya adalah, seseorang mungkin sudah pernah mengatasi situasi yang sedang Anda hadapi. Jadi salah satu hal yang paling penting adalah mencari mentor, seseorang yang bisa Anda ajak berdiskusi ketika muncul sebuah masalah. Jika ini adalah bos Anda, bagus. Jika tidak, cari orang lain dalam perusahaan Anda yang bisa mengisi posisi ini.

Baca juga! Manajer VS Pemimpin: Apa Perbedaannya?

3. Mengubah fokus Anda
You’ve likely been promoted because you’re awesome at your job. But the crazy thing about your new position? It’s not about you anymore.
Mungkin Anda dipromosi karena Anda hebat dalam bekerja. Tetapi posisi baru Anda tidak hanya berkaitan dengan Anda saja.

“Sebelum Anda menjadi manajer, tugas nomor satu Anda adalah menyelesaikan tugas Anda,” kata Penelope Trunk dalam ‘4 Worst Mistakes of a First Time Manager’. “Sekarang, tugas nomor satu Anda adalah membantu orang lain menyelesaikan tugas mereka dengan cara yang paling luar biasa.”

Peralihan ini seringkali akan sulit bagi seorang manajer yang baru saja dipromosikan, tetapi ini penting - performa Anda akan terikat dengan performa tim Anda.

Hal ini berarti, jika tim Anda gagal, Anda juga gagal. Dan jika mereka sukses? Anda bisa mengambil penghargaan, tetapi Anda harus membagikannya dengan anggota kelompok lainnya, atau mereka tidak akan mau untuk melakukan tugas mereka dengan baik di masa depan.
 
4. Dengar dan belajar
Banyak manajer baru yang ingin membuat perubahan yang berani untuk menunjukkan bahwa mereka yang bertanggung jawab - dan itu adalah ide yang buruk. Tahan godaan ini, dan sebaliknya, luangkan banyak waktu untuk memahami organisasi dan tim Anda sepenuhnya.

Buat pertemuan individu dengan setiap anggota tim Anda untuk memahami peran mereka. Tanyakan pertanyaan tentang yang mereka suka dari pekerjaan mereka, tantangan terbesar yang mereka hadapi, dan ide mereka dalam mengembangkan organisasi.

Tentu saja, Anda tidak bisa menyenangkan semua orang, tetapi dengan mengatakan “Saya akan senang mendapatkan masukan Anda saat saya membuat rencana untuk masa depan” akan membangun hubungan yang positif dan membuka komunikasi dengan tim Anda. 

Dan memahami apa tujuan, tantangan, dan halangan orang-orang akan membantu mereka memberikan performa pada tingkat yang lebih tinggi, yang akan menjadi bantuan bagi performa Anda. Beritau mereka bahwa Anda mau untuk mendengarkan keperluan mereka. Pastikan karyawan Anda mengetahui kapan dan bagaimana mereka bisa berkomunikasi dengan Anda.

Mungkin Anda tertarik dengan ini! Sudahkah Anda Melibatkan Karyawan Anda?

5. Peralihan panggilan hubungan
Kesalahan terbesar yang dibuat seorang manajer baru? Ketika ditanya pertanyaan ini, “90% wanita yang kami wawancara mengatakan bahwa mereka mencoba untuk disukasi,” kata penulis Caitlin Friedman dan Kimberly Yorio dalam The Girl’s Guide to Being a Boss (Without Being a B****).

Hal ini terjadi ketika Anda dipromosikan dari dalam dan menemukan bahwa Anda menjadi atasan dari seseorang yang sebelumnya satu tingkat dengan Anda.

Jika Anda menemukan diri ANda mengelola mantan rekan kerja, Anda harus mengatasi perubahan tersebut - segera. Anda tidak bisa bersenang - senang tanpa perasaan tidak percaya dan rasa dendam dari anggota tim Anda yang lain.

Perlu diingat juga bahwa, meskipun mantan rekan kerja Anda mungkin senang untuk Anda, dia juga mungkin merasa canggung dan kesal.
Cobalah memulai percakapan dengan “Anda tau saya menghargai pertemanan kita, tetapi sebagai seorang manajer, saya harus memastikan bahwa semua orang dalam tim melihat saya itu adil dan konsisten, jadi hubungan kerja kita akan perlu untuk berubah.” Mudah? Tidak. Penting? Lebih dari yang Anda ketahui.
 
6. Jadilah model perilaku
Mengeluh tentang bos atas koktail? Terlambat 15 menit pada rapat? Maaf - hari itu sudah lama berlalu. Sebagai seorang manajer, Anda perlu untuk dipandang sebagai panutan tidak hanya oleh karyawan, tetapi juga oleh orang lain dalam organisasi.

Anda tidak bisa mengharapkan orang lain untuk memberikan yang terbaik pada pekerjaan mereka jika mereka tidak melihat Anda melakukannya juga, jadi pastikan bahwa Anda selalu dalam permainan Anda.

Hal ini berarti memenuhi tenggat waktu, berpegang teguh pada kata-kata Anda, menjaga pendapat pribadi Anda, dan melakukan yang terbaik untuk mewakili departemen dan organisasi Anda.
 
7. Kelola
Menjadi bos bukan berarti Anda bisa mengabaikan atasan Anda. Faktanya, lebih penting dari sebelumnya untuk tetap terhubung, karena Anda akan melaporkan kemajuan dari seluruh kelompok orang. 

Penting juga untuk memastikan bahwa tujuan yang Anda uraikan untuk tim Anda terkait erat dengan prioritas atasan Anda.

Mintalah untuk mengatur pertemuan rutin untuk mendiskusikan tujuan, kemajuan, dan masalah Anda, serta bagaimana hubungannya dengan organisasi secara keseluruhan. Anda hanya bisa membuat atasan Anda terkesan dengan kemajuan tim Anda jika Anda berjalan di arah yang tepat.

Menjadi seorang manajer adalah pengalaman belajar yang berkelanjutan, dan mungkin tidak akan pernah “mudah”. Tetapi, lakukan penelitian Anda, tetapkan ekspektasi, dan alihkan fokus Anda sejak awal, dan Anda akan memulainya dengan baik.

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Artikel ini ditulis oleh editor kami
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.