5 Tips Yang Menjatuhkan Kepemimpinan

Oleh Roshan Thiran|07-12-2020 | 1 Min Read
Sebuah Tips yang Dapat Menjatuhkan Kepemimpinan Saringlah Sebelum Anda Melakukannya

“Apa yang Anda yakini sebagai seorang pemimpin pada akhirnya akan menentukan siapa Anda ketika menjadi seorang pemimpin”

Sayangnya, keyakinan yang dipercaya oleh banyak pemimpin tidak hanya ketinggalan zaman, tetapi juga dapat membatasi potensi pertumbuhan pemimpin yang mengikuti ide-ide ini. 

Berikut adalah 5 kepercayaan yang paling umum dipegang . 

1. "Jangan biarkan mereka melihatmu berkeringat"

Keyakinan ini muncul sejak hari pertama seseorang diangkat menjadi pemimpin. Dia sangat dihormati, bukan karena kesempurnaannya yang seperti Superman. Faktanya bahwa hari ini, orang lebih curiga daripada hormat. Ini bukan mengatakan jika para pemimpin diliputi ketakutan dan ketidakpastian setiap saat agar terlihat berkeringat, tetapi para pemimpin harus terlihat tulus.

Baca juga artikel ini dalam bahasa Inggris "5 Ways To Discredit Yourself As A Leader"

2. Sendirian

Gambaran yang muncul di benak ketika seseorang berpikir tentang kepercayaan kepemimpinan klasik adalah bahwa seorang pemimpin berada pada lapisan yang tidak dapat diakses. Padahal, seorang pemimpin hanya perlu merasa kesepian menurut pilihannya sendiri.
Seorang Pemimpin perlu memikul tugas untuk memperluas dan memperdalam hubungan dengan dunia di pundaknya.

3. “Bukan apa yang anda tahu, tetapi siapa yang anda kenal”

Perkembangan kepemimpinan bukan hanya hasil dari pertumbuhan pribadi namun juga sebagai produk sampingan dari memiliki akses rahasia ke 'siapa' yang memiliki kekuatan tertentu. Konsep ini sangat ketinggalan zaman saat ini. Memang benar, pemimpin perlu terus memperluas dan memperdalam hubungan mereka, namun ini untuk kepentingan orang lain, bukan untuk kepentingan pribadinya.

Baca juga artikel yang berjudul "5 Mitos Berbahaya dalam Leadership"

4. “Jangan bekerja lebih keras; bekerjalah dengan lebih bijak”

Masalahnya, dalam satu konteks, 'bekerja dengan bijak' adalah apa yang dilihat sebagai kerja keras. Para pemimpin saat ini tahu bahwa bekerja keras adalah apa yang disebut bekerja dengan bijaksana.

5. “Anda tidak boleh mengajar hewan peliharaan lama anda dengan trik baru”

Pernah ada kepercayaan bahwa, pada titik tertentu pemimpin secara alami akan mencapai titik kesuksesan yang tidak terduga. Lihatlah hari ini, berapapun usia mereka, para pemimpin dapat terus belajar secara efektif.

Pemimpin memang memiliki kesempatan khusus bagi yang dipimpinnya  salah satunya untuk mengembangkan potensi kepemimpinannya. Salah satu cara terpenting untuk memastikan pertumbuhan seperti itu adalah dengan menghilangkan keyakinan kepemimpinan yang sudah ketinggalan zaman yang dapat menghambat pertumbuhan Anda.

Karena itu, luangkan waktu untuk mempertimbangkan semua prinsip yang membatasi kepemimpinan Anda. Karena model kepemimpinan yang Anda yakini akan menentukan siapa Anda di masa depan.

Tonton juga video yang berjudul "Kepemimpinan Dalam Bisnis ada 10 TIPE LEADER YANG TIDAK LAYAK JADI PEMIMPIN"

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Roshan is the Founder and CEO of the Leaderonomics Group. He believes that everyone can be a leader and "make a dent in the universe", in their own special ways. He is constantly featured on TV, radio and numerous publications sharing the Science of Building Leaders and on leadership development. Follow him at www.roshanthiran.com
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.