Penerbit Mayor atau Indie? Menentukan Jalan Paling Tepat bagi Penulis Pemula

Jan 20, 2026 4 Min Read
Book Display in Library
Sumber:

Eliza Ari, Pexels

Pertanyaan ini hampir selalu muncul setiap kali saya berbincang dengan penulis pemula:

“Mas, mending nunggu diterima penerbit mayor atau langsung terbit indie?”

Pertanyaan ini sangat wajar. Dalam benak banyak orang, penerbit mayor masih dipandang sebagai “liga utama”, sedangkan penerbit indie kerap dianggap sebagai “jalur alternatif”.

Padahal, setelah lebih dari 17 tahun menulis, menerbitkan ratusan buku, serta mendampingi puluhan klien papan atas sebagai ghostwriter, mulai dari CEO, pejabat publik, akademisi, hingga para founder, saya mempelajari satu hal penting:

Yang menentukan masa depan buku bukan siapa penerbitnya, melainkan apa tujuan penulisnya.

Mari kita bahas secara jujur dan berimbang. Namun sebelumnya, mari kita luruskan beberapa mitos yang sering beredar:

❌ “Kalau indie, bukunya pasti kurang berkualitas”
➡️ Keliru. Kualitas ditentukan oleh proses, bukan oleh label penerbit.

❌ “Kalau diterbitkan mayor, pasti laku”
➡️ Tidak selalu. Banyak buku dari penerbit mayor yang tidak mendapat perhatian.

❌ “Penulis pemula harus mulai dari indie”
➡️ Tidak mutlak. Penulis pemula dengan positioning yang kuat bisa langsung masuk penerbit mayor.

Apa yang Ditawarkan Penerbit Mayor?

Penerbit mayor menawarkan legitimasi simbolik.

Nama besar di sampul buku memberikan:

  • kredibilitas instan
  • distribusi ke toko buku berskala nasional
  • kurasi editorial yang ketat
  • proses produksi yang rapi dan terstandar

Bagi sebagian penulis, hal ini merupakan sebuah impian.

Namun, ada realitas yang sering tidak dibicarakan:

  • proses seleksi yang panjang, bahkan bisa mencapai 6 hingga 12 bulan
  • royalti yang relatif kecil
  • kendali penulis yang terbatas terhadap judul, sampul, dan positioning
  • promosi yang sering kali minimal, kecuali penulis sudah memiliki nama besar

Dalam banyak kasus, penerbit mayor bukanlah mesin pemasaran. Mereka lebih berfungsi sebagai mesin seleksi.

Jika naskah Anda lolos, itu hal yang baik. Jika tidak, bukan berarti tulisan Anda buruk, bisa jadi naskah tersebut tidak selaras dengan strategi bisnis mereka pada saat itu.

Baca Juga: Memahami Perbedaan Strategi dan Perencanaan dalam Bisnis

Lalu, Apa yang Ditawarkan Penerbit Indie?

Penerbit indie menawarkan kecepatan dan kontrol yang lebih besar.

Keunggulannya:

  • proses penerbitan yang lebih cepat
  • fleksibilitas dan konten dan positioning
  • penulis memiliki kendali penuh atas pesan yang ingin disampaikan
  • cocok untuk niche market
  • dapat selaras dengan personal branding, bisnis, atau jalur karier

Namun tentu saja ada tantangan yang perlu diperhatikan:

  • kualitas sangat bergantung pada tim yang dipilih
  • distribusi perlu usaha ekstra
  • promosi sering kali bergantung pada peran aktif penulis

Masalahnya bukan di “indie”-nya,melainkan pada strategi dan eksekusinya..

Buku indie yang ditulis dengan keseriusan, melalui proses penyuntingan profesional, serta diposisikan secara tepat, sering kali memberikan dampak yang lebih besar dibandingkan buku dari penerbit mayor yang tenggelam di rak toko.

Buku Bukan Tujuan, Melainkan Alat

White Softbound Book

Pixabay, Pexels

Sebagai ghostwriter, saya memandang buku dari sudut yang berbeda.

Bagi banyak klien saya:

  • buku adalah alat positioning
  • buku adalah aset reputasi
  • buku adalah pintu masuk ke peluang baru
  • buku adalah bentuk legacy

Dalam konteks ini, pertanyaan yang lebih penting bukanlah:

“Penerbitnya apa?”

Melainkan:

“Buku ini ingin bekerja untuk apa?”

Saya pernah melihat:

  • buku indie membuka jalan menuju posisi strategis
  • buku indie mengantarkan penulis menjadi pembicara nasional
  • buku indie menjadi fondasi lahirnya bisnis dan institusi
  • buku dari penerbit mayor yang unggul secara nama, tetapi minim dampak nyata

Karena pada akhirnya, buku hidup dari pembacanya, bukan dari logo yang tertera di sampulnya.

Jadi, Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?

Jawaban jujurnya: tergantung pada niat Anda dalam menulis.

Baca Juga: Sampaikan Kekhawatiran Anda: Berani Bicara Tanpa Bikin Suasana Tegang

Pilih penerbit mayor jika:

  • tujuan utama Anda adalah pengakuan industri
  • Anda siap menunggu dan bersaing dalam proses seleksi
  • Anda ingin belajar dari kurasi editorial yang ketat
  • Anda tidak keberatan dengan keterbatasan kontrol

Pilih penerbit indie jika:

  • Anda inginmembangun kredibilitas dengan lebih cepat
  • buku Anda mendukung pengembangan karier atau bisnis
  • Anda punya niche yang spesifik
  • Anda ingin menjaga pesan tetap utuh
  • Anda memandang buku sebagai strategi, bukan sekadar produk

Dan ada opsi ketiga yang sering dilupakan, yaitu menulis dengan standar mayor, namun menggunakan strategi indie.

Artinya:

  • riset yang serius
  • struktur tulisan yang kuat
  • editor profesional
  • desain yang matang
  • positioning yang jelas
  • distribusi yang terencana

Kombinasi ini merupakan kekuatan yang sangat signifikan.

Jangan Tanya ‘Mana yang Lebih Keren’, Tanya ‘Mana yang Lebih Tepat’

Menulis buku adalah keputusan strategis. Strategi yang baik selalu dimulai dari kejelasan tujuan.

Kalau tujuan Anda jelas:

  • membangun reputasi
  • memperkuat karier
  • meninggalkan legacy
  • atau membuka peluang baru

Maka pilihan penerbit akan menjadi keputusan yang disadari, bukan sekadar ikut arus.

Dan satu hal terakhir dari pengalaman panjang saya:

Buku yang paling berdampak bukan yang paling banyak dipuji, tapi yang paling banyak bekerja untuk penulisnya.

Jika Anda sedang mempertimbangkan jalur mana yang akan dipilih, tulisan ini bukan untuk memihak, melainkan untuk membantu Anda mengambil keputusan dengan lebih dewasa.

Artikel ini diterbitkan dari akun LinkedIn milik Agung Setiyo Wibowo.

Share artikel ini

Alt

Agung merupakan seorang konsultan, self-discovery coach, dan trainer yang telah menulis lebih dari 50 buku best seller.

 

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Gambar Tulisan Diatas Kertas Strategi Pemasaran

Tingkatkan Permainan Pemasaran B2B Anda: 5 Strategi yang Mendorong Hasil

Artikel ini Ditulis Oleh : Mayank Singh. Tingkatkan Permainan Pemasaran B2B Anda: 5 Strategi yang Mendorong Hasil

Aug 03, 2023 5 Min Read

Alt

Memelihara Budaya Kerja Bersama Tim

Dalam wawancara ini, kami banyak berbincang tentang bekerja tim. Dimitry sebagai seorang yang sampai sekarang ini sedang bekerja pada sebuah organsiasi yang terhitung telah dijalani selama 14 tahun sampai wawancara ini dilakukan melihat 4 point penting yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin untuk dapat menjalankan kepemimpinan tim.

Apr 28, 2021 33 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest