Menavigasi Etika Bisnis di Berbagai Budaya Asia

Jan 01, 2026 6 Min Read
A group of people celebrating a promotion
Sumber:

RDNE Stock project, Pexels

Indonesia telah menjadi salah satu pusat penting bagi investasi asing, dengan perusahaan-perusahaan dari Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok memainkan peran besar dalam lanskap ekonominya. Negara-negara ini memiliki etika bisnis, norma sosial, dan kerangka budaya yang sangat kuat dan mengakar, yang memengaruhi cara mereka beroperasi dan berinteraksi.

Bagi para profesional Indonesia yang bekerja dengan pemangku kepentingan dari negara-negara tersebut, memahami nuansa budaya ini dapat menghasilkan kemitraan yang lebih kuat serta praktik bisnis yang lebih efektif.

Perusahaan Jepang di Indonesia

Jepang telah berinvestasi di Indonesia selama beberapa dekade, terutama di sektor manufaktur, otomotif, dan infrastruktur. Perusahaan-perusahaan besar seperti Toyota, Honda, Mitsubishi, Yamaha, dan Sumitomo memiliki operasi yang luas di Indonesia. Di sektor elektronik, perusahaan seperti Panasonic dan Sony juga telah lama memiliki fasilitas produksi di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, lebih dari 1.500 perusahaan Jepang beroperasi di Indonesia dan memberikan kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja serta pengembangan teknologi. Jepang tetap menjadi salah satu investor asing terbesar di Indonesia, yang mencerminkan kuatnya hubungan ekonomi antara kedua negara.

Perusahaan Korea Selatan di Indonesia

Investasi Korea Selatan di Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan, khususnya di industri tekstil, elektronik, dan baja. Perusahaan-perusahaan terkemuka Korea Selatan seperti Samsung, LG, Hyundai, Lotte, dan POSCO telah membangun kehadiran yang kuat di Indonesia, sekaligus memperkuat kolaborasi industri dan ekonomi.

Pemerintah Korea Selatan secara aktif mendorong investasi ke Indonesia, sehingga lebih dari 2.000 perusahaan Korea kini beroperasi di Indonesia. Perusahaan-perusahaan ini mempekerjakan ribuan tenaga kerja lokal dan mendorong hubungan perdagangan antara kedua negara.

Perusahaan Tiongkok di Indonesia

Tiongkok dengan cepat memperluas kehadirannya di Indonesia, khususnya di sektor infrastruktur, energi, dan teknologi digital. Melalui inisiatif Belt and Road (BRI), investasi Tiongkok di Indonesia meningkat pesat, dengan sekitar 1.000 perusahaan Tiongkok berdiri di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Perusahaan-perusahaan tersebut banyak berinvestasi di sektor pertambangan, perdagangan elektronik seperti Alibaba dan TikTok, serta telekomunikasi melalui Huawei dan ZTE. Saat ini, Tiongkok menjadi mitra dagang terbesar Indonesia, dengan kolaborasi yang terus berkembang di bidang inovasi digital, kota pintar, dan proyek energi terbarukan.

Komunitas Ekspatriat dari Jepang, Korea, dan Tiongkok di Indonesia

Seiring meningkatnya investasi asing, ekspatriat dari Jepang, Korea, dan Tiongkok juga menetap di Indonesia untuk mendukung ekspansi bisnis serta pertukaran lintas budaya.

Ekspatriat Jepang diperkirakan berjumlah sekitar 20.000 orang, sebagian besar bekerja di posisi eksekutif atau manajerial di perusahaan multinasional Jepang.

Ekspatriat Korea Selatan berjumlah sekitar 78.676 orang, menjadikan mereka salah satu komunitas asing terbesar di Indonesia.

Ekspatriat Tiongkok, meskipun populasi etnis Tionghoa telah lama menjadi bagian dari sejarah Indonesia, jumlah ekspatriat Tiongkok yang bekerja di bidang bisnis dan investasi diperkirakan mencapai puluhan ribu orang, terutama di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Batam.

1. Pentingnya Kesan Pertama dan Salam Pembuka

Jepang
Sapaan yang terstruktur dan sopan sangat menentukan suasana interaksi bisnis. Karyawan menyapa atasan dengan ungkapan formal seperti “Ohayo gozaimasu” (selamat pagi) dan membungkuk sebagai bentuk penghormatan.

Korea Selatan
Membungkuk dalam-dalam dan penggunaan bahasa kehormatan menegaskan hierarki. Gelar seperti “Sajangnim” (direktur utama) atau “Seonsaengnim” (guru atau profesor) digunakan secara umum.

Tiongkok
Sapaan cenderung lebih santai, dengan efisiensi lebih diutamakan dibanding formalitas yang berlebihan. Namun, jabat tangan yang tegas dan penggunaan gelar jabatan tetap dianggap sebagai bentuk penghormatan.

Bagi profesional Indonesia, menyeimbangkan formalitas dan kehangatan dapat membantu membangun hubungan yang baik dengan rekan dari negara-negara tersebut.

Baca Juga: 5 Tips Diterima dengan Baik di Lingkungan Kerja Baru

2. Peran Gelar dan Hierarki dalam Komunikasi

Dalam budaya yang sangat hierarkis seperti Jepang dan Korea, cara menyapa atasan memiliki peran yang sangat penting. Di Jepang, gelar seperti “Shacho” (presiden direktur) atau “Bucho” (kepala departemen) wajib digunakan dalam konteks profesional.

Tiongkok memiliki struktur yang serupa, meskipun penerapannya cenderung lebih fleksibel tergantung pada industri. Indonesia juga mengenal hierarki, namun umumnya lebih santai, terutama di industri kreatif. Meski demikian, saat berinteraksi dengan profesional Asia Timur, menghormati penggunaan gelar yang mereka preferensikan akan meningkatkan rasa saling menghargai.

3. Ketepatan Waktu dan Etos Kerja

Jepang
Datang tepat waktu, atau bahkan lebih awal, merupakan aturan tidak tertulis. Keterlambatan dianggap sebagai bentuk ketidaksopanan.

Korea Selatan dan Tiongkok
Ketepatan waktu tetap diharapkan, meskipun dalam praktik bisnis di Tiongkok terkadang terdapat ruang fleksibilitas.

Indonesia
Ketepatan waktu dihargai, tetapi banyak tempat kerja masih cukup toleran terhadap keterlambatan kecil. Namun, ketika bekerja dengan rekan Jepang atau Korea, ketepatan waktu sebaiknya menjadi prioritas untuk membangun kepercayaan dan profesionalisme.

4. Pengambilan Keputusan dan Budaya Perusahaan

Jepang
Pengambilan keputusan dilakukan melalui konsensus, dengan menekankan keharmonisan dan persetujuan kelompok melalui proses nemawashi.

Korea Selatan
Keputusan biasanya mengalir dari manajemen puncak ke bawah, sejalan dengan struktur organisasi yang hierarkis.

Tiongkok
Dunia bisnis bergerak cepat, dengan pengambilan keputusan yang sering kali terpusat pada para eksekutif kunci.

Indonesia
Menggabungkan pendekatan kolaboratif dan hierarkis, tergantung pada sektor industrinya.

Memahami perbedaan ini membantu profesional Indonesia menyesuaikan ekspektasi saat bernegosiasi atau berkolaborasi dalam proyek.

5. Jejaring Bisnis dan Pembangunan Hubungan

Jepang
Praktik nominication atau membangun relasi sambil makan dan minum bersama merupakan cara umum untuk mempererat hubungan bisnis.

Korea Selatan
Kegiatan sosial seperti minum bersama memiliki peran besar dalam memperkuat kemitraan bisnis.

Tiongkok
Konsep guanxi atau hubungan personal sangat penting dalam urusan bisnis, dan sering kali dibangun melalui interaksi informal di luar jam kantor.

Indonesia
Hubungan bisnis dibangun melalui interaksi sosial, meskipun konsumsi alkohol tidak selalu menjadi bagian dari proses ini karena faktor budaya dan agama. Ngopi dan makan bersama sering menjadi alternatif yang efektif.

Beberapa Tips dan Strategi bagi Profesional Indonesia

Profesional Indonesia yang bekerja dengan mitra Jepang perlu menjaga tingkat penghormatan dan formalitas yang tinggi dalam komunikasi. Ketepatan waktu sangat penting karena keterlambatan dipandang negatif. Selain itu, pelaporan yang terstruktur dan pendekatan pengambilan keputusan berbasis konsensus sebaiknya dihargai, karena merupakan bagian penting dari budaya perusahaan Jepang.

Baca Juga: Memahami Perbedaan Strategi dan Perencanaan dalam Bisnis

Saat berhadapan dengan profesional Korea Selatan, menunjukkan dedikasi dan loyalitas terhadap perusahaan menjadi hal yang penting. Lingkungan kerja Korea sangat menekankan hierarki, sehingga menyapa atasan dengan tepat dan mengikuti struktur organisasi tradisional akan sangat membantu. Kemampuan beradaptasi dalam lingkungan yang bergerak cepat juga krusial, karena keputusan sering datang dari manajemen senior dengan otoritas yang kuat.

Dalam bekerja dengan profesional Tiongkok, membangun hubungan personal atau guanxi menjadi faktor kunci. Negosiasi bisnis dapat berlangsung cepat, sehingga fleksibilitas dan kemampuan mengambil keputusan dengan sigap sangat dibutuhkan. Komunikasi langsung sering digunakan, tetapi tetap harus disampaikan dengan sikap hormat dan penuh pertimbangan.

Pada akhirnya, meningkatnya kehadiran perusahaan Jepang, Korea, dan Tiongkok di Indonesia membuka peluang kolaborasi yang sangat besar. Namun, keberhasilan dalam kerja sama ini menuntut kecerdasan budaya, kemampuan beradaptasi, serta pemahaman yang mendalam tentang etika bisnis.

Dengan menguasai nuansa hierarki, komunikasi, ketepatan waktu, dan jejaring, profesional Indonesia dapat membangun hubungan yang kuat dan produktif dengan mitra dari Asia Timur, serta mencapai kesuksesan jangka panjang di pasar global.

Share artikel ini

Alt

Patricia memiliki lebih dari 25 tahun pengalaman dalam memimpin di sektor B2B dan B2C. Beliau ahli dalam mendorong kesuksesan bisnis, pertumbuhan, dan ekspansi pasar, serta mengelola berbagai departemen dan tim lintas fungsi untuk menjalankan strategi-strategi berdampak tinggi.

Selama kariernya, Patricia telah berperan dalam berbagai inisiatif yang mendukung pertumbuhan dan skalabilitas bisnis, dengan fokus pada dampak jangka panjang. Meskipun seorang introvert, kekuatan terbesar beliau adalah dalam memimpin, melatih, dan mengembangkan orang, dengan rekam jejak yang solid di bidang strategi bisnis dan pengembangan sumber daya manusia.

Patricia sangat antusias untuk menciptakan dampak melalui kolaborasi dan inovasi, serta selalu mengutamakan kepemimpinan yang berfokus pada manusia dan pendekatan analitis.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Gambar Wanita Duduk Sedang Mempromosikan Sesuatu

Bagaimana Menggunakan Nano Influencer Dapat Membantu Merek Anda Menargetkan Konsumen yang Tepat

Artikel ini Ditulis Oleh : Jane Dalsmith. Bagaimana Menggunakan Nano Influencer Dapat Membantu Merek Anda Menargetkan Konsumen yang Tepat

Apr 28, 2023 4 Min Read

Alt

Memelihara Budaya Kerja Bersama Tim

Dalam wawancara ini, kami banyak berbincang tentang bekerja tim. Dimitry sebagai seorang yang sampai sekarang ini sedang bekerja pada sebuah organsiasi yang terhitung telah dijalani selama 14 tahun sampai wawancara ini dilakukan melihat 4 point penting yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin untuk dapat menjalankan kepemimpinan tim.

Apr 28, 2021 33 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest