Bagaimana Claude Berhasil Memasuki Pasar yang Didominasi ChatGPT

Aug 05, 2026 5 Min Read
claude ai
Sumber:

Planet Volumes, Unsplash

Perjalanan Claude Menuju Relevansi

Bagi banyak orang di seluruh dunia, ChatGPT menjadi pengalaman pertama mereka menggunakan generative AI secara langsung.

Peluncuran ChatGPT terasa bukan sekadar peluncuran sebuah produk, melainkan sebuah momen bersejarah. Dalam waktu hanya dua bulan, ChatGPT berhasil meraih sekitar 100 juta pengguna aktif bulanan dan mengubah generative AI dari teknologi yang hanya dikenal kalangan tertentu menjadi topik pembicaraan yang umum di masyarakat.

Saat ini, jumlah tersebut telah meningkat drastis hingga mencapai 900 juta pengguna aktif mingguan. Artinya, sekitar satu dari sembilan orang di dunia menggunakan ChatGPT setiap minggunya.

Namun, pasar terus berubah. Para early adopter kini mulai beralih ke Claude. Banyak di antara mereka yang menilai Claude lebih andal untuk membantu pemrograman, penulisan yang membutuhkan nuansa, maupun analisis teknis.

Perbedaan antara kedua asisten AI tersebut digambarkan secara jenaka dalam sebuah unggahan Reddit yang sempat viral pada awal tahun ini: “Saya ingin mencuci mobil. Tempat cuci mobil hanya berjarak 50 meter dari rumah saya. Menurutmu saya sebaiknya berjalan kaki atau mengemudikan mobil?”

chatgpt vs claude

Menurut ChatGPT, jarak 50 meter setara dengan "dua kali scroll TikTok" dan mengemudi merupakan "Peak Lazy NPC Mode". Dengan kata lain, berjalan kaki dianggap sebagai pilihan yang lebih baik secara moral.

Sementara itu, Claude hanya menjawab, "Naik mobil saja. Kamu memang sedang pergi ke tempat cuci mobil."

Percakapan sederhana tentang tempat cuci mobil tersebut sebenarnya menunjukkan sesuatu yang lebih besar. Dua perusahaan yang sama-sama didukung oleh raksasa teknologi dan perusahaan modal ventura membangun asisten AI mereka berdasarkan pemahaman yang sangat berbeda mengenai arti "membantu" bagi pengguna.

Bekali diri Anda untuk menghadapi kompleksitas dengan kerangka kerja Paradoxical Leadership.

Dua Perusahaan, Dua Filosofi

ChatGPT memecahkan rekor sebagai aplikasi konsumen dengan pertumbuhan tercepat dalam sejarah, jauh melampaui pemegang rekor sebelumnya seperti TikTok dan Instagram. Perjalanan OpenAI membangun ChatGPT pada dasarnya adalah kisah tentang pertumbuhan yang sangat pesat. Kecepatan eksekusi OpenAI meningkat secara signifikan setelah menjalin kemitraan senilai US$1 miliar dengan Microsoft pada 2019. Kurang dari tiga setengah tahun kemudian, OpenAI meluncurkan ChatGPT dan untuk pertama kalinya menghadirkan teknologi AI canggih kepada masyarakat luas.

Sam Altman memiliki visi agar AI dapat diakses oleh semua orang. Jika seseorang harus menulis kode yang rumit hanya untuk menggunakan AI, maka tujuan tersebut tidak akan tercapai. Aksesibilitas juga berkaitan dengan keterlibatan pengguna. ChatGPT dirancang agar pengguna merasa nyaman dan terus menggunakannya. Itulah sebabnya ChatGPT sering menggunakan emoji maupun ungkapan yang sedang populer, yang kemudian menjadi salah satu ciri khasnya.

Kecepatan komersial tersebut lahir dari sumber daya dan ambisi besar yang dimiliki Altman. Namun, faktor yang sama juga memicu beberapa gelombang hengkangnya tokoh-tokoh penting dari OpenAI. Pada 2021, tujuh orang keluar secara bersamaan dan kemudian mendirikan Anthropic.

Dipimpin oleh kakak beradik Amodei, Anthropic bertujuan membangun AI dengan pagar pengaman (guardrails) yang lebih kuat.

Jika OpenAI bergerak sangat cepat, Anthropic memilih jalur yang lebih hati-hati. Claude diluncurkan tanpa gaung publik sebesar yang dinikmati ChatGPT.

Anthropic menjelaskan bahwa perbedaan tersebut berakar pada prinsip yang mereka pegang sejak awal, yaitu kemampuan AI dan keamanan AI harus dikembangkan secara bersamaan. Gagasan ini bahkan sudah ada sebelum Anthropic berdiri. Dario Amodei pernah menjadi salah satu penulis makalah mengenai ketidakpastian jaringan saraf (neural networks). Pemikiran tersebut kemudian berkembang menjadi Constitutional AI, yaitu metode pelatihan yang membuat model AI mengikuti seperangkat prinsip yang jelas. Anthropic kemudian menjadikan pendekatan ini sebagai pembeda utama Claude.

Citra publik kedua produk tersebut juga mencerminkan perbedaan tersebut. ChatGPT diposisikan sebagai asisten AI untuk semua orang, dengan karakter yang santai dan respons yang cepat. Sebaliknya, Claude diposisikan untuk kebutuhan yang lebih spesifik seperti pemrograman, penulisan, dan analisis. Anthropic justru mempertahankan posisi tersebut, alih-alih berusaha menjangkau semua pengguna.

Posisi tersebut juga menentukan bagaimana Claude berkembang pada awal kemunculannya. Alih-alih mengejar jumlah unduhan dari konsumen seperti ChatGPT, pertumbuhan awal Claude lebih banyak terjadi melalui developer tools dan alur kerja perusahaan (enterprise workflows).

Ketika Dampaknya Dirasakan Manusia

Pertumbuhan yang sangat cepat tentu memiliki konsekuensi. Pada April 2025, OpenAI menarik kembali pembaruan GPT-4o. Sam Altman sendiri mengakui bahwa model tersebut menjadi terlalu menyenangkan pengguna (sycophantic). Ribuan orang memperlakukan GPT-4o sebagai pasangan romantis, sementara beberapa gugatan terhadap OpenAI menuduh GPT-4o memperkuat delusi, salah mendiagnosis kondisi tertentu, serta mendorong perilaku bunuh diri pada pengguna yang rentan.

Meski demikian, berbagai peristiwa tersebut tidak menghapus dominasi ChatGPT. Namun, ketika sebuah produk telah mencapai skala sebesar itu, OpenAI juga harus menangani berbagai konsekuensinya secara terbuka dan berlangsung secara langsung di hadapan publik.

Anthropic tidak pernah berusaha tumbuh secepat itu. Distribusi awal Claude lebih banyak dilakukan melalui kemitraan dengan perusahaan seperti Notion, Slack, dan Poe milik Quora, yang telah mengintegrasikan Claude jauh sebelum sebagian besar konsumen mengetikkan prompt pertama mereka secara langsung.

Dalam arti tertentu, strategi pemasarannya bahkan bukan pemasaran dalam pengertian tradisional. Claude berkembang melalui rekomendasi dari para pengembang dan perusahaan yang telah lebih dahulu menggunakannya.

Keyakinan Lebih Penting daripada Kecepatan

ChatGPT telah lebih dahulu memiliki jumlah pengguna yang memecahkan rekor dan menjadi nama yang dikenal luas. Sebaliknya, Anthropic memilih bertaruh pada sesuatu yang lebih sulit diukur dan membutuhkan waktu lebih lama untuk membuahkan hasil. Jika Anda membangun sesuatu yang lebih spesifik dan melakukannya dengan benar, orang-orang yang benar-benar membutuhkannya akan menemukan Anda. Kepercayaan itulah yang akhirnya memberikan nilai lebih bagi Claude, jauh melampaui euforia saat peluncuran produk.

Pelajaran ini tidak hanya berlaku bagi dunia AI. Dahulu, bergerak cepat merupakan keunggulan yang hanya dimiliki segelintir perusahaan. Kini, hampir semua orang memiliki alat untuk bergerak dengan cepat. Akibatnya, kecepatan bukan lagi pembeda utama. Yang tersisa adalah keyakinan terhadap tujuan. Mengetahui dengan jelas mengapa Anda membangun sesuatu akan membuat Anda tetap teguh, bahkan ketika pesaing melaju lebih dulu dan mempertahankan prinsip berarti harus melepaskan keuntungan sebagai pelopor pasar.

Baik Anda sedang membangun sebuah produk, perusahaan, maupun karier, pada akhirnya Anda akan menghadapi pilihan yang sama. Mengikuti pasar yang sudah ada, atau memilih jalan yang lebih lambat untuk membangun pasar yang hanya Anda lihat. ChatGPT berhasil mengamankan keunggulan sebagai pelopor pasar, sedangkan Claude membuktikan bahwa pasar tersebut tetap dapat dimasuki bertahun-tahun kemudian, justru karena tidak pernah mencoba mengikuti perlombaan yang sama.

Share artikel ini

Alt

Anggie adalah editor bahasa Inggris di Leaderonomics. Sehari-harinya ia banyak berkutat dengan pembuatan konten, ditemani setia oleh secangkir teh hijau hangat atau iced latte.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Gambar Robot Sedang Melambaikan Tangan

8 Tren Bisnis Kemungkinan Akan Lepas Landas dalam Dekade Mendatang

Artikel ini Ditulis Oleh : Mark San Juan. 8 Tren Bisnis Kemungkinan Akan Lepas Landas dalam Dekade Mendatang

Aug 22, 2023 4 Min Read

Alt

Bagaimana Mencapai Posisi Puncak Dan Mempertahankannya

Arif Multi Ardania, seorang pemimpin yang membawahi suatu komunity yang dalam jumlah yang tidak sedikit yaitu beberapa ribu orang, memaparkan dengan gamblang tentang bagaimana dapat mencapai posisinya seperti sekarang ini dan juga bagaimana dapat memelihara dan mempertahankannya.

Jan 28, 2021 9 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest