Selain Skripsi, Ini Bekal Penting Sebelum Lulus Kuliah

Kawê Rodrigues, Pexels
“Skripsi sudah sampai bab berapa?”
Kalau kamu sedang berada di semester akhir, pertanyaan itu mungkin sudah jadi makanan sehari-hari. Dari dosen, keluarga, sampai teman-teman yang sama-sama sedang mengejar sidang. Rasanya semua perhatian tertuju pada satu hal: lulus.
Memang tidak ada yang salah dengan itu. Menyelesaikan kuliah adalah pencapaian yang patut dibanggakan. Namun, di tengah kesibukan mengerjakan revisi, mengumpulkan data, atau mempersiapkan sidang, ada satu hal yang sering kali tanpa sadar terlupakan, yaitu mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia kerja.
Tidak sedikit mahasiswa yang baru mulai memikirkan karier setelah wisuda selesai. Akibatnya, mereka merasa bingung harus mulai dari mana. Ada yang belum memiliki CV, belum tahu posisi pekerjaan yang ingin dilamar, bahkan belum pernah mencari tahu seperti apa proses rekrutmen di perusahaan.
Padahal, kamu tidak harus menunggu lulus untuk mulai bersiap. Justru semester akhir bisa menjadi waktu yang tepat untuk mencicil berbagai persiapan. Bukan berarti kamu harus langsung mendapatkan pekerjaan besok, tetapi setidaknya kamu sudah memiliki bekal ketika saatnya benar-benar tiba.
Hal ini juga sejalan dengan laporan National Association of Colleges and Employers (NACE), yang menekankan bahwa kesiapan karier (career readiness) idealnya dibangun selama masa kuliah melalui berbagai pengalaman nyata, seperti proyek, organisasi, magang, dan aktivitas pembelajaran berbasis praktik. Dengan kata lain, persiapan memasuki dunia kerja bukan dimulai setelah wisuda, melainkan sejak masih berada di bangku kuliah.
Mulai Kenali Arah yang Ingin Dituju
Sebelum sibuk mengirim lamaran ke berbagai perusahaan, coba tanyakan pada diri sendiri: pekerjaan seperti apa yang sebenarnya ingin kamu jalani?
Kamu tidak harus langsung memiliki jawaban yang sempurna. Namun, memiliki gambaran awal akan sangat membantu. Misalnya, kamu tertarik bekerja di bidang pemasaran, sumber daya manusia, media, pendidikan, atau teknologi. Setelah itu, cari tahu kemampuan apa saja yang biasanya dicari perusahaan untuk posisi tersebut.
Dengan begitu, kamu bisa menggunakan sisa waktu kuliah untuk mulai mempelajari kemampuan yang memang relevan dengan tujuanmu.
Rapikan CV dari Sekarang
Banyak mahasiswa berpikir membuat CV hanya perlu dilakukan setelah lulus. Padahal, tidak ada salahnya mulai menyusunnya sejak sekarang.
Kalau merasa belum punya pengalaman kerja, jangan langsung minder. Pengalaman organisasi, kepanitiaan, volunteer, proyek kuliah, lomba, hingga pelatihan yang pernah diikuti juga bisa menunjukkan bahwa kamu memiliki kemampuan yang terus berkembang.
Anggap saja CV pertamamu sebagai draf. Seiring bertambahnya pengalaman, kamu tinggal memperbaruinya. Jauh lebih mudah daripada harus membuat semuanya dari nol ketika sedang sibuk melamar pekerjaan.
Baca Juga: CV-mu Sudah Menjual Belum?
Bangun Portofolio, Sekecil Apa Pun
Kalau bidang yang kamu minati membutuhkan portofolio, jangan menunggu sampai nanti bekerja.
Mahasiswa desain bisa mulai mengumpulkan hasil desain terbaiknya. Mahasiswa komunikasi dapat menyimpan konten atau proyek media yang pernah dibuat. Mahasiswa sastra bisa merangkum tulisan yang pernah dipublikasikan. Bahkan proyek kuliah yang dikerjakan dengan sungguh-sungguh juga bisa menjadi bukti kemampuanmu.
Portofolio bukan tentang seberapa banyak pengalaman yang dimiliki, tetapi tentang bagaimana kamu menunjukkan hasil dari apa yang pernah kamu kerjakan.
Perluas Wawasan dan Relasi
Dunia kerja akan terasa lebih mudah dipahami jika kamu mulai mengenalnya sejak masih kuliah.
Ikuti seminar karier, webinar, job fair, atau sesi berbagi pengalaman dari alumni. Dari sana, kamu bisa mengetahui bagaimana proses rekrutmen berlangsung, tantangan yang dihadapi di dunia kerja, hingga kemampuan apa yang sedang banyak dicari perusahaan.
Kalau memiliki akun LinkedIn, cobalah mulai melengkapinya secara perlahan. Hubungkan dirimu dengan dosen, alumni, atau profesional di bidang yang kamu minati. Bukan untuk mencari pekerjaan secara instan, tetapi untuk membuka peluang belajar dari pengalaman mereka.
Terus Asah Kemampuan
Ijazah memang penting, tetapi perusahaan juga melihat bagaimana seseorang terus mengembangkan dirinya.
Selain kemampuan teknis sesuai jurusan, banyak perusahaan juga menghargai kemampuan seperti komunikasi, kerja sama tim, berpikir kritis, manajemen waktu, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Kabar baiknya, kemampuan tersebut bisa terus dilatih. Kamu bisa mengikuti kursus daring, mengerjakan proyek pribadi, membaca buku, atau memanfaatkan berbagai sumber belajar yang kini semakin mudah diakses.
Baca Juga: Upskill & Reskill: Pengertian, Tujuan, dan Penerapannya di Dunia Kerja
Tidak Perlu Menunggu Merasa Siap
Salah satu hal yang sering menghambat mahasiswa adalah merasa belum cukup siap. Merasa belum cukup pintar, belum cukup berpengalaman, atau belum cukup percaya diri.
Padahal, rasa siap sering kali datang setelah kita mulai mencoba.
Mungkin CV pertamamu masih jauh dari sempurna. Mungkin portofoliomu belum sebanyak orang lain. Itu tidak masalah. Yang terpenting adalah kamu sudah mengambil langkah pertama. Setiap pengalaman yang kamu kumpulkan hari ini akan menjadi bekal yang berharga ketika nanti memasuki dunia kerja.
Menyelesaikan skripsi memang menjadi target utama di semester akhir. Namun, perjalananmu tidak berhenti ketika sidang selesai atau saat nama dipanggil dalam prosesi wisuda.
Setiap langkah kecil yang kamu lakukan hari ini akan menjadi bekal berharga saat memasuki dunia kerja nanti.
Lalu, bagaimana ketika momen yang ditunggu akhirnya tiba? Toga sudah dilepas, ijazah sudah di tangan, dan ucapan “selamat wisuda” mulai berganti dengan pertanyaan, “Sekarang sudah kerja di mana?”
Di situlah babak berikutnya dimulai.
Bersambung di Dari Kampus ke Karier #2
Youth
References:
- Finley, A., Gatta, M., & Green, P. M. (2025). The integration of career readiness into experiential learning and high-impact practices: An examination of stakeholder perspectives and practices. National Association of Colleges and Employers. https://www.naceweb.org/docs/default-source/default-document-library/2025/publication/free-report/the-integration-of-career-readiness-into-experiential-learning-and-high-impact-practices.pdf?sfvrsn=1d3bcf3b_6
Manisha adalah editor dan penulis di Leaderonomics. Ia percaya tulisan memiliki kekuatan untuk belajar dan membawa perubahan dengan menginspirasi banyak orang.





