Mau Negosiasi Gaji? Lakukan Persiapan Ini

Oct 30, 2023 3 Min Read
diskusi soal gaji bersama rekan kerja
Sumber:

Sebastian Herrmann dari Unsplash.com

Bagian 2/4 dari Serial Negosiasi Gaji

Sudah coba negosiasi, tapi gagal naikin gaji. Kamu harus apa?

Bayangkan kamu jadi pemilik toko yang jual berbagai kebutuhan elektronik. TV, AC, kulkas, dan laptop kamu, semua diminati pelanggan karena harga yang bersaing.

Di sisi lain, kamu kewalahan buat catat barang yang masuk dan keluar toko. Kamu juga bingung mana yang paling laris menjelang libur tahun baru. Padahal kamu punya rencana menyiapkan stok lebih banyak.

Akhirnya, kamu buka lowongan kerja untuk manajer toko. Ada dua kandidat yang sudah kamu filter dan sampai tahap akhir. Budget kamu sebenarnya 17.5 juta, tapi kedua kandidat bernegosiasi ke angka 20 juta.

Saat ditanya alasannya, ini jawaban masing-masing kandidat.

Baca juga: Pahami Prinsip Ini Sebelum Negosiasi Gaji (Bagian 1)

Kandidat #1:

Bapak/Ibu, saya pengalaman 3 tahun jadi manajer di toko lain. Anggota tim saya bilang, saya pemimpin yang baik. Saya kompeten di bidang marketing dan customer service, didukung dengan sertifikasi training.

Saya yakin pengalaman dan kemampuan saya bisa jadi aset di perusahaan Bapak/Ibu. Oleh karenanya, saya mempunyai ekspektasi gaji di angka 20 juta.

Kandidat #2:

"Bapak/Ibu, pengalaman saya juga 3 tahun jadi manajer di toko lain. Berkaca dari masalah di tempat saya sekarang, dan dari yang sudah kita diskusikan, saya mengerti Bapak/Ibu sedang mengalami masalah pembukuan stok barang. Bapak/Ibu juga ingin tahu produk mana yang paling laris di liburan akhir tahun.

Saya bisa bantu pimpin program kerja pembukuan menggunakan teknik statistik berbasis digital dengan budget minim. Ini data dan hitungan kasar yang sudah saya buat. [Sambil berikan presentasi singkat].

Sebagai perkiraan, Bapak/Ibu bisa meraih pendapatan 1,5x lebih besar di akhir tahun ini. Kalau diteruskan di tahun depan, perusahaan juga punya potensi meraup pangsa pasar yang lebih besar.

Dengan pertimbangan ini, saya punyai ekspektasi gaji di angka 20 juta. Tentunya, kita bisa diskusi lebih detail tentang ide ini ketika saya sudah bergabung."

Baca juga: Catat! 5 Metode Dapat Kerja di Luar Negeri

Keduanya oke, kompeten, dan punya ekspektasi di atas rentang gaji yang kamu siapkan. Kandidat mana yang akan kamu pilih?

sedang menunggu kepastian interview

Kandidat mana yang akan kamu pilih? Gambar dibuat menggunakan MidJourney AI.

Kalau saya, akan pilih kandidat #2. Ini alasannya:

✅ argumen menggunakan data kuantitatif,

✅ spesifik ke masalah yang saya hadapi,

✅ memberikan forecast kasar dan memperlihatkan opportunity bisnis.

Saya tidak masalah kalau forecast yang diberikan tidak tepat; input datanya nanti bisa disesuaikan. Yang jadi pertimbangan adalah, dengan menaikkan gaji ke angka 20 juta, saya bisa dapat pendapatan ratusan juta, bahkan miliaran lebih banyak!

Ini adalah teknik negosiasi dengan konsep win-win-solution (semua menang).

Gimana cara kandidat #2 melakukan hal ini?

Dia punya 2 ‘rahasia’ yang disiapkan sebelum tahap negosiasi.

Saat diberi kesempatan bertanya saat interview, galilah informasi berikut.

1. Masalah yang dihadapi perusahaan

Perusahaan merekrut orang untuk menyelesaikan permasalahan yang mereka hadapi.

Jadi, wajar kalau kamu tanya hal ini. Jangan terpaku ke job description saja.

  • Masalah apa yang ada di level perusahaan?
  • Masalah apa yang ada di level departemen?
  • Apa yang user/owner inginkan, tapi belum berjalan dengan baik?
  • Apa harapan user/owner saat kamu mengisi posisi tersebut?

2. Kesempatan ‘ngobrol’ dengan karyawan lain

Ada beberapa hal yang bisa dieksplorasi saat mengobrol dengan karyawan lain.

  • Seperti apa budaya dan lingkungan kerja?
  • Hal apa yang sudah dilakukan, tapi tidak berhasil?
  • Apa ide atau harapan karyawan lain yang bisa bantu mereka bekerja?
  • Bahkan kalau mereka terbuka, validasi rentang gaji di perusahaan itu.

Dua hal ini jadi modal kamu, sama seperti yang dilakukan oleh kandidat #2.

TLDR:

  • persiapkan informasi tentang masalah yang dihadapi; validasi dengan karyawan yang bekerja di sana,
  • Siapkan negosiasi dengan solusi berbasis data kuantitatif, bukan cuma sekedar pengalaman kualitatif di CV.

Mungkin, ada teman-teman yang mau berbagi pengalaman, apa saja yang harus disiapkan sebelum negosiasi? Yuk, kita diskusi di kolom komentar 😊

P.S. Saya akan jelaskan empat langkah negosiasi yang efektif di artikel ke-3.

Salam hangat.

Artikel ini diterbitkan dari akun LinkedIn milik Rivaldy Varianto.

Share artikel ini

Komunitas

Tags: Konsultasi

Alt

Rivaldy merupakan lulusan Teknik Dirgantara dari Institut Teknologi Bandung dan University of Glasgow. Ia memulai kariernya sebagai Chief of Technical and Engineering di Aerogeosurvey pada tahun 2015. Sejak tahun 2022, ia melanjutkan kariernya sebagai Aerospace Engineer di Airbus, Inggris. 

Mungkin Anda Juga Menyukai

Apa Masa Depan Lulusan Pasca Covid-19?

Apa Masa Depan Lulusan Pasca Covid-19?

Penasaran bagaimana masa depan pasca Covid-19? Menariknya, ternyata pandemi telah mendorong banyak orang untuk mendefinisikan ulang kesuksesan karier dan kehidupan mereka. Simak lengkapnya untuk tahu lebih lanjut!

Jan 24, 2022 1 Min Read

kerja

Ekspektasi vs. Realita Dunia Kerja

Dunia kerja itu merupakan dunia yang penuh kejutan. Saking terkejutnya, apa yang kita ekspektasiin sangat melenceng dari harapan kita. Maka dari itu, yuk tonton video kita sampai habis ya!

Aug 26, 2021 5 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest