Catat 4 Kesalahan Umum dalam Perencanaan Keuangan!

Oleh Fauziah SPR|10-11-2021 | 1 Min Read
Source: Cottonbro dari pexels.com

Pernah merasa mengapa uang gajian “tiba-tiba” hilang di akhir bulan? Atau bingung kenapa orang-orang dengan gaji yang sama sudah punya rumah sementara kita belum? Dan mengapa kita sering kelabakan tidak punya tabungan setiap kali kondisi darurat muncul? Kunci dari semua ini terletak pada perencanaan keuangan.

Perencanaan keuangan adalah hal yang wajib dipahami oleh semua orang. Dengan memiliki perencanaan yang baik, kita bisa secara efektif memaksimalkan uang yang kita punya untuk memenuhi tujuan finansial.

Permasalahannya, belum banyak orang yang menyadari pentingnya hal tersebut. Literasi finansial yang minim membuat beberapa orang masih mengalami beberapa kesalahan umum dalam membuat perencanaan keuangan. Menurut Rizqi Syam, Financial Planner di Finansialku, setidaknya ada 4 kesalahan yang umum dilakukan orang-orang dalam perencanaan keuangannya, yaitu:

Baca juga: Lihat Bagaimana 16 Pemimpin Bisnis Memulai Harinya


Tidak Mencatat Keuangan dengan Baik

Sumber: Pixabay

Pencatatan keuangan menjadi landasan penting dalam melakukan perencanaan. Tanpa pencatatan yang baik, kita hanya akan terus mengira-ngira berapa uang yang biasa keluar setiap bulannya. Hal ini membuat kita kesulitan menentukan alokasi dana yang dibutuhkan dalam meraih tujuan finansial.

Dengan mencatat, kita jadi tahu di bagian mana uang kita banyak dihabiskan. Hal ini perlu agar ketika kita mengejar tujuan finansial, kita tahu bagian mana yang bisa kita cut pengeluarannya. 

Baca juga: Seni dari Prioritas dan Mengapa itu Penting?


Tidak Tahu Harus Mulai Darimana

Sumber: Anna Shvets dari pexels.com

Saat ini, banyak orang ramai-ramai berinvestasi saham tanpa mengecek kondisi finansial mereka terlebih dahulu. Padahal, kita perlu memastikan kondisi keuangan aman terlebih dahulu sebelum menuju ke sana. Keamanan keuangan ini berarti:

  1. Kita punya dana darurat
  2. Memiliki asuransi


Besaran dana darurat adalah 6-12 kali pengeluaran per bulan. Jika masih lajang, maka 6 kali pengeluaran sudah cukup, sementara yang sudah menikah apalagi memiliki anak dianjurkan untuk memiliki dana darurat 12 kali dari pengeluaran bulanan.

Setelah memastikan keuangan aman, barulah kita bisa melangkah menuju step selanjutnya, yaitu mengejar tujuan finansial kita. Entah itu ingin membeli rumah, kendaraan, naik haji, atau hal lainnya.

Baca juga: Komponen Penting dalam Membangun Bisnis Berkelanjutan


Tidak Punya Tujuan yang Jelas

Sumber: Bich Tran dari pexels.com

Setelah mencatat pengeluaran dan memastikan keamanan keuangan kita, maka langkah selanjutnya barulah kita mengejar tujuan finansial.

Sayangnya, masih banyak orang yang belum tahu dengan jelas apa yang ingin ia tuju.

Tujuan finansial haruslah spesifik dan jelas. Bukan hanya sekadar “Tujuan saya ingin hidup nyaman.” Harus jelas berapa uang yang kita butuhkan untuk hidup “nyaman”, karena setiap orangnya berbeda. Apakah 1 milyar? 5 milyar? Atau lebih dari itu?

Di samping itu, ketika kita ingin membeli sesuatu seperti rumah, pastikan kita juga menghitung nilai inflasinya. Misalnya, kita ingin membeli rumah di daerah Bandung 5 tahun lagi, maka uang yang perlu dipersiapkan adalah biaya rumah di 5 tahun mendatang. Karena harga rumah yang sama saat ini dengan harganya 5 tahun kemudian akan berbeda.

Baca juga: 9 Ritual Harian untuk Meningkatkan Performa Kerja


Lingkungan yang Tidak Mendukung

Sumber: Andrea Piacquadio dari pexels.com

Lingkungan juga sangat berpengaruh dengan perilaku kita. Lingkungan yang tidak melek finansial dan memiliki tujuan yang biasa-biasa saja akan membawa kita pada perilaku seperti itu juga. Sebaliknya, lingkungan yang baik akan membuat kita termotivasi untuk memiliki tujuan finansial yang tinggi dan berambisi, serta lebih melek dari segi literasi keuangan.

Dengan memiliki perencanaan keuangan yang baik, kita menjadi lebih bijak dalam melakukan pengeluaran. Kita jadi tahu berapa uang yang perlu kita tabung, berapa uang yang bisa kita keluarkan, dan lain sebagainya. Perencanaan keuangan yang baik juga seharusnya membuat kita tidak rakus karena tujuan dari mencari uang bukan untuk kaya melainkan untuk merasa “cukup”.

Di akhir, Rizqi berpesan untuk selalu meningkatkan literasi keuangan kita minimal 1 jam setiap minggunya. Pelajari topik-topik baru entah itu mengenai cash flow, reksadana, asuransi, atau topik lainnya. Literasi keuangan merupakan investasi berharga untuk masa depan yang lebih terencana.

Sumber artikel dari: Uang Tidak Pernah Cukup? Catat 4 Kesalahan Umum dalam Perencanaan Keuangan!


Ingin tahu lebih mengenai manajemen keuangan? Tonton video di bawah ini!

Share artikel ini

Komunitas

Tags: Krisis Keuangan

Penulis pemimpin.id
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.