Komponen Penting dalam Membangun Bisnis Berkelanjutan

Oleh Christie Chua|28-10-2021 | 2 Min Read
Source: Kindel Media dari pexels.com
Tidak peduli apakah itu persoalan teknis atau produk, masalah penjualan atau pemasaran, atau bahkan tantangan mendapatkan pendanaan - pada akhirnya, itu semua berkaitan dengan pengelolaan sumber daya dan kultur perusahaan yang tepat.


Inilah yang Direktur Eksekutif Segamat Panel Boards (SPB), Peter Fitch percaya. Baginya, sangat penting bahwa karyawan memiliki keahlian yang tepat untuk mempertahankan perusahaan di garis depan inovasi produk.

SPB adalah perusahaan yang awalnya mengkhususkan diri dalam produksi papan serat kepadatan menengah-tipis (MDF) ketika pertama kali didirikan pada tahun 2002. Namun, iklim bisnis telah berubah sejak saat itu dan selama bertahun-tahun, SPB telah memperluas jangkauannya untuk mencakup produk bernilai tambah seperti kertas foil, veneer kayu, melamin, kulit pintu, dan panel dilapisi UV.

Inovasi terbaru SPB ada untuk mengimbangi kebutuhan pasar saat ini. Tentunya hal tersebut tidak mungkin terjadi tanpa dukungan dari tim yang berdedikasi mewujudkan visi dan nilai-nilai perusahaan.

Baca juga: 10 Cara Efektif Menjadi Lebih Inovatif di Tempat Kerja


"Kami sangat beruntung bahwa sejak hari pertama, banyak manajer senior inti telah bersama perusahaan sejak kami memulai bisnis lebih dari 15 tahun yang lalu," kata Fitch.

“Penelitian telah menunjukkan berulang kali bahwa uang bukanlah segalanya. Walaupun itu sangat penting, tentu saja, itu bukanlah tujuan akhir dari yang ingin tetap bersama perusahaan,” kata Fitch, ketika ditanya mengapa menurutnya karyawan SPB tetap setia.

Dia mengatakan bahwa memiliki nilai-nilai bersama dan visi yang selaras dengan visi perusahaan memungkinkan karyawan untuk mengambil kepemilikan yang lebih besar atas peran mereka dalam perusahaan. "Mereka juga ingin melihat perusahaan berjalan baik dan tumbuh bersama perusahaan - dan saya pikir sebagian besar orang telah melakukan itu, jadi itulah sebabnya mengapa mereka tetap di sini," katanya.

Survei LinkedIn pada tahun 2017 yang dilakukan terhadap para profesional di Malaysia mengungkapkan bahwa meskipun gaji merupakan pertimbangan utama ketika membuat keputusan karier, namun motivasi intrinsik seperti kecocokan kultur dalam organisasi dan peluang pertumbuhan juga menjadi pertimbangan yang tidak kalah pentingnya.

Baca juga: Paradoks Kegagalan


Membangun kepercayaan


Sumber: Fauxels dari pexels.com

Sebagai sebuah perusahaan, SPB diikat oleh hubungan erat yang dikembangkan selama bertahun-tahun, dan ini berlaku tidak hanya secara internal dengan karyawannya, tetapi juga secara eksternal dengan pelanggan dan pemasok.

Fitch menyoroti beberapa aspek penting dalam membangun dan memelihara hubungan dengan pemangku kepentingan eksternal, dengan mengatakan bahwa mereka mempertahankan layanan, kualitas dan nilai dalam setiap hubungan bisnis apa pun.

Ia menambahkan bahwa satu aspek yang tidak banyak dibahas tetapi sama pentingnya adalah nilai kepercayaan. “Banyak pelanggan kami telah bersama kami hampir sejak hari pertama - mereka telah bersama kami, dan telah melalui saat-saat yang baik dan buruk. Ketika kami membutuhkan dukungan, mereka telah memberikannya kepada kami; ketika mereka sedang melalui masa-masa sulit, kami juga membalasnya dengan mendukung mereka," kata Fitch.

Hal tersebut telah membangun banyak 'kepercayaan' antara SPB dan para pemangku kepentingannya dan memungkinkan Fitch untuk menjalin beberapa hubungan pribadi yang baik dengan pemilik dan manajer senior perusahaan tersebut.

Baca juga: 7 Persiapan Sebelum Terjun ke Dunia Bisnis


Fitch memberikan contoh hasil dari hubungan ini, salah satunya yaitu ia diundang ke jamuan pernikahan setiap kali salah satu anak pelanggannya menikah.

Apakah boleh mencampurkan hubungan pribadi dengan bisnis?

Fitch percaya itu bukan masalah selama hubungan pribadi tetap profesional, tetapi menggunakan nepotisme, kronisme, dan favoritisme adalah hal yang sangat tabu.

Salah satu cara untuk memastikan garis antara pribadi dan bisnis tidak menjadi kabur adalah dengan menangani transaksi bisnis secara terbuka tanpa rahasia atau agenda tersembunyi.

Baca juga: 10 Strategi Terbaik Bagaimana Orang Sukses Tetap Tenang


“Apa pun yang berkaitan dengan bisnis dalam aspek harga pasar, kualitas, harapan pelanggan dan juga Anda sebagai pemasok - harus transparan dan tunduk pada pengawasan tidak hanya oleh auditor dan pemangku kepentingan eksternal, tetapi lebih kritis lagi, oleh staf anda sendiri,” ujar Fitch.

"Jika staf Anda berpikir Anda memiliki agenda terselubung, maka mereka akan kehilangan kepercayaan pada prinsip dan kebijakan perusahaan Anda, jadi ini sangat, sangat penting."


Fitch mengatakan bahwa SPB tidak memberikan bantuan khusus kepada para pemangku kepentingan mereka, tetapi SPB berusaha untuk memastikan memberi layanan, kualitas, dan nilai yang terbaik.

"Layanan, kualitas, dan nilai membuka pintu, tetapi apakah Anda mendapatkan bisnis yang berulang atau yang berjangka panjang ... di situlah kepercayaan perlu dilibatkan ke dalam persetujuan," kata Fitch. "Anda tidak bisa membangunnya semalaman; itu bukan sesuatu yang bisa kamu beli. Itu adalah sesuatu yang harus Anda dapatkan dalam jangka waktu yang lama."

Baca juga: Apa Saja Tahapan Kreativitas?


Tonton juga "Pentingnya Membangun Hubungan di Tempat Kerja"!


Share artikel ini

Christie was previously the deputy editor at Leaderonomics. She prefers to convey her thoughts through the written word and is a stickler for consistency. One of her favourite phrases is “It’s not that far; we can walk there!”
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.