Ternyata, Self-Care Tidak Harus Mahal

Gabii Fernandez, Pexels
Suka membaca artikel seperti ini? Subscribe newsletter kami dan dapatkan insight terbaru setiap bulan.
Kalau mendengar kata self-care, apa yang langsung terlintas di pikiran?
Mungkin pergi ke spa, memakai skincare, membeli makanan favorit, atau menghabiskan waktu sendirian sambil menonton film. Semua itu memang bisa menjadi bentuk self-care. Namun, ternyata merawat diri tidak selalu harus terlihat seperti itu.
Kadang, self-care justru muncul dalam kegiatan sederhana yang kita lakukan sehari-hari tanpa sadar. Bahkan, mungkin beberapa di antaranya sudah sering kamu lakukan.
Baca Juga: Jangan Remehkan Healing: Self-Care Bukan Manja, Tapi Survival
1. Menelepon teman
Pernah merasa ingin menelepon teman hanya untuk bercerita tentang hari yang kamu jalani?
Tidak ada masalah besar yang perlu diselesaikan. Hanya ingin cerita tentang pekerjaan, mengeluh sedikit, tertawa bersama, atau membicarakan hal random yang sebenarnya tidak penting.
Itu juga bisa menjadi bentuk self-care.
Sebagai manusia, kita membutuhkan hubungan sosial. Berbicara dengan orang yang membuat kita nyaman dapat memberikan rasa terhubung dan mengingatkan kita bahwa kita tidak harus menghadapi semuanya sendirian.
Kadang, kita tidak membutuhkan nasihat. Kita hanya membutuhkan seseorang yang berkata, “Iya, aku ngerti.”
2. Tidur lebih awal
Ada kalanya kita merasa bersalah ketika memilih tidur daripada menyelesaikan pekerjaan atau menonton satu episode lagi.
Padahal, tidur adalah kebutuhan, bukan hadiah yang hanya boleh kita dapatkan setelah menyelesaikan semua pekerjaan.
Ketika tubuh sudah lelah, memilih untuk beristirahat adalah salah satu bentuk perhatian terhadap diri sendiri. Tidak semua waktu harus digunakan untuk menjadi produktif.
3. Mengatakan “tidak”
“Maaf, aku nggak bisa.”
Kalimat sederhana ini terkadang terasa sangat sulit diucapkan.
Kita mungkin takut mengecewakan orang lain atau dianggap tidak membantu. Namun, mengetahui batas kemampuan diri juga penting.
Mengatakan tidak ketika memang tidak sanggup bukan berarti egois. Justru, itu menunjukkan bahwa kita mulai memahami kebutuhan dan batasan diri sendiri.
4. Pergi sendirian
Makan sendiri, pergi ke toko buku, duduk di kafe, atau sekadar berjalan-jalan tanpa ditemani siapa pun mungkin terdengar biasa.
Namun, menghabiskan waktu sendiri bisa menjadi kesempatan untuk beristirahat dari tuntutan sosial dan menikmati waktu dengan diri sendiri.
Sendirian juga tidak selalu berarti kesepian.
5. Merapikan kamar atau meja kerja
Pernah merasa kepala sedang penuh, lalu tiba-tiba ingin membereskan meja?
Ada sesuatu yang menenangkan ketika melihat barang-barang kembali ke tempatnya. Ruangan yang lebih rapi juga bisa membuat kita merasa sedikit lebih nyaman dan terkendali.
Mungkin kita belum bisa membereskan semua hal dalam hidup. Tetapi setidaknya, kita bisa mulai dari meja sendiri.
6. Menangis
Kita sering diajarkan untuk menahan tangis, terutama ketika merasa harus terlihat kuat.
Padahal, menangis juga merupakan salah satu cara tubuh merespons emosi yang sedang kita rasakan.
Tidak semua kesedihan harus segera dicari solusinya. Terkadang, kita hanya perlu mengakui bahwa hari ini memang terasa berat.
Baca Juga: Mengapa Hidup Terasa Begitu Berat? (Dan Apa yang Bisa Dilakukan)
7. Tidak melakukan apa-apa
Ini mungkin bentuk self-care yang paling sulit dilakukan.
Tidak bekerja. Tidak belajar. Tidak mengejar target. Tidak merasa harus menghasilkan sesuatu.
Hanya duduk, rebahan, mendengarkan musik, atau menikmati kopi tanpa memikirkan apa yang harus dilakukan setelahnya.
Karena beristirahat bukan berarti malas. Kita juga membutuhkan jeda.
Pada akhirnya, self-care bukan tentang seberapa mahal aktivitas yang kita lakukan atau seberapa cantik hasilnya untuk dibagikan di media sosial.
Self-care bisa sesederhana menelepon teman, tidur lebih awal, mengatakan tidak, atau memberikan diri sendiri izin untuk berhenti sebentar.
Jadi, mungkin selama ini kamu sudah melakukan self-care tanpa menyadarinya.
Dan mungkin, kamu tidak perlu melakukan lebih banyak hal. Kamu hanya perlu mulai menyadari bahwa dirimu juga layak mendapatkan perhatian, bahkan dalam hal-hal kecil.
Kepribadian
Tags: Pertumbuhan, Sifat Positif
Manisha adalah editor dan penulis di Leaderonomics. Ia percaya tulisan memiliki kekuatan untuk belajar dan membawa perubahan dengan menginspirasi banyak orang.





