Sudahkah Rencana Suksesi Mempersiapkan Pemimpin Berikutnya?

Magnific
Suka membaca artikel seperti ini? Subscribe newsletter kami dan dapatkan insight terbaru setiap bulan.
Sebagian besar rencana suksesi eksekutif sudah cukup baik dalam mengidentifikasi siapa yang akan menduduki posisi berikutnya. Namun, rencana tersebut sering kali kurang mampu menjawab pertanyaan yang lebih sulit: Apa sebenarnya yang perlu dipelajari orang tersebut sebelum ia benar-benar siap?
Keterampilan teknis biasanya cukup mudah diidentifikasi, seperti cara mengelola P&L, menjalankan operasional, menjual layanan, atau mengelola akun. Keterampilan yang lebih sulit adalah hal-hal yang membuat seorang eksekutif menjadi luar biasa:
- Bagaimana membina hubungan dengan klien tanpa terlalu mengejar mereka?
- Bagaimana mengetahui kapan harus mendorong dan kapan harus menunggu?
- Bagaimana merepresentasikan brand di ruangan yang dipenuhi orang-orang penting?
- Bagaimana menunjukkan executive presence?
- Bagaimana mengetahui apa yang sebaiknya tidak dikatakan?
Keterampilan-keterampilan ini mungkin terasa misterius karena jarang dituliskan secara eksplisit. Keterampilan tersebut biasanya diserap melalui kedekatan, pengamatan, dan pengalaman. Namun, bukan berarti keterampilan ini harus tetap menjadi sesuatu yang sulit dipahami. Jika Anda benar-benar ingin mempersiapkan penerus agar berhasil, keterampilan tersebut perlu dibuat lebih terlihat dan menjadi perhatian utama.
Cara membuat pesan dan pelatihan yang membekas, mudah diingat, dan mendorong perubahan ->
Bagilah Sekali: Identifikasi Keterampilan yang Tidak Terlihat
Salah satu latihan yang paling bermanfaat yang dapat dilakukan oleh tim kepemimpinan adalah berhenti membicarakan “soft skills” sebagai satu kategori besar yang samar dan mulai memecahnya menjadi bagian-bagian yang lebih spesifik.
Kumpulkan tim senior di dalam satu ruangan dengan sebuah papan tulis, lalu tanyakan: Apa saja keterampilan yang tidak terlihat yang membuat para eksekutif luar biasa di ruangan ini menjadi luar biasa?
Tuliskan setiap jawaban pada satu lembar Post-it. Mungkin jawabannya adalah executive presence, penilaian, kemampuan menjaga hubungan dengan klien, atau kemampuan untuk tidak setuju tanpa menimbulkan gesekan. Bisa juga berupa kemampuan membaca situasi atau mengetahui kapan harus mendorong penjualan dan kapan harus menunggu.
Setelah semuanya tertuang di Post-it, tibalah bagian yang lebih sulit: menentukan prioritas. Lihat seluruh kumpulan jawaban tersebut dan identifikasi sepuluh keterampilan teratas yang paling penting bagi generasi pemimpin berikutnya dalam succession pipeline Anda. Keterampilan lainnya bukan berarti tidak penting. Hanya saja, keterampilan tersebut tidak masuk dalam sepuluh prioritas untuk tujuan khusus ini.
Bagilah untuk Kedua Kalinya: Tentukan Jalur Pembelajaran
Sekarang, ambil sepuluh soft skills tersebut dan bagi kembali. Di sisi kiri, kelompokkan semua keterampilan yang dapat dipelajari melalui modeling. Di sisi kanan, kelompokkan keterampilan yang membutuhkan pembelajaran yang dirancang secara khusus. Dengan memisahkan kedua kelompok ini, Anda mengambil langkah awal untuk memastikan keterampilan tersebut dapat diterapkan dan berkembang.
Kita sering berasumsi bahwa jika seorang eksekutif senior secara konsisten menunjukkan suatu perilaku, eksekutif yang lebih muda akan secara alami mempelajarinya. Namun, hal ini belum tentu terjadi. Perilaku yang dipelajari melalui modeling perlu disebutkan secara jelas karena membutuhkan kesengajaan, baik dari orang yang memberikan contoh maupun orang yang mempelajarinya.
Jika suatu keterampilan dapat dipelajari melalui modeling, Anda perlu menciptakan kedekatan. Tempatkan calon pemimpin di dalam ruangan dan biarkan mereka mengamati. Biarkan mereka melihat bagaimana para pemimpin senior menangani klien yang sulit, menghadapi perbedaan pendapat, mengambil keputusan, dan merepresentasikan organisasi.
Namun, jangan sepenuhnya menyerahkan proses transfer ini pada kebetulan. Pemimpin senior perlu menyadari perilaku apa yang sedang mereka contohkan dan menciptakan kesempatan bagi pemimpin yang lebih muda untuk mengamati perilaku tersebut secara berulang.
Kemudian, untuk keterampilan yang membutuhkan pembelajaran secara langsung, luangkan waktu untuk mengembangkan desain pembelajaran yang tepat, termasuk rencana proyek dan kurikulum yang benar-benar terstruktur. Jawab pertanyaan-pertanyaan penting dalam proses pembelajaran yang efektif. Siapa yang akan mengajarkannya? Konten atau intellectual property apa yang akan digunakan? Kapan pembelajaran akan dilakukan? Di mana pembelajaran akan berlangsung? Seperti apa standar yang dapat disebut “baik”?
Baca Juga: Rahasia Membuat Hasil Pelatihan Bertahan Jangka Panjang
Bangun Siklus Umpan Balik
Kemudian, tibalah bagian yang sering terlewatkan dalam rencana suksesi: memantau apakah keterampilan tersebut benar-benar berkembang. Anda tidak bisa mengidentifikasi sepuluh kemampuan penting, memberikan seseorang kesempatan untuk mempelajarinya satu kali, lalu menyatakan bahwa prosesnya sudah selesai.
Sebagai sebuah tim, tentukan seberapa sering Anda akan melakukan evaluasi.
- Bagaimana Anda akan mendukung kemajuan maupun kemunduran yang secara alami menjadi bagian dari proses perkembangan?
- Apakah keterampilan tersebut akan menjadi bagian dari evaluasi kinerja?
- Apakah akan ada penilaian formal?
- Apakah pemimpin senior akan memberikan pengamatan dan umpan balik?
Intinya adalah mengubah sesuatu yang masih samar menjadi sesuatu yang cukup terlihat untuk terus dikembangkan dari waktu ke waktu.
Pemimpin yang memiliki kemampuan secara menyeluruh adalah sosok yang luar biasa untuk disaksikan. Kehadirannya menjadi hadiah bagi setiap klien dan rekan kerja.
Ketika perencanaan suksesi tidak hanya mencakup apa yang perlu diketahui oleh generasi pemimpin berikutnya, tetapi juga bagaimana mereka perlu berpikir, berkomunikasi, menilai situasi, dan memimpin, Anda melakukan lebih dari sekadar mempersiapkan seseorang untuk sebuah pekerjaan. Anda sedang mempersiapkan mereka untuk meneruskan hal-hal yang membuat organisasi Anda menjadi luar biasa.
Artikel ini juga diterbitkan di LinkedIn Juliet Funt.
Kepemimpinan
Juliet Funt adalah Founder dan CEO dari Juliet Funt Group & penulis buku best seller ‘A Minute to Think’.






