Sukses Itu Perlu Bantuan Orang Lain

Oleh Simon Sinek|05-05-2022 | 3 Min Read
Source: Muhammad Rayhan Haripri dari Pexels.com
Kita tidak bisa sukses sendiri

Selalu ada kelebihan tersendiri bagi mereka yang tergolong paling cerdas atau hebat di antara yang lainnya. Sayangnya, dalam realita hal tersebut tidak terlalu membantu. Sukses, menurut definisi apapun adalah kerja tim. Saya mempelajari detail kecil ini dengan cara yang sulit.

Ada saat dalam hidup saya di mana saya berpikiran bahwa jika saya ingin membuat sesuatu, saya pun bertanggung jawab untuk melakukan semuanya sendiri. Saya merasa harus pandai segala hal, dari bagaimana caranya menjadi bos, akuntan, direktur kreatif, manajer pemasaran, direktur PSDM, mempersiapkan strategi hingga memberikan hasil terbaik untuk para klien.

Meskipun saya bekerja dengan orang lain atau memiliki karyawan sendiri, saya ingin semua keputusan berada di tangan saya. Awalnya, strategi ini berjalan dengan baik. Hingga…

  1. Saya belajar bahwa saya tidak pandai dalam segala hal.
  2. Tenaga saya tidak cukup untuk melakukan semuanya.
  3. Saya gagal.


Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial dan kelangsungan hidup kita bergantung pada kemampuan untuk menemukan komunitas yang sesuai dengan nilai dan keyakinan diri kita masing-masing. Ketika komunitas ini terbentuk, kepercayaan muncul. Saat itulah manusia akan beradaptasi dari naluri bertahan hidup ke pola pikir yang fokus untuk berusaha maksimal dalam komunitas tersebut.

Baca juga: Mendengarkan Buka Potensi yang Tidak Terlihat Sebelumnya

Ya, keduanya dimaksudkan untuk membantu individu bertahan hidup. Namun, komunitas memiliki peluang lebih besar untuk tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga sukses. Hal ini dijelaskan dalam buku The Wisdom of Crowds karya James Surowiecki. Sekelompok orang terbukti membuat keputusan yang lebih akurat dibandingkan individu, misalnya. Dengan kata lain, meminta bantuan terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan kualitas keputusan yang kita buat.

Begitu saya mencapai titik di mana saya tidak punya pilihan lain selain meminta bantuan, segalanya mulai berubah secara drastis. Saya akhirnya menerima fakta bahwa saya tidak mungkin bisa melakukan semuanya. Semakin jujur saya pada diri sendiri, yakni kelebihan dan kekurangan saya, semakin banyak orang yang muncul untuk membantu saya dengan hal-hal yang tidak saya kuasai.

Kini, tidak ada satu hal pun yang saya kerjakan tanpa bantuan orang lain. Ada yang bertanggung jawab menjadi seorang akuntan, hingga mengembangkan sistem untuk saya. Menariknya, sebagian besar bantuan yang saya terima berasal dari orang-orang yang telah memperkenalkan saya kepada seseorang yang dapat diandalkan dan memiliki tujuan yang sama dengan saya.

Dengan kata lain, perkenalan yang saling menguntungkan. Perkenalan yang baik untuk sebuah komunitas. Semakin saya bersedia untuk meminta bantuan, semakin saya dapat membantu orang lain pula. Ironisnya, kini saya bekerja untuk orang lain yang telah membantu saya tumbuh sebagai individu.

Maka dari itu, jangan ragu untuk menawarkan kelebihan yang Anda miliki kepada orang lain. Anda akan kagum betapa banyak orang akan menawarkan bantuan mereka untuk Anda.

Artikel ini diterjemahkan dari: Success Takes Help

Tonton juga:


Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Simon Oliver Sinek merupakan seorang pembicara dan penulis buku terlaris Start With Why dan The Infinite Game.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.