Realita Dunia Kerja yang Perlu Kamu Ketahui

Dec 10, 2021 5 Min Read
mahasiswa magang
Sumber:

Ivan Samkov dari Pexels.com

Dari awal perjalanan saya magang, saya bersyukur karena banyak kesempatan dan pengalaman yang saya peroleh setiap harinya. Namun, terdapat beberapa hal yang saya harap sudah saya ketahui sebelum memasuki dunia kerja. Di antaranya adalah sebagai berikut:

Baca juga: Memastikan Awal yang Sempurna untuk Karier Anda

Pentingnya memberikan kesan pertama yang baik 

Alt

Cottonbro dari Pexels.com

CV adalah hal pertama yang perlu kamu siapkan setiap melamar pekerjaan. Tips yang bisa saya berikan adalah untuk memodifikasi isi CV atau resume sesuai dengan lowongan pekerjaan yang kamu daftar. 

Cantumkanlah pengalaman kerja yang relevan pada bagian atas CV kamu. Sebab, rata-rata perekrut hanya membutuhkan waktu 6 detik untuk menentukan lolos atau tidaknya kamu ke tahap berikutnya melalui CV. Maka dari itu, penting bagi kamu untuk menonjolkan pengalaman yang relevan agar bisa terseleksi sebagai kandidat yang potensial. 

Namun, bagaimana kamu melalui proses wawancara juga tidak kalah penting. Saya selalu ingat ini:
 

Nilai dan resume meloloskan kamu ke tahap wawancara, namun karakter dan kepribadian kamulah yang membuat kamu mendapatkan pekerjaan itu


Perekrut ingin mengetahui lebih tentang kamu melalui tahap wawancara. Pastikan kamu paham betul akan posisi pekerjaan yang kamu lamar, sehingga memberikan kesan baik kepada perekrut. 

Pengenalan diri juga sangat krusial. Ini merupakan kesempatan di mana kamu meyakinkan perekrut untuk memilih kamu daripada kandidat lain dalam hitungan menit. Maka dari itu, usahakan untuk mengelaborasikan lebih dari apa yang tertulis di CV atau resume. Jangan ragu untuk memaparkan apa saja yang menjadi kelebihanmu sehingga perekrut paham akan potensi yang kamu miliki.

Baca juga: Apa yang CV Anda Katakan Tentang Anda?

Pekerjaan “Remeh” Selama Magang

Alt

Foodie Factor dari Pexels.com

Selama magang, kamu akan mengerjakan tugas yang tidak ingin dilakukan siapapun”. Saya bertanya kepada beberapa rekan kerja magang saya tentang masalah ini dan katakan saja kami memiliki perasaan yang campur aduk.

Beberapa di antara kami setuju bahwa perusahaan memungkinkan kami untuk melakukan tugas yang lebih berbobot. Penelitian Lynne Sebille-White melaporkan bahwa terjadi perubahan di mana kini perusahaan mulai memberikan pekerja magang tugas yang lebih substansial dan berdampak nyata.

Namun, di sisi lain masih banyak yang mengatakan bahwa pekerja magang tidak lebih dari sekedar pembuat kopi. Pada dasarnya, banyak perusahaan hanya memanfaatkan pekerja magang untuk melakukan tugas yang membutuhkan banyak energi namun tidak terlalu bermakna. Akibatnya, tidak jarang pekerja magang merasa bosan selama bertugas. 

Baca juga: 10 Cara Efektif Menjadi Lebih Inovatif di Tempat Kerja

Tetapkan Batasan

Alt

Anna Shvets dari Pexels.com

Terlebih pada masa kita bekerja dari rumah, jarak antara urusan pekerjaan dan pribadi semakin kabur. Oleh karena itu, penting bagi kamu untuk memisahkan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Pahami hak dan kewajibanmu sebagai karyawan dan juga manusia. Ingat, jangan ragu untuk berkata tidak.

Seiring kamu memasuki dunia kerja, jadikanlah kebiasaan untuk sepenuhnya membaca dan memahami kontrak kerja. 

Tidak dapat dipungkiri, kebanyakan dari kita sudah terbiasa untuk langsung menceklis “Saya Setuju” dari S&K suatu aplikasi. Janganlah lakukan hal yang sama pada kontrak kerjamu; SELALU BACA DENGAN SEKSAMA APA YANG TERTULIS PADA KONTRAK. Tanyakan sebanyak-banyaknya hal yang perlu kamu konfirmasi dan pastikan kamu paham betul terkait tugas dan kewajibanmu selama bekerja nanti.

Selanjutnya, ketahui budaya kerja perusahaan. Ya, miliki transparansi antara kamu dan atasan tentang mekanisme kerja. Hal ini dilakukan dengan harapan terciptanya koordinasi yang baik antara kedua pihak tanpa mengorbankan kualitas pekerjaan dan kesejahteraan kamu nantinya.

Kamu akan menyadari pentingnya menetapkan batasan ketika kamu perlu mengatakan tidak saat beban kerjamu sudah penuh atau sudah melewati jam kerja. Bedakan antara menjadi proaktif atau overwork, dan atur skala prioritasmu dengan baik. 

Hui Ming selaku Co-founder Leaderonomics berpesan ini pada saya:

Jangan jual jiwamu kepada perusahaan.”


Seni menetapkan batas adalah proses seumur hidup yang menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu. Kamu pun akan mempelajarinya.

Baca juga: Apa Itu Berpikir Kritis dan Fungsinya di Tempat Kerja

Siapkan Diri untuk Keluar dari Zona Nyaman

Alt

Christina Morillo dari Pexels.com

Saya percaya bahwa di mana pun kita berada, terdapat wawasan baru yang bisa kita petik. Teman saya bercerita bahwa selama magang ia diberikan tugas yang tidak sesuai ekspektasi dan kemampuannya. Tergantung bagaimana cara kita melihatnya, hal tersebut bisa menjadi baik atau buruk. 

Dengan lensa optimis, kita bisa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengasah keterampilan baru. Sebaliknya, kita bisa menganggap bahwa hal itu sia-sia dan tidak ada gunanya.

Keluar dari zona nyaman tentunya bukan hal yang mudah. Namun kembali lagi, pada dasarnya perubahan memang tidak mudah. Maka dari itu, gunakan kesempatan yang ada untuk berkembang menjadi individu yang lebih baik dan kompeten.

Memasuki dunia kerja itu bagaikan memasuki semesta yang baru. Bagaikan Thor dari The Avengers yang perlu beradaptasi di bumi, kita sebagai pemuda yang baru memasuki dunia kerja pun akan menghadapi banyak tantangan dan dinamika. Mungkin, akan ada tugas-tugas yang kamu anggap remeh. Ada pula proyek besar yang membutuhkan perhatian luar biasa dan tanggung jawab lebih.

Pada akhirnya, cobalah untuk terapkan mindset terbuka terhadap tugas yang diberikan. Jangan biarkan stereotip dan opini orang lain membentuk cara kamu memandang pekerjaan tersebut. Kamu pun tidak akan pernah tahu kapan wawasan itu akan berguna nantinya.

 

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Alt
Esther Tee adalah seorang psikolog yang senantiasa mengembangkan dirinya di Leaderonomics. Ia memiliki pemahaman yang mendalam tentang bagaimana suatu individu berperilaku dan bertindak secara tidak rasional. Esther berkomitmen untuk membuat perubahan, dimulai dari dirinya sendiri.

Mungkin Anda Juga Menyukai

evaluasi karyawan oleh bos di kantor

Cara Menangani Kesalahan Anggota Tim

Oleh Erick Iskandar. Sebagai seorang pemimpin, apa yang perlu kita sadari dan lakukan secara bijak ketika anggota tim membuat kesalahan?

Oct 10, 2023 4 Min Read

pemimpin

Mengapa Seorang Pemimpin Bukan Karena Bawaan Lahir?

Dalam wawancara kami dengan Dr. Pyatt, dia memberikan pendapatnya tentang apakah pemimpin adalah mereka yang dilahirkan sebagai pemimpin atau sebenarnya bukan. Siapa saja sebenarnya pemimpin itu. Selain itu, diapun menjelaskan tentang pendapatnya mengenai sifat yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin. Selamat menyimak.

Jan 21, 2021 3 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest