Organisasi yang Didorong Tujuan akan Mencapai Kehebatan

Oleh Roshan Thiran|23-11-2020 | 6 Min Read
“VISI ORGANISASI YANG HEBAT MEMBANGUN KOMITMEN JANGKA PANJANG BAGI ANGGOTA-ANGGOTANYA.”


 Baru-baru ini saya mengadakan sesi Penelitian Rencana Suksesi di berbagai organisasi dan tema umum yang sering dihadapi yakni tentang hilangnya talenta - talenta muda.

Bahkan, mengisi kekosongan peran ini bahkan lebih menantang karena dapat menyebabkan masalah dalam operasi dan pertumbuhan. Dalam pencarian jawaban saya, banyak masalah keuangan, budaya, dan kepemimpinan yang diangkat. Jika ditelaah lebih mendalam, hal ini mengarah pada persoalan keterlibatan dan komitmen para anggotanya.

Di Leaderonomics, kami menghadapi masalah sebaliknya. Kami selalu menarik bakat dari seluruh dunia. Bahkan, banyak yang menjadi sukarelawan untuk bekerja disini. Jadi muncul pertanyaan - bagaimana organisasi sosial yang masih muda dapat mengalahkan organisasi multinasional dalam perlombaan mencari bakat?

“SAYA RASA JAWABANNYA TERLETAK DI DALAM TUJUAN SEBUAH ORGANISASI.”


Kuadran pekerjaan

Ketika rapat Pengurus Talent Leaderonomics diadakan pada tahun 2008, Vishen Lakhiani dari Mindvalley memamerkan kuadran pekerjaan yang menekankan empat aspek dari komitmen karyawan - uang, pembelajaran, keramahan, dan tujuan.

Ia menyampaikan bahwa setiap elemen sangat penting untuk dilibatkan dan dipertahankan. Sebagian besar dari kita dapat dengan jelas melihat mengapa gaji tinggi, peluang pelatihan untuk membangun karyawan, dan tempat kerja yang menyenangkan mendorong keterlibatan dan kesetian karyawan terhadap perusahaan. Namun, apa tujuan sebenarnya?

Jika seorang dokter ditanya apa tujuan utama pekerjaan mereka, mereka akan menjawab, "Untuk menyelamatkan nyawa." Jika para ilmuwan ditanya pertanyaan yang sama, mereka akan menjawab, "Untuk menghasilkan penemuan baru" atau "untuk meningkatkan kebaikan dunia". Tanyakan pada guru dan mereka akan menjawab, "Untuk mencerdaskan generasi penerus". Tetapi apa yang terjadi ketika pertanyaan yang sama diajukan kepada seorang pengusaha? Peter Drucker berkata, "Tujuan bisnis adalah menghasilkan pelanggan."

Baca juga artikel berjudul "Kegagalan Membentuk Seseorang"

Kepentingan Bisnis

Seorang pemimpin eksekutif terkemuka mengatakan kepada saya bahwa bisnis adalah untuk keuntungan. Sementara yang lain mengatakan bahwa bisnis adalah tentang memaksimalkan nilai pemegang saham.

Tidak seperti pekerjaan lain, pemimpin bisnis sebenarnya tidak memiliki tujuan sosial yang mencakup mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan.

Menurut Anda, mengapa banyak pekerja yang tidak puas lagi dengan bisnis seperti ini?

Jawaban yang jelas adalah karena mengejar keuntungan semata. Ada kata-kata bijak yang mengatakan "Anda membutuhkan kesehatan untuk hidup, tetapi Anda tidak hidup untuk menjadi sehat."

Sama seperti kesehatan, manfaat diperlukan untuk memastikan bisnis Anda dapat bertahan tetapi harus memiliki satu tujuan sosial secara keseluruhan. Bisnis saat ini terlalu keren untuk mengejar uang, kekuasaan, keuntungan, pendapatan, dan harta yang tak ada habisnya.

Hal ini menyebabkan stres dan kebingungan karena kebanyakan orang ingin mencapai sesuatu yang sesuai dengan hati, tekad, dan tujuan mereka. Banyak yang memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan. Mereka yang tidak mengalah akan mengerjakan pekerjaan mereka yang diliputi rasa sakit hati dan tidak pernah memiliki komitmen penuh.

Apakah perusahaan Anda memiliki 25 orang atau 100.000 karyawan, komitmen sangat penting.

Karyawan yang berkomitmen memiliki kinerja yang lebih baik dan akan memberikan jiwa dan raga mereka untuk memastikan keberhasilan perusahaan Anda. Jadi, bagaimana Anda bisa membangun komitmen seperti itu?

Jawabannya sederhana: "Milikilah tujuan yang lebih mulia dan agung dalam hidup ini"

Lantas, bagaimana membangun komitmen seperti ini?

Saya terkesan dengan karyawan yang sangat berkomitmen di Johnson & Johnson (J&J) di seluruh dunia. Sebagai perusahaan yang paling dihormati dan disegani di dunia, J&J memiliki pernyataan tujuan yang mengutamakan tanggung jawab karyawan.

Keyakinannya menantang pekerja untuk memprioritaskan kebutuhan dan kesejahteraan orang-orang yang menerima layanan mereka. Nilai preferensi pendapatan terendah adalah pemegang saham. Ayah, ibu, dokter dan pasien lebih penting daripada pemegang saham dan begitu juga keuntungan meskipun keuntungan itu penting.

Sebuah kredo atau visi perusahaan tidak akan ada artinya kecuali jika kata-katanya diambil dari hiasan dinding dan diwujudkan menjadi tindakan nyata.

Pada tahun 1982, McNeil Consumer, anak perusahaan J&J, menghadapi krisis ketika tujuh orang di Chicago West Side secara misterius meninggal karena kapsul Tylenol Extra Strength yang dicampur dengan sianida.

J&J menyimpulkan bahwa kematian itu disebabkan oleh gangguan eksternal Tylenol daripada cacat manufaktur. Mereka tidak berusaha untuk melindungi keuntungan mereka, sebaliknya mereka memutuskan untuk menarik semua 31 juta botol Tylenol dengan biaya sendiri yang menunjukkan bahwa keselamatan publik adalah yang terpenting. Keputusan mahal itu dibuat berdasarkan kredo mereka, yang mengarahkan mereka untuk menempatkan kepentingan masyarakat di atas pemegang sahamnya. Tylenol kemudian berhasil mendapatkan kembali tempatnya di nomor 1.

Dari waktu ke waktu, pekerja J&J dapat melalui masa-masa sulit. Namun mereka selalu mencari pembaharuan energi yang mendorong mereka untuk tetap termotivasi. Ini karena mereka tahu bahwa pekerjaan mereka memiliki tujuan untuk membantu membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih baik.

Visi yang hebat membangun komitmen karyawan

Visi organisasi yang hebat memungkinkan Anda membangun komitmen karyawan untuk jangka waktu yang lama.

Perusahaan Anda harus berhenti menjadi satu-satunya cara untuk mendapatkan gaji, dan mulai berubah menjadi salah satu cara untuk memenuhi warisan.

Belum lama ini, Leaderonomics dinominasikan untuk AYA Youth Award dan ketika saya mengucapkan selamat kepada pemimpin muda kami, saya bertanya apa yang membuatnya begitu bersemangat dengan pekerjaan yang kami lakukan. Ada banyak kerja keras dan siksaan untuk perusahaan muda ini. Namun, tanggapannya membuat saya takjub -

“KITA AKAN MENGUBAH NEGARA MELALUI LEADERONOMICS. SAYA MAU MENJADI BAGIAN DARI SEMUA INI DAN SAYA AKAN BEKERJA KERAS SEHINGGA VISI  KITA TERCAPAI.”


Ancaman, hukuman, atau insentif keuangan mungkin tidak lagi diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan jika seorang karyawan berkomitmen untuk berjuang (walaupun tentu saja semua itu sangat membantu!)
Pekerja yang mengambil bagian bertahan hidup berdasarkan apa yang mereka berikan sedangkan pekerja yang tidak mengambil bagian akan bertahan hidup karena apa yang mereka dapatkan dari Anda.

Kesadaran akan tujuan organisasi

Bertahun-tahun yang lalu, Unilever memulai program “Journey to Greatness” yang membawa para pemimpinnya ke berbagai badan amal termasuk asrama Missionary of Charity Mother Theresa di India.

Para pemimpin Unilever harus menjadi sukarelawan di pusat-pusat amal sambil melakukan pengamatan di pusat-pusat tersebut. Kemudian mereka akan diterbangkan ke daerah terpencil untuk mempresentasikan temuan mereka.

Ajaibnya, mereka menemukan pusat-pusat ini didukung oleh banyak individu, termasuk para profesional, yang meninggalkan karir mereka untuk mengabdikan diri pada pusat-pusat ini. Mereka telah mengungkap rahasia-tujuan dan misi organisasi-organisasi ini telah menginspirasi sebuah komitmen.

Unilever kemudian menantang para pemimpin ini untuk membangun tujuan dan misi yang sama dalam merek dan produk mereka.

Knorr, dengan peralatan masak mereka, telah diberi tujuan dan misi untuk memberdayakan ibu rumah tangga dengan meningkatkan kualitas makanan mereka. Masing-masing telah diberikan tujuan yang menarik.

Tujuan keseluruhan Unilever adalah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dalam makanan, kebersihan, dan perawatan pribadi dengan merek yang membantu orang merasa lebih baik, terlihat lebih baik, dan menambah vitalitas dalam hidup.

Setiap karyawan Unilever bekerja tidak hanya untuk mendapatkan keuntungan, tetapi juga untuk membawa perubahan dalam hal makanan, kebersihan dan perawatan. Hidup kita menjadi sangat energik jika kita beroperasi dengan kesadaran akan tujuan.

Kesimpulan

Struktur apa yang perlu Anda buat di tempat kerja Anda sehingga pekerjaan itu memiliki arti dan hubungan khusus? Menawarkan tempat kerja yang berorientasi pada tujuan tidak berarti Anda berkompromi dengan keuntungan dan hasil.

Perusahaan masa depan yang sukses akan memastikan bahwa misi dan tujuan mereka terkait erat dengan keprihatinan dan pertimbangan kita sebagai manusia. Semua itu akan selalu menangkap komitmen talenta terbaik di planet ini yang pada gilirannya akan memastikan kesuksesan, dan semua itu bukanlah pilihan antara keuntungan atau tujuan, tetapi keduanya. Ini akan menjadi dunia bisnis baru yang "didorong oleh tujuan".

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Roshan is the Founder and CEO of the Leaderonomics Group. He believes that everyone can be a leader and "make a dent in the universe", in their own special ways. He is constantly featured on TV, radio and numerous publications sharing the Science of Building Leaders and on leadership development. Follow him at www.roshanthiran.com
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.