Menunda atau Menghindar?

Freepik
Kebanyakan orang sebenarnya tidak memiliki masalah waktu.
Mereka memiliki masalah menunda.
Namun jika kita lebih jujur, menunda bukan sekadar soal waktu.
Sering kali, itu adalah bentuk penghindaran.
Kita sering berkata bahwa kita sibuk.
Padahal kenyataannya, kita bukan menghindari pekerjaan, kita menghindari hal-hal tertentu yang membuat kita tidak nyaman.
Misalnya, kita tahu perlu memberikan umpan balik kepada anggota tim yang kinerjanya belum sesuai harapan. Namun kita menunda percakapan itu karena tidak ingin menghadapi situasi yang tidak nyaman atau reaksi yang sulit.
Akhirnya, hal tersebut tidak selesai dalam satu atau dua hari. Bisa berlarut hingga berminggu-minggu. Bukan karena sulit, tetapi karena kita menghindarinya.
Umpan balik terus tertunda. Tanggung jawab tertentu tetap kita pegang karena melepaskannya terasa berisiko.
Dan ya, itu bukan produktivitas. Itu penghindaran yang terlihat seperti usaha.
Penghindaran tidak selalu terlihat jelas.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Orang Produktif Menghindari Distraksi Digital
Ia sering bersembunyi di balik hal-hal yang tampak “produktif”:
Bekerja berlebihan sebagai pengganti mengambil keputusan
Mengerjakan sendiri sebagai pengganti mendelegasikan
Terlalu lama berpikir sebagai pengganti bertindak
Dan yang paling berbahaya?
Kita sering “mendapat ganjaran” untuk itu, setidaknya dalam jangka pendek.
Tidak ada konflik.
Tidak ada ketegangan.
Tidak ada risiko langsung.
Namun dalam jangka panjang?
Kita terjebak. Tim kita ikut terjebak. Semuanya melambat.
Inilah kenyataan yang tidak nyaman:
Jika kita menghindari konflik, kita memilih kenyamanan daripada kejelasan.
Jika kita menahan umpan balik, kita memilih untuk disukai daripada berkembang.
Jika kita enggan mendelegasikan, kita memilih kontrol daripada pertumbuhan.
Jika kita terus bekerja berlebihan, kita memilih kelelahan daripada kepemimpinan.
Pertumbuhan tidak datang dari melakukan lebih banyak.
Pertumbuhan datang dari keberanian menghadapi apa yang selama ini kita hindari.
Dan biasanya, kita sudah tahu apa itu.
Kita tahu siapa yang perlu kita ajak bicara.
Kita tahu keputusan apa yang terus kita tunda.
Kita tahu tugas mana yang seharusnya sudah kita lepaskan.
Kita hanya belum bertindak.
Jadi pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apa yang sebenarnya terjadi?
Menunda, atau menghindar?
Mulai dari situ.
Bukan karena itu mudah.
Tetapi karena terus menghindarinya justru jauh lebih mahal daripada menghadapinya.
Untuk para pemimpin yang ingin berkembang lebih dari sekadar peran mereka …
Bergabunglah di Malaysia Immersion Week 2026!
Program selama 8 hari pada 24 Juni hingga 1 Juli 2026 ini dirancang untuk para pemimpin yang ingin mendapatkan ruang untuk terhubung dengan sesama pemimpin bisnis. Anda akan mendapatkan akses VIP ke Malaysia Leadership Summit, mengikuti sesi pembelajaran bersama pemimpin global, serta merasakan pengalaman budaya yang membuka perspektif baru tentang diri Anda dan tim Anda.
Daftar Sekarang!

Kepemimpinan
Tags: Jadilah Seorang Pemimpin, Kepemimpinan Tanpa Batas, Pertumbuhan
Berlatarkan pendidikan di bidang Bahasa dan Linguistik Melayu, Amirah Nadiah gemar membaca dan mengikuti perkembangan terkini, sehingga membuatnya tetap peka terhadap berbagai isu. Sebagai Content Editor, ia aktif dalam pekerjaan terjemahan serta pembuatan konten yang menarik dan meyakinkan.






