Luangkan Waktu Libatkan Karyawan Anda

Oleh Roshan Thiran|22-10-2020 | 2 Min Read
Meluangkan Waktu dan Melibatkan Karyawan Sebuah Kisah Nyata yang Menginspirasi dari Beberapa CEO Ternama

Suatu hari seorang guru sekolah melihat sehelai kertas coretan anak lelakinya yang membuatnya menjadi emosional. Diapun memperlihatkan kertas itu kepada suaminya. Ketika suaminya membaca, dia berpikir bahwa tulisan itu adalah hasil tulisan dari salah seorang pelajar dari istrinya.

Tulisan itu isinya demikian:

Ya Tuhan, Kabulkanlah permohonanku, ubahlah aku menjadi Televisi, sehingga keluargaku selalu berada disekitarku dan memperhatikanku dengan serius ketika aku berbicara. Aku menjadi pusat perhatian, didengar tanpa diganggu atau dipotong saat aku bicara. Dijaga dengan istimewa walaupun sedang off. Aku ingin ayahku menemaniku ketika dia kembali dari kantor walaupun dia lelah. Aku ingin ibuku menginginkan aku ketika dia bersedih ataupun ketika merasa kesal, bukanya mengabaikanku. Akupun mau adik-adikku berebutan untuk bersama diriku. Aku mau seluruh keluargaku menghabiskan waktu bersama denganku. Dan yang terakhir, aku ingin membuat keluargaku gembira dan dapat menghibur mereka seperti sebuah TV. Tolong kabulkanlah permintaanku untuk menjadi sebuah TV.

Ketika selesai membacanya, sang suami berkata, “ Kasihan sekali anak ini. Ibu dan bapaknya sangat tidak baik!” Istrinya memandang ke arahnya dan berkata, “Itu adalah tulisan dari anak kita!”


Banyak sekali situasi bisnis seperti yang terjadi pada keluarga ini. Para pemimpin hampir tidak memiliki waktu yang diberikan kepada karyawan mereka, tetapi mereka akan terkejut ketika talenta terbaik mereka akhirnya meninggalkan organisasi mereka. Sama seperti seorang anak yang frustasi karena kurangnya perhatian, perhatian dan fokus karyawan berbakat Anda juga sebenarnya menginginkan sebuah perhatian, perhatian dan fokus dari Anda.

Sebuah survei melaporkan bahwa 55 persen karyawan tidak senang dengan pekerjaan dan atasan mereka. Studi lain menemukan bahwa "dua dari tiga karyawan lebih suka bekerja di tempat lain" karena mereka frustasi, terutama dengan kurangnya perhatian dari atasan mereka. Ini mengkhawatirkan karena sebagian besar organisasi sangat bergantung pada orang-orang mereka daripada sumber daya lainnya. Di masa lampau, jumlah karyawan yang membutuhkan perusahaan jauh lebih banyak daripada perusahaan membutuhkan karyawan. Kini tidak sedikit karyawan yang lebih tahu dari atasannya dan tentunya Anda membutuhkan tenaga kerja yang terlibat aktif, dan berkomitmen untuk sukses.

Sumber: Pribadi

Jack Welch, ketika terpilih sebagai Manajer Abad Ini, memahami arti keterlibatan aktif para pekerjanya. Dia menghabiskan lebih dari 40 persen waktunya secara internal dengan karyawannya. Mengajar, mengulas, dan berdiskusi dengan mereka. Meskipun menjadi CEO, dia tetap sibuk dengan segala macam tugas, namun dia tidak pernah melewatkan sesi mengajar atau sesi meja bundar dengan karyawannya.
Di Leaderonomics, kami menyadari bahwa hubungan dengan talenta adalah aliansi strategis. Kami menyadari bahwa karyawan terbaik kami dapat meninggalkan perusahaan kami kapan saja. Tapi kami tahu bahwa ada sebuah perasaan yang menahan mereka sehingga mereka tetap bersama kami, yakni ketika mereka merasa mereka seperti sedang bertunangan.

Ada empat langkah dasar keterlibatan yang memastikan karyawan Anda, dan bahkan keluarga Anda, secara kolektif terlibat aktif dalam kerja keras untuk mencapai tujuan Anda.

  • Kenali saya,
  • Berikan Fokus pada saya,
  • Peduli dengan saya ,
  • Tumbuh kembangkan saya,


Mari kita mulai satu persatu:
Kenali saya,

Bill George, dalam Authentic Leadership berkata,

“Kemampuan untuk mengembangkan hubungan yang dekat dan langgeng adalah ciri dari seorang pemimpin. Sayangnya, banyak pemimpin perusahaan besar percaya bahwa tugas mereka adalah menciptakan strategi, struktur organisasi, dan proses. Kemudian mereka hanya mendelegasikan pekerjaan yang harus diselesaikan, dan mereka tetap menjauhkan diri dari orang-orang yang melakukan pekerjaan itu.” 


Mengenal karyawan anda, tujuan mereka, titik tekanan mereka, apa yang menggairahkan mereka dan apa kekuatan mereka merupakan suatu hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh kepemimpinan yang hebat. Jangan menggurui atau mengorek staf anda, tetapi tunjukan minat anda pada kesejahteraan mereka dan buat mereka merasa puas. Setiap pemimpin yang baik tahu bahwa karyawan ingin dihargai. Karena itu miliki pemahaman tentang mereka dan berikan penghargaan. Walmart adalah toko retail terbesar di dunia, namun tetap mempertahankan rasa “kekeluargaan” melalui saluran komunikasi yang jelas termasuk seringnya mengunjungi toko oleh para pemimpin senior.

Tonton juga video berjudul "4 Cara Menjadi Pemimpin yang Lebih Dahsyat (Video Tips, Inspirasi & Motivasi Sukses Kepemimpinan)" , di bawah ini:

Berikan Fokus pada saya,


Karyawan membutuhkan waktu anda untuk fokus pada mereka. Memperhatikan pekerjaan mereka begitu penting. Sering kali, rasa frustrasi di tempat kerja disebabkan oleh arahan dan harapan yang tidak jelas.

Faktanya, karyawan terus menerus merasa kewalahan tanpa manajemen sadari dengan menganggap setiap inisiatif adalah hal yang mendesak dan penting. Pemimpin perlu memfokuskan karyawan mereka dengan menjaga hal-hal sederhana secara langsung. Ketika karyawan mengetahui prioritas mereka dan apa yang harus mereka selesaikan, mereka dapat mencapai hasil yang diinginkan dan  terlibat dengan setiap pencapaian kesuksesan mereka.

Di Google setiap hari Jumat, Larry, Sergio dan Eric (ketiga pemimpin kunci di Google) menghabiskan waktu dengan karyawan-karyawannya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka dan membantu mereka untuk fokus pada prioritas. Sebenarnya tidak sulit untuk membantu orang dalam hal prioritas dan fokus. Tapi itu hanya bisa terjadi jika Anda menghabiskan waktu berkualitas dengan orang-orang Anda. 

Pedulilah dengan saya.


Indra Nooyi, CEO Pepsi memainkan gitar utama di sebuah band rocker. Dia bermain kriket dan bernyanyi karaoke di  sebuah rapat perusahaan. Dia berasal dari Madras dan pernah bekerja sebagai resepsionis. Mantan CEO Pepsi, Reinemund, mencatat bahwa rahasia kesuksesannya adalah bahwa "Nooyi adalah orang yang sangat peduli, yang dapat terhubung dengan orang-orang dari ruang rapat hingga garis depan." Nooyi pernah berkata kepada BBC bahwa dia menelepon ibunya di India dua kali sehari. "Pada akhirnya," kata Nooyi, "jangan lupa bahwa kamu adalah manusia, jangan lupa kamu adalah seorang ibu, jangan lupa kamu adalah seorang istri, jangan lupa kamu adalah seorang putri."

Nooyi memastikan semua orang di organisasinya memiliki perhatian yang sama. Peter Drucker senang mempelajari organisasi sukarelawan, di mana kunci untuk menarik sukarelawan adalah menunjukkan kepedulian dan rasa terima kasih. Bahkan jika seorang relawan mencapai sesuatu yang sepele. Pujian yang diberikan dapat mempengaruhinya untuk mencoba berbuat lebih banyak. Jadi mengapa kita tidak melakukan hal yang sama kepada karyawan kita? Sayangnya ketika seorang karyawan memiliki kinerja baik, komentar yang keluar biasanya "bukankah itu yang membuatnya dibayar?"

Anda juga dapat menunjukkan kepedulian melalui kejujuran Anda kepada karyawan Anda. Pakar negosiasi Jim Haudan mengklaim bahwa para pemimpin harus mengatakan yang sebenarnya. Hal ini memungkinkan lahirnya kepercayaan. Haudan menambahkan, "mengatakan kebenaran menunjukkan bahwa para pemimpin memahami kesulitan yang dihadapi karyawan - karyawannya, dengan cara berempati akan menciptakan koneksi untuk bergerak maju." Kunci untuk merawat karyawan Anda adalah menciptakan ikatan dengan mereka. Mereka harus merasakan ikatan emosional dengan Anda dan organisasi. Mencapai hasil melalui hubungan dapat membawa keuntungan lebih tinggi daripada hanya sekedar mengelola keuntungan.

Tumbuh kembangkan saya,


Menumbuh kembangkan  karyawan Anda berarti mengembangkan bisnis Anda. Dalam First Break All The Rules, Buckingham dan Coffman berkata, “apa yang harus Anda lakukan untuk mempercepat kemajuan seseorang? Manajer yang hebat akan menawarkan tips ini kepada Anda:

  • Fokus pada kekuatan setiap orang dan Kelola kelemahan mereka. Lakukan apa pun untuk membantu semua orang mengembangkan bakat mereka.
  • Bantu semua orang menjadi lebih dari yang sudah mereka miliki. Hal ini memungkinkan karyawan Anda memperoleh kompetensi baru dan tentu saja ini membutuhkan waktu dan perhatian Anda.

Peran Anda adalah untuk terus-menerus mendorong mereka keluar dari zona nyaman, yang mungkin tampak bertentangan dengan mitos pertunangan yang menyatakan bahwa Anda harus bersikap baik kepada karyawan setiap saat. Penelitian membuktikan tanpa adanya keraguan, dimana perusahaan terbaik dalam hal mempertahankan karyawannya ialah perusahaan yang mendorong karyawannya untuk berkembang. P&G, HSBC, Shell, dan GE semuanya mempraktikkan rotasi pekerjaan untuk memastikan karyawan mereka selalu tertantang untuk bekerja dan berkembang.

8 ide untuk mempererat hubungan,

  1. Yang pertama, ketahui kontribusi setiap karyawan untuk organisasi Anda dan beritahu mereka bahwa Anda selalu memberi penghargaan kepada mereka yang  memiliki kinerja terbaik meskipun itu hanya sebuah tepuk tangan atau sekedar pengakuan. Perhatikan, bukankah kita cenderung mengabaikan karyawan yang memiliki kinerja tinggi yang tidak membutuhkan banyak manajemen.
  2. Berikutnya adalah ikatan dengan mereka. Izinkan komunikasi yang terbuka dan jujur. Ciptakan tempat kerja yang hebat. Belajar dari Google, atau lihat ide untuk tempat kerja yang menyenangkan di http://leaderonomics.com/lifeatleaderonomics
  3. Dengarkan ide-ide mereka. Perlakukan bawahan sebagaimana Anda ingin diperlakukan. Jelajahi praktik kerja yang fleksibel. Tantang karyawan Anda terus-menerus (juga bantu mereka karena mereka pasti akan kekurangan waktu untuk memperbarui keterampilan yang dibutuhkan terhadap tantangan yang Anda berikan).
  4. Teruslah meminta saran dari karyawan Anda, tentang cara terbaik untuk mempertahankannya. Mereka akan memberi Anda beberapa ide bagus.
  5. Terapkan program pendampingan dan pembelajaran.
  6. Tingkat keterlibatan karyawan berhubungan langsung dengan hubungan yang dimiliki karyawan dengan manajernya. Orang tidak meninggalkan perusahaan, mereka meninggalkan manajer. 
  7. Ingat, cara Anda memperlakukan karyawan Anda adalah cara mereka memperlakukan pelanggan Anda. Seperti yang dikatakan Bill Marriott, "Jaga baik-baik orang-orang Anda, mereka akan sangat memperhatikan pelanggan Anda, dan pelanggan Anda akan senang maka mereka akan kembali dan kembali lagi." Jadi, mulailah perjalanan Anda untuk menjadi pemimpin yang menarik. 
  8. Sangat mudah, cukup dengan menghabiskan waktu dengan karyawan Anda. Jika Jack Welch memiliki waktu untuk mengenal, fokus, merawat, dan mengembangkan orang-orangnya, maka Anda juga perlu menyediakan waktu untuk orang-orang Anda.

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Roshan is the Founder and CEO of the Leaderonomics Group. He believes that everyone can be a leader and "make a dent in the universe", in their own special ways. He is constantly featured on TV, radio and numerous publications sharing the Science of Building Leaders and on leadership development. Follow him at www.roshanthiran.com
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.