5 Langkah Untuk Menemukan Suara Kepemimpinan Anda

Oleh Paul N Larsen|05-02-2021 | 5 Min Read

Ketika seseorang mulai mengemban tugas sebagai seorang pemimpin, jarang dari mereka yang tidak memiliki contoh atau teladan ataupun role model.  Mereka biasanya memiliki role model / teladan yang menjadi panutan mereka dalam memimpin. Ada contoh yang baik, tapi ada juga yang tidak baik, namun semuanya memberikan gambaran tentang apa artinya menjadi seorang pemimpin.

Bagi seorang pemimpin baru, sangat mudah bagi mereka untuk menetapkan seorang pemimpin lain sebagai panutan dan mencoba meniru atau menyamai gaya kepemimpinan mereka. Tetapi, hal itu membuat mereka akhirnya mungkin akan melakukan kesalahan dalam perjalanan kepemimpinannya.

Para pemimpin yang hebat selalu memimpin dengan tindakan dan kata-kata yang murni berasal dari nilai-nilai dan kepercayaan yang mereka hidupi. Sudah begitu banyak pemimpin yang gagal memberi dampak dan pengaruh yang mereka harapkan terjadi dalam kepemimpinannya, karena mereka berusaha meniru suara /pesan kepemimpinan dari pemimpin lain serta berusaha menyamai gaya kepemimpinan mereka. 

Seorang yang ternama di dunia pertelevisian bernama Fred Rogers atau yang biasa dikenal sebagai “Mr. Rogers” membantu pembentukan konsep / pemahaman tentang pendidikan usia dini dan menyambut generasi anak-anak melalui program televisinya “neighbourhood”, dimana beliau menyampaikan pesan dan semangatnya yang mendalam dengan gaya yang kalem, sopan, dan berbudi. 

Sebaliknya, Winston Churchill memimpin dengan gaya yang keras dan tegas ketika membawa Inggris menghadapi cengkraman tirani Hitler dan Nazi.

Rogers dan Churchill masing-masing memimpin dengan gaya dan perannya yang berbeda, dimana setiap tindakan mereka berasal dari nilai dan kepercayaan yang mereka miliki dari dalam diri mereka sendiri. Ketika mereka memimpin dengan kemurnian sikap yang keluar dari hatinya, maka banyak orang akan mengikuti mereka.

Tidak ada yang namanya keseragaman, tetapi keberagaman dalam memimpin

Sampai saat ini saya telah bermitra dengan banyak pemimpin di seluruh industri dari berbagai macam latar belakang organisasi, dan saya menemukan bahwa banyak organisasi beroperasi dengan satu gaya kepemimpinan yang secara tidak langsung terbentuk dan diterima sebagai sebuah acuan / standar yang benar dalam memimpin. 

Pemimpin seringkali berpikir bahwa cara termudah untuk sukses adalah dengan mengikuti arus dengan kebiasaan yang berlaku tanpa berani mengambil sebuah langkah perubahan yang signifikan.   

Selain itu, Politik/kebijakan dan struktur dalam organisasi seringkali membatasi ruang gerak seorang pemimpin dalam mengeluarkan kemampuannya untuk mengembangkan dan mengemukakan ide-ide baru mereka, karena pada akhirnya suara-suara perubahan tersebut diredam oleh aturan dan sistem yang berlaku ataupun sesuai dengan yang diharapkan banyak orang.

Jadi, apa yang harus kita lakukan? Dari mana kita harus memulainya?


Mulailah dengan menemukan suara/ pesan/ visi/ hal yang ingin Anda peruanskan sebagai seorang pemimpin.

Satu hal yang membedakan seorang pemimpin yang melempem (statis, tidak bersemangat, stagnan, pasif, dan suka tinggal dalam zona nyaman) dengan pemimpin yang dinamis dan berpengaruh adalah pesan kuat yang dia perjuangkan, sebuah pesan yang lahir dari hatinya sebagai seorang pemimpin. 

Warisan kepemimpinan

Sebagai seorang pemimpin, apa yang menjadi visi atau tujuan Anda? Apa hal yang ingin Anda wariskan lewat kepemimpinan Anda? Pesan apa yang ingin Anda perjuangkan?
Untuk dapat menemukan pesan mendalam yang ingin Anda sampaikan sebagai seorang pemimpin, Anda harus menciptakan sebuah faktor pembeda yang menarik dan unik dalam kepemimpinan Anda. Berikut ini adalah cara untuk menciptakan identitas kepemimpinan Anda:

1. Identifikasi nilai-nilai Anda

Setiap kehidupan kita dikendalikan oleh nilai kehidupan yang kita pegang, dimana nilai tersebut berperan sebagai GPS / sistem di dalam diri kita yang mengarahkan kemana kita akan melangkah. Nilai yang kita miliki menentukan keputusan, pertimbangan, pesan / komunikasi, dan paradigma / pandangan kita secara keseluruhan.

Nilai tersebutlah yang akan membentuk kita menjadi pribadi yang seperti apa. Pemimpin yang mampu mengidentifikasi nilai dasar yang mereka percayai dan memimpin dengan prinsip akan menjadi pemimpin yang lebih percaya diri, berani dan berpengaruh dibandingkan dengan mereka yang tidak tahu apa prinsip dasar mereka.

Nilai bukanlah serangkaian kata-kata yang agung, yang tersimpan rapi, dan menjadi sebuah hiasan dalam kehidupan kita. Lebih dari itu, nilai adalah DNA atau karakter dasar yang membedakan setiap pemimpin. Nilai adalah komponen dasar yang akan menentukan warisan apa yang akan ditinggalkan seorang pemimpin.

2. Tetapkan hasil yang ingin Anda capai

Menetapkan hasil yang nyata sangatlah penting bagi kesuksesan Anda, karena dengan demikian kita akan dapat membawa visi kita menjadi kenyataan.

Menentukan hasil yang ingin dicapai dalam kepemimpinan kita artinya menerjemahkan visi kita menjadi strategi yang kemudian akan menghasilkan taktik yang jelas dan dapat dikerjakan atau ditindaklanjuti. Hasil yang akurat / dirumuskan dengan baik akan menghasilkan langkah-langkah dan tindakan yang membawa kita bergerak semakin dekat dengan tujuan yang ingin dicapai. Hal tersebut juga akan membawa perjalanan kepemimpinan kita mencapai keberhasilan serta memastikan kita tidak menempuh perjalanan yang sia-sia.

3. Temukan area pengaruh Anda

Kepemimpinan yang efektif pasti menghasilkan pengaruh. Faktor yang sangat penting dalam meraih kesuksesan kepemimpinan Anda adalah kemampuan untuk membangun kepercayaan dan kemahiran dalam menjalin hubungan dengan pihak manajemen / direksi, rekan kerja, bahkan teman sebaya (teman dengan kedudukan yang sama secara posisi) yang sebenarnya tidak wajib mengikuti bimbingan kita (ketika kita mampu memimpin / mengarahkan kawan sebaya kita tanpa embel-embel posisi atau jabatan yang lebih tinggi dari mereka, maka dapat dipastikan kita akan mampu memimpin siapa saja tanpa terkecuali).

Hal yang membedakan seseorang dengan kualitas pemimpin sejati dengan rekannya yang berada di posisi yang sama adalah kemampuan untuk memberikan pengaruh di komunitas atau lingkungannya.

4. Tunjukkan keberanian Anda

Tidak ada kenyamanan di zona pertumbuhan, dan tidak ada pertumbuhan dalam zona nyaman. Oleh karena itu, kita perlu mengambil beberapa langkah kecil (atau besar) untuk keluar dari zona nyaman agar kita dapat terus bertumbuh dan berkembang.

Kebiasaan untuk tinggal dalam zona nyaman akan membawa kita menjadi pribadi yang rata-rata / biasa saja / sedang-sedang saja dan selalu “main aman” (takut dan menghindari konflik atau konfrontasi). Kebiasaan inilah yang selanjutnya membawa kita menjadi pribadi yang tidak produktif dan tumpul, serta sulit berubah.

Menunjukkan keberanian dalam hal ini artinya kita tidak takut untuk keluar dari zona nyaman. Langkah pertama yang bisa kita lakukan adalah menyadari dan mengenali zona nyaman Anda, kemudian mengambil langkah yang perlu dilakukan untuk keluar dari sana dengan mencoba melakukan kebiasaan baru, mengembangkan kemampuan baru, serta memiliki cara pandang yang berbeda dari sebelumnya. Lakukan semua hal tersebut dengan visi dan tujuan yang jelas.

5. Ciptakan kesan mendalam

Ekspresikan dan utarakan visi kepemimpinan Anda dengan jelas. Sebuah visi yang besar biasanya melampaui kemampuan Anda, dan untuk mewujudkannya Anda memerlukan tim atau orang lain atau pengikut. Ketika kita mampu menerjemahkan visi kita dengan jelas, maka kita akan mampu meyakinkan serta mengajak orang lain untuk berperan serta mengerahkan bakat dan kemampuannya guna mewujudkan visi tersebut bersama-sama dengan kita.

Menyuarakan apa yang menjadi pemikiran dan suara hati Anda adalah puncak dari proses menemukan, menciptakan dan menggunakan suara kepemimpinan Anda untuk membawa perubahan dalam karir dan kehidupan Anda.

Mulailah mempersiapkan dan membagikan warisan kita sebagai pemimpin dengan menyuarakan keyakinan, keberanian dan komitmen Anda. Hidup ini begitu singkat, jangan sia-siakan kehidupan Anda dengan tidak menyuarakan pesan perubahan / kepemimpinan Anda.

Apakah Anda seringkali merasa terhisap / tenggelam dalam kekacauan dunia, kebisingan, dan berbagai hal yang mengalihkan fokus Anda? Larsen mengingatkan bahwa setiap pemimpin hari-hari ini harus bangkit dan menemukan suara kepemimpinannya di tengah situasi yang kacau ini.

Selalu lontarkan pertanyaan berikut ini:

Apa yang menjadi faktor pembeda dalam diri saya?

Apa yang akan saya wariskan sebagai seorang pemimpin?

Bagaimana caranya saya dapat menemukan suara kepemimpinan saya? 

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Covid-19

Paul N Larsen is a certified executive coach and an engaging leadership consultant, speaker and author of the book, ‘Find Your VOICE as a Leader’.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.