5 Pelajaran Kepemimpinan dari Perdana Menteri Dr. Mahathir

Oleh Roshan Thiran|12-02-2021 | 5 Min Read

Di usianya yang ke 94 tahun, Tun Dr Mahathir Mohamad, Perdana Menteri Malaysia, adalah pemimpin negara terpilih yang tertua di dunia dengan pemikirannya yang lebih tajam dibandingkan banyak orang lain yang jauh lebih muda darinya. Sepanjang karirnya melayani negerinya, Mahatir telah menjadi teladan yang luar biasa bagi kami untuk mengikuti jejaknya dalam peran sertanya dalam melakukan perubahan bagi negeri dan mempersiapkan masa depan Malaysia. 

Pada masa jabatannya yang kedua sebagai Perdana Menteri Malaysia, Mahatir secara terbuka mengakui bahwa dia telah melakukan kesalahan-kesalahan di masa lalu: tidak ada seorang pun pemimpin atau manusia yang sempurna. Salah satu kualitas yang membuat kami begitu menyayangi Perdana Menteri kami ini adalah kerelaannya untuk terus merenungkan kesalahannya di masa lalu agar menjadi semakin baik di masa kepemimpinannya saat ini. Lewat setiap kata-kata dan teladannya, beliau mendorong setiap kami untuk belajar dari masa lalu dan menggunakan pelajaran yang berharga saat ini agar kami selalu menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari hari kemarin di masa depan. 

Di hadapan 1.000 siswa kepemimpinan baru-baru ini, Mahatir menyampaikan pidato tentang kepemimpinan di peluncuran Simposium Pelajar dan Pemimpin Universitas di tahun 2019  yang bertempat di Setia City Convention Centre. Beliau mengatakan kepada setiap orang yang hadir saat itu bahwa kepemimpinan bukanlah sebuah hal yang sulit untuk dilakukan dan hanya dapat dikerjakan atau dimengerti oleh mereka yang cerdas, tetapi kepemimpinan adalah sebuah kualitas yang bisa dikembangkan dan diasah dengan hidup berdasarkan prinsip dan nilai  yang kita miliki.

Dalam pidatonya, beliau memberikan beberapa komponen untuk memiliki kepemimpinan yang efektif; dan sebagai seseorang yang telah memiliki dampak yang besar dalam perkembangan negeri Malaysia dan kehidupan rakyatnya, tentulah kita dapat menarik banyak pelajaran darinya.

Mari kita perhatikan lima komponen utama yang dibahas oleh Mahatir dalam pidatonya kepada calon pemimpin masa depan Malaysia:

  1. Pemimpin yang memiliki Integritas dan kejujuran. Beliau memperingatkan, tanpa memiliki kedua hal ini, seorang pemimpin dapat menjadi “koruptor dan seseorang yang tidak dapat dipercaya”. Bagi sebagian pemimpin, godaan untuk menggunakan posisi dan kekuasaannya untuk kepentingannya sendiri sangatlah besar dan tidak mudah ditolak. Bagi seluruh pemimpin, godaan yang sama juga hadir dan mencobai kita semua, oleh karena itu kita harus memastikan bahwa kita tetap menjaga integritas dan kejujuran kita, jika kita ingin menjadi pemimpin yang efektif yang melayani untuk tujuan yang mulia.
  2. Pemimpin Bersedia untuk bekerja keras. Mungkin semua orang kelihatannya sudah tahu dan mengerti tentang hal ini, tetapi berapa banyak dari kita yang benar-benar memberikan seluruh yang kita miliki untuk mengerjakan tujuan yang sudah kita tetapkan bagi diri kita sendiri? Jika kita melihat mereka yang sukses dalam hidupnya, mereka terus bekerja sepanjang waktu untuk meraih ambisi mereka. Tetapi bukan berarti kita harus bekerja dengan sangat keras sehingga mengabaikan aspek lain dalam hidup kita seperti kesehatan dan hubungan - bahkan para pemimpin yang sukses tahu kapan saatnya harus beristirahat - namun coba bayangkan apa yang dapat kita capai dengan hanya meningkatkan usaha kita 20% saja lebih banyak dari yang biasanya kita lakukan. Tidak cukup hanya memiliki keinginan yang kuat saja untuk meraih hasil yang kita inginkan - kita perlu mengerjakannya.
  3. Pemimpin Memiliki rasa ingin terus belajar dan kepekaan terhadap perubahan. Mahatir menasihati agar setiap kita harus memiliki kepekaan atau kesadaran terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dan memiliki kemampuan untuk beradaptasi pada setiap perubahan yang terjadi, jika kita tidak memiliki hal-hal tersebut kita akan tertinggal di belakang. Ketika kita semakin berkembang dan memiliki banyak pengalaman, kita mungkin akan menghadapi jebakan dalam pikiran kita bahwa kita sudah tahu segalanya, dan akibatnya kita tidak lagi membicarakan perubahan yang terjadi dalam jangka waktu tahunan atau dekade, tetapi hanya berkutat dengan perubahan yang terjadi dalam jangka waktu bulanan. Di sinilah proses pembelajaran seumur hidup sangatlah penting. Tetapi hal yang terpenting adalah memiliki sikap untuk terus terbuka dan menerima setiap tantangan dan kesempatan dengan sebuah rasa ingin tahu yang besar - inilah caranya agar kita dapat terus-menerus mengetahui berbagai informasi yang penting dan memiliki kemampuan untuk mengikuti perkembangan jaman.    
  4. Pemimpin memiliki kerendahan hati. Ini adalah komponen penting dalam kepemimpinan yang seringkali diabaikan orang. Hal ini diperparah dengan pandangan sebagian besar orang bahwa kerendahan hati dianggap sejajar dengan belas kasihan yang dipandang sebagai milik mereka yang lemah, sebuah pandangan yang terkait dengan teori The Great Man yang sudah usang dimakan jaman. Seperti yang Mahatir katakan dalam pidatonya, “Menjadi rendah hati tidak membuat seorang pemimpin menjadi lemah. Tetapi sebaliknya, kerendahan hati akan menciptakan hubungan yang kuat dengan orang-orang yang mendukungnya dan menjadikannya pemimpin mereka. Ketika seorang pemimpin kehilangan hubungannya dengan para pengikut dan pendukungnya, maka artinya dia tidak lagi menjadi seorang pemimpin.” 
  5. Memimpin dengan keteladanan. Seringkali para pemimpin adalah seorang komunikator yang efektif, dan mereka sangat mahir meyakinkan orang lain meski mungkin mereka tidak melakukan apa yang mereka sampaikan. Tetapi, seperti yang ditunjukkan oleh kehidupan para pemimpin hebat (termasuk Mahatir), teladan hidup selalu berbicara lebih kuat dibandingkan kata-kata saja. Pada akhirnya, kata-kata akan sangat mudah dikatakan - kita semua bisa mengatakan apa yang kita mampu lakukan, harus lakukan, dan kita dapat menjelaskan visi serta tujuan kita. Tetapi akhirnya yang menentukan atau membuktikan kualitas seorang pemimpin adalah tindakan yang mereka lakukan dalam hidup mereka. Bagaimana Anda memperlakukan orang lain? Bagaimana Anda memimpin diri Anda sendiri? Bagaimana Anda menunjukkan teladan lewat setiap pekerjaan yang Anda lakukan? Apakah Anda memiliki dan memberikan standard yang lebih tinggi kepada diri Anda dibandingkan kepada orang lain? Kemampuan untuk memimpin dengan teladan adalah hal yang akan menginspirasi orang lain untuk mengikuti visi Anda - sebuah kemampuan yang terus-menerus ditunjukkan oleh Mahatir selama perjalanan kepemimpinannya yang luar biasa.      


Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Roshan adalah pendiri dan CEO dari Leaderonomics Group, kepala redaksi untuk Leaderonomics.com dan seorang yang menamakan dirinya sendiri dengan sebutan 'kuli'. Ia percaya bahwa semua orang bisa menjadi pemimpin dan dapat membuat lekukan di alam semesta dengan cara mereka masing-masing.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.