Mengapa Lowongan Kerja di Malaysia Berani Mencantumkan Gaji?

Saat tinggal di Malaysia, ada satu hal yang selalu menarik perhatian saya setiap kali berjalan di pusat perbelanjaan atau kawasan pertokoan. Hampir setiap toko yang sedang membuka lowongan kerja memasang poster besar di depan toko mereka. Mulai dari restoran, kedai kopi, toko pakaian, hingga minimarket. Yang membuatnya berbeda bukan hanya informasi posisi yang dibutuhkan, tetapi juga nominal gaji yang langsung dicantumkan di poster tersebut.
Baik untuk pekerjaan full-time maupun part-time, hampir setiap lowongan mencantumkan kisaran gaji secara terbuka. Ada yang menuliskan gaji bulanan, misalnya RM2.500-RM3.200 (Rp11 juta-Rp14 juta), sementara yang lain mencantumkan upah sebesar RM10-RM12 (Rp44.000-Rp53.000) per jam. Tidak hanya itu, beberapa poster juga menyertakan informasi mengenai bonus, tunjangan, dan berbagai insentif yang akan diperoleh karyawan.
Awalnya saya mengira hal tersebut hanya strategi beberapa perusahaan. Namun, setelah melihat pola yang sama di banyak tempat, saya menyadari bahwa transparansi gaji memang sudah menjadi praktik yang cukup umum di Malaysia.
Mengapa Perusahaan di Malaysia Terbuka Soal Gaji?
1. Mempercepat Proses Rekrutmen
Dengan mencantumkan kisaran gaji, pelamar dapat langsung menilai apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan harapan mereka. Jika merasa nominalnya belum cocok, mereka tidak perlu mengirim lamaran. Sebaliknya, perusahaan juga tidak perlu menghabiskan waktu mewawancarai kandidat yang pada akhirnya menolak tawaran karena alasan gaji. Proses rekrutmen pun menjadi lebih cepat dan lebih tepat sasaran.
2. Membangun Kepercayaan Sejak Awal
Gaji merupakan salah satu informasi yang paling ingin diketahui pencari kerja. Ketika perusahaan bersikap terbuka mengenai kompensasi, pelamar merasa perusahaan tidak menyembunyikan informasi penting. Hal ini membantu membangun kepercayaan sejak tahap awal perekrutan.
3. Mengurangi Ketidakpastian Saat Negosiasi
Tidak semua orang nyaman membahas soal gaji ketika wawancara. Sebagian pelamar khawatir memasang ekspektasi yang terlalu tinggi atau justru terlalu rendah. Dengan adanya kisaran gaji, kedua belah pihak memiliki titik acuan yang sama sehingga diskusi menjadi lebih mudah dan lebih terbuka.
Baca Juga: 4 Cara Cerdas Negosiasi Gaji Saat Interview Kerja
4. Menarik Kandidat yang Tepat
Sektor ritel dan layanan di Malaysia cukup sering menghadapi tantangan dalam mencari tenaga kerja lokal. Karena itu, perusahaan perlu membuat lowongan mereka lebih menarik dan informatif. Mencantumkan gaji menjadi salah satu cara untuk menarik perhatian kandidat sekaligus memastikan pelamar yang datang memang sudah memahami kompensasi yang ditawarkan.
Apakah Praktik Ini Sebaiknya Diterapkan di Indonesia?
Menurut saya, ya, meskipun mungkin tidak harus langsung diwajibkan untuk semua jenis pekerjaan. Setidaknya perusahaan dapat mulai mencantumkan kisaran gaji pada lowongan yang mereka buka.
Bukan karena pencari kerja hanya melihat nominal gaji, tetapi karena informasi tersebut membantu mereka mengambil keputusan dengan lebih realistis. Kandidat dapat mempertimbangkan apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan kebutuhan dan rencana karier mereka sebelum menginvestasikan waktu untuk membuat CV, mengikuti tes, hingga menghadiri beberapa tahap wawancara.
Di sisi lain, perusahaan juga akan menerima lamaran dari kandidat yang memang sudah memahami kisaran kompensasi yang ditawarkan. Hal ini dapat mengurangi kemungkinan kandidat mengundurkan diri di tahap akhir proses rekrutmen hanya karena gaji tidak sesuai harapan.
Apakah Ada Tantangannya?
Tentu saja ada.
Untuk beberapa posisi yang bersifat strategis atau sangat bergantung pada pengalaman kandidat, perusahaan mungkin membutuhkan ruang untuk bernegosiasi. Dalam kondisi seperti ini, mencantumkan rentang gaji tetap menjadi solusi yang baik dibandingkan tidak memberikan gambaran sama sekali.
Selain itu, perusahaan juga perlu memastikan bahwa kisaran gaji yang dipublikasikan benar-benar sesuai dengan kondisi yang akan diterima karyawan agar transparansi tetap diikuti dengan kejujuran.
Transparansi Bukan Sekadar Soal Angka
Pada akhirnya, transparansi gaji bukan hanya soal mencantumkan nominal di sebuah poster. Ini adalah bentuk komunikasi yang jelas antara perusahaan dan pencari kerja. Ketika kedua belah pihak memiliki informasi yang sama sejak awal, proses rekrutmen menjadi lebih efisien, lebih jujur, dan lebih saling menghargai.
Mungkin inilah salah satu kebiasaan sederhana yang saya temui selama tinggal di Malaysia, tetapi memiliki dampak yang cukup besar. Bukan untuk membandingkan besarnya gaji dengan negara lain, melainkan untuk menunjukkan bahwa keterbukaan informasi dapat membuat proses mencari pekerjaan menjadi lebih nyaman bagi semua pihak.
Bisnis
Manisha adalah editor dan penulis di Leaderonomics. Ia percaya tulisan memiliki kekuatan untuk belajar dan membawa perubahan dengan menginspirasi banyak orang.





