11 Prediksi Masa Depan Sales, Branding, dan Marketing

Dec 27, 2023 4 Min Read
kolaborasi brand
Sumber:

dari Freepik.com

Di era yang identik dengan kemajuan teknologi dan perilaku konsumen yang terus berkembang, menjadi sebuah keharusan bagi bisnis untuk unggul di bidang SalesMarketing, dan Branding. Merek di seluruh dunia bergulat dengan laju perubahan, meskipun ada pula yang memilih untuk tidak mengikuti perkembangan zaman. 

Setelah 27 tahun berkolaborasi dengan lebih dari 1,000 merek di 37 negara, saya belajar bahwa kepercayaan konsumen merupakan elemen penting agar suatu bisnis dapat berkelanjutan. Berdasarkan pengalaman tersebut, saya belajar bahwa terdapat 11 tren yang akan membentuk masa depan SalesMarketing, dan Branding. Berikut penjelasannya:

Baca juga: 8 Strategi Psikologis Influencer dalam Memasarkan Produk

1. Kepercayaan di Era Skeptis

Era digital cenderung membuat manusia menjadi skeptis. Konsumen dibanjiri dengan begitu banyaknya informasi, sehingga sulit untuk membedakan produk hanya dari tampilannya saja. Kepercayaan konsumen pun menjadi aspek terpenting dewasa ini. Merek yang secara terbuka membawa nilai-nilai yang sejalan dengan konsumennya akan lebih mampu meningkatkan loyalitas dan retensi pelanggan.

2. AI Generatif

Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah merevolusi pembuatan konten sehingga dapat dipersonalisasi berdasarkan preferensi dan perilaku pengguna di suatu platform. Seperti Spotify dengan fitur playlist musiknya. Fitur seperti inilah yang menawarkan pengalaman unik kepada para pengguna sehingga mereka terdorong untuk berlangganan paket berbayar, sebagaimana diterapkan aplikasi lain yang memanfaatkan teknologi personalisasi dari kecerdasan buatan.

3. Storytelling sebagai Strategi

Seni bercerita tetap menjadi strategi andalan dalam menjalin hubungan dengan target audiens. Merek seperti Nike memanfaatkan storytelling untuk mengaitkan produknya dengan kisah kegigihan dan kemenangan. Narasi inilah yang dapat membangkitkan hubungan emosional dan merangkul audiens untuk mengenal nilai dari suatu produk atau layanan.

Baca juga: Pentingnya Kecerdasan Buatan dan Standar Teknologi yang Etis

4. Pentingnya Sinergi antara Sales, Marketing, dan Branding

Batasan antara Sales (penjualan), Marketing (pemasaran), dan Branding (merek) menjadi semakin kabur. Maka dari itu, dibutuhkan sebuah strategi yang dapat mendukung harmoni tujuan dari ketiganya. Hal ini berkaitan dengan optimalisasi strategi komunikasi dan brand experience yang nantinya akan meningkatkan efektivitas suatu kampanye. Percayalah, pengalaman saya selama puluhan tahun telah membuktikan keajaibannya.

5. Tujuan di Era Conscious Consumption (Kemelekan Konsumsi)

Tidak hanya sekedar mencari produk, konsumen modern cenderung mencari merek yang memiliki tujuanFenomena conscious consumption telah membuat merek seperti Patagonia untuk membangun identitasnya yang peduli lingkungan, dalam rangka memikat konsumen baru dan mempertahankan loyalitas konsumen lama.

6. Tren Konten Video

Dewasa ini, video telah menjadi sebuah kebutuhan. Dari tutorial komprehensif di YouTube hingga video singkat di TikTok, konten video terbukti menjadi alat promosi merek yang kuat. Kita bisa melihat dari video perilisan produk baru milik Apple yang setiap tahunnya selalu menarik antusias. Bahkan, masifnya tren video singkat membuat berbagai aplikasi media sosial untuk menambahkan fitur pengunggah video singkat.

Baca juga: 5 Upaya Membuat Perusahaan Lebih Ramah Lingkungan

7. Humanisasi dan Personalisasi Merek

Konsumen menginginkan pengalaman yang dipersonalisasi. Karena itu, merek dapat memikat konsumen melalui empati dan humor. Contohnya Coca Cola. Coca Cola dengan kampanye personalisasi kaleng miliknya berhasil mengubah sebotol minuman menjadi sebuah pengalaman. Kampanye “Share a Coke” berhasil menginisiasi interaksi sosial yang tulus, di mana nama-nama yang tertera pada label Coca Cola seperti “best friend” atau “soulmate” mengajak kita untuk berbagi momen spesial dengan orang-orang terdekat.

8. Konsumen yang Terus Berubah

Konsumen modern adalah mereka yang melek informasi dan terus berkembang mengikuti tren. Media sosial pun berdampak signifikan pada pembentukan perilaku konsumen tersebut. Maka dari itu, penting bagi pelaku bisnis untuk beradaptasi dengan kebutuhan dan preferensi konsumen yang terus berubah mengikuti perkembangan tren.

9. Kreativitas dan Hiburan di Dunia Penuh Distraksi

Di dunia yang penuh dengan distraksi, kreativitas dan hiburan menjadi sangat penting untuk menarik perhatian. Red Bull melakukan hal ini dengan aktif mensponsori aneka turnamen olahraga ekstrem hingga Piala Dunia dan NBA. Akibatnya, Red Bull lebih menonjol dibandingkan kompetitor minuman berenergi lainnya karena konsistensinya menjadi sponsor selama ini.

Baca juga: Mau Inovasi? Hadirkan Pengalaman!

10. Masifnya Tren Influencer Marketing

Influencer marketing telah menggeser relevansi iklan tradisional. Pada dasarnya, influencer merupakan brand ambassador yang efektif karena terikat secara emosional dengan para pengikutnya. Karena itu, berbagai merek memanfaatkan kolaborasi dengan para influencer untuk menjangkau lebih banyak audiens dan meningkatkan penjualan. Hal ini juga dilakukan oleh merek untuk meningkatkan kredibilitas produk atau layanan mereka.

11. Kecerdasan Buatan dalam Segala Hal

Kecerdasan buatan telah merambah setiap aspek SalesMarketing, dan Branding. Dari sistem rekomendasi hingga chatbot layanan pelanggan, tampak bahwa kecerdasan buatan memiliki potensi yang sangat besar dalam bisnis dan akan terus berkembang. Hal inilah yang perlu diantisipasi oleh para pelaku bisnis, yakni menyikapi masa depan yang erat dengan kecerdasan buatan.

Kesimpulan

11 tren di atas merupakan cerminan dari dinamika SalesMarketing, dan Branding yang identik dengan kepercayaan, kecerdasan buatan, storytellingbranding yang berlandaskan tujuan, kreativitas, dan influencer marketing. Saya dapat katakan bahwa merek yang mampu mengikuti perkembangan tren, beradaptasi, dan terus berinovasi tidak hanya akan bertahan namun berpotensi untuk berkembang pesat. Pada dasarnya, masa depan adalah milik mereka yang siap menerima perubahan dan beradaptasi dengan lanskap bisnis yang akan terus berubah.

Share artikel ini

Bisnis

Tags: Konsultasi

Alt

Dr. Jerome Joseph adalah CEO The Brand Theatre Woldwide. Selain berpengalaman sebagai ahli Brand & Customer Experience Strategist, Dr. Jerome aktif menjadi pembicara topik Brand Strategy, Brand Engagement, Internal Branding, Personal Branding, dan Branded Customer Experience di Singapura.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Wanita Karyawan Tertidur Diatas Meja Kerja

Apakah "Quiet Quitting" itu Nyata?

Artikel ini ditulis oleh : Jim Harter. Apakah "Quiet Quitting" itu Nyata?

Jan 12, 2023 3 Min Read

Alt

Bagaimana Mengubah Bencana Menjadi Berkat

Lam Kee Hing, sebagai seorang penulis dan juga orang yang banyak berkecimpung di dunia kepemimpinan, berkisah tentang kisahnya saat tertarik menulis buku. Di akhir wawancara ini ada nasehat yang sangat baik bagi mereka yang ada keinginan untuk menulis buku.

May 19, 2021 9 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest