Cara Menemukan Makna dan Kepuasan dalam Pekerjaan

Feb 22, 2026 4 Min Read
Woman sitting on chair
Sumber:

Andrea Piacquadio, Pexels

Apakah kamu pernah merasa bingung, lebih baik do what you love (lakukan apa yang kamu cintai) atau love what you do (mencintai apa yang kamu lakukan)?

Melakukan sesuatu yang kamu sukai memang terasa menyenangkan. Namun, pada kenyataannya, kamu tidak selalu memiliki privilege untuk menjalaninya. Hambatannya bisa bermacam-macam, mulai dari kondisi ekonomi yang terbatas, lingkungan yang kurang mendukung, interaksi sosial yang melelahkan, hingga kemampuan fisik yang mungkin belum memungkinkan.

Cita-Cita, Realita, dan Pilihan Hidup

Dulu, ketika masih kecil, saya memiliki cita-cita menjadi seorang komikus. Namun, biaya untuk mengikuti kursus menggambar cukup mahal dan lokasinya jauh dari rumah. Pada akhirnya, saya hanya bisa belajar secara autodidak melalui karya orang lain, serta mengikuti tutorial dari TV dan internet. Yang saya pahami saat itu, saya benar-benar menyukai kegiatan menggambar.

Namun, setelah memasuki masa SMA, sebagian besar waktu saya tersita untuk mempersiapkan diri masuk perguruan tinggi. Ketika sudah kuliah, saya disibukkan dengan berbagai aktivitas akademik dan kegiatan organisasi. Setelah memasuki dunia kerja, saya tidak lagi memikirkan untuk menjadi komikus karena memutuskan berkarier di industri lain, yaitu penerbangan.

Jika ditanya apakah saya masih menyukai menggambar, jawabannya tentu masih. Namun, jika ditanya apakah saya ingin menjadi komikus, saya perlu mempertimbangkannya dengan sangat serius. 

Mengapa demikian?

Bukan karena profesi tersebut tidak menjanjikan secara finansial. Saya memiliki teman yang berprofesi sebagai komikus dan mampu memperoleh penghasilan puluhan juta rupiah setiap bulan. Alasannya adalah karena saat ini saya sudah tidak memiliki skill-set yang memadai. Artinya, saya harus memulai kembali dari awal, menginvestasikan waktu dan biaya, serta belum mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai penghasilan seperti yang saya miliki sekarang. Jika saya membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk belajar tanpa penghasilan, lalu siapa yang akan memenuhi kebutuhan keluarga?

Dari cerita tersebut, hambatan utama yang saya hadapi adalah keterbatasan waktu dan budget.

Baca Juga: Bagaimana Cara Mengelola Waktu Supaya Tetap Seimbang?

Mungkin saja, ketika masih SMA, saya seharusnya meluangkan lebih banyak waktu untuk belajar menggambar dan terus mengejar cita-cita tersebut, apa pun tantangannya. Saya tidak menyangkal bahwa keputusan untuk tidak melanjutkannya adalah pilihan yang saya ambil sendiri.

Namun, jika dilihat dari sudut pandang yang berbeda, pendidikan saya dibiayai oleh orang tua. Oleh karena itu, saya memiliki tanggung jawab untuk menyelesaikan pendidikan dengan hasil yang terbaik. Bagi saya, hal tersebut merupakan bentuk tanggung jawab terhadap orang tua.

Pada kenyataannya, tanggung jawab yang kamu miliki saat ini bisa saja menjadi faktor yang membatasi atau mengubah arah cita-cita di masa depan.

Memahami Cara untuk Love What You Do

holding big heart

pch.vector, Freepik

Pertanyaannya kemudian adalah, bagaimana cara agar kamu bisa mencintai apa yang kamu lakukan?

Prinsip yang saya gunakan hingga saat ini terdiri dari tiga hal utama berikut.

1. Be Intentional–Menetapkan Niat dengan Sadar

Mungkin kamu merasa tidak menyukai jurusan kuliah yang sedang dijalani. Atau, kamu merasa kurang cocok dengan lingkungan kerja saat ini. Namun, apakah dengan terus mengeluh situasinya akan berubah? Kemungkinan besar tidak.

Sebaliknya, cobalah untuk mengatakan kepada diri sendiri bahwa kamu adalah pribadi yang kuat. Kamu mampu bertahan sejauh ini, bahkan dalam kondisi yang tidak sepenuhnya kamu sukai. Tidak semua orang memiliki ketahanan seperti itu.

Tanamkan niat bahwa kamu akan tetap mencapai kesuksesan dan kebahagiaan melalui jalan yang sedang kamu jalani. Kamu sudah berusaha sejauh ini, maka pastikan kamu menyelesaikannya dengan penuh kebanggaan.

Ingatlah bahwa kesuksesan dapat dicapai di berbagai bidang. Mereka yang sukses adalah mereka yang bersedia untuk disiplin dan bekerja keras. Passion bukan satu-satunya syarat untuk meraih kesuksesan!

2. Be Grateful–Melatih Rasa Syukur

Luangkan waktu sejenak untuk berhenti dan memperhatikan keadaan di sekitarmu. Banyak orang yang berada dalam kondisi yang jauh lebih sulit. Jangankan mengejar cita-cita atau impian, masih banyak yang berjuang untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya.

Gunakan hal tersebut sebagai pengingat untuk bersyukur.

Percayalah, semakin sering kamu bersyukur, semakin tenang perasaan yang kamu miliki. Kebiasaan bersyukur yang dilatih setiap hari dapat menjadi fondasi penting untuk membantu kamu menjadi lebih produktif dan lebih stabil secara emosional.

Baca Juga: Berhenti Membandingkan, Mulai Menghargai

3. Circle of Control–Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan

Percayalah bahwa terdapat kekuatan yang lebih besar yang telah mengatur perjalanan hidup setiap individu. Saya memandang diri saya seperti seorang aktor di dalam sebuah cerita. Peran saya telah ditentukan, dan tugas saya adalah menjalankan peran tersebut dengan sebaik mungkin.

Seorang aktor yang hebat adalah mereka yang mampu beradaptasi dengan peran apa pun yang diberikan.

Di sinilah konsep circle of control menjadi relevan. Hindari menghabiskan energi untuk memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali. Sebaliknya, fokuslah pada hal-hal yang dapat kamu kendalikan.

Contoh hal yang berada di luar kendali adalah sikap dan perkataan orang lain.

Sebaliknya, hal-hal yang berada dalam kendali kamu meliputi niat, disiplin, dan rasa syukur.

Pertarungan Terbesar Ada di Dalam Diri

Ingatlah bahwa pertarungan yang paling berat adalah melawan diri sendiri. Mempelajari personal development dapat memperkaya perspektif hidup dan membantu kamu menemukan kebahagiaan, terlepas dari kondisi dan tanggung jawab yang sedang kamu jalani saat ini.

Terakhir, jangan pernah merasa sendirian. Saya dan komunitas di LinkedIn akan terus saling mendukung, berbagi pembelajaran, serta bertumbuh bersama untuk menjadi pribadi yang lebih baik setiap hari.

Artikel ini diterbitkan dari akun LinkedIn milik Rivaldy Varianto S.


Masterclass Mendatang untuk Senior Leaders:

Malaysia Leadership IMMERSION WEEK 2026

Menikmati pekerjaan dimulai dari cara kita memandang, memaknai, dan bertumbuh melalui setiap proses. Leaderonomics Malaysia Leadership IMMERSION WEEK 2026 hadir untuk membantu Anda memperkuat kesadaran tersebut, memperluas perspektif, dan memimpin perjalanan karier serta kepemimpinan Anda dengan lebih intentional dan berdampak.

Daftar Sekarang di events.leaderonomics.com

Alt

Share artikel ini

Alt

Rivaldy adalah Aerodynamics Engineer di Airbus UK yang berfokus pada optimalisasi kinerja pesawat agar efisien dan aman, sekaligus CEO Get Karier, platform yang dibangunnya untuk membantu profesional muda meraih karier global melalui e-book, mentoring, dan lokakarya. Tujuannya mengubah ambisi menjadi peluang nyata danterus mendorong generasi berikutnya untuk meraih kesuksesan di internasional.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

ceo silhouette

Hollow Success: Menemukan Makna di Balik Kesuksesan

Oleh Nancy Ho. Hidup sukses tapi terasa hampa? Temukan cara mengembalikan kendali hidup.

Jan 18, 2026 4 Min Read

Wawancara Kepemimpinan: Kepemimpinan Yang Melayani

Kepemimpinan Yang Melayani

Theo Litaay, SH, LLM, Ph.D, membahas penerapan kepemimpinan yang melayani dalam organisasi untuk meningkatkan kinerja tim dan kesejahteraan.

Feb 19, 2025 56:41 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest