Bagaimana Satu Kata Dapat Mengubah Sepanjang Hari Anda

Jun 14, 2026 3 Min Read
Two women laughing together
Sumber:

Arina Krasnikova, Pexels

Bagaimana Bahasa yang Disengaja Mengubah Segalanya

Ya, Anda tidak salah membaca. Satu kata.

Satu kata dapat mengubah seluruh hari Anda. Kata tersebut dapat mengubah perspektif, kondisi emosional, atau interaksi Anda dengan orang lain melalui kekuatan bahasa dan niat yang disengaja.

Setiap hari, rasanya berita dipenuhi dengan tajuk yang sama: ancaman, kemarahan, ketakutan, perang, ketidakpastian, dan ketidakstabilan. Arus informasi yang terus-menerus ini dapat meresap ke dalam hati banyak orang.

Saya mengalami percakapan yang luar biasa beberapa waktu lalu. Saat sedang menyelesaikan beberapa keperluan, saya mampir ke salah satu toko langganan. Saya bertemu Cal. Seperti biasa, saya menyapanya, “Cal, bagaimana harimu?” Ia menjawab dengan satu kata, “Istimewa.”

Istimewa? Saya tidak menduga jawaban itu.

Saya jarang mengutip Groucho Marx, tetapi kali ini saya ingin melakukannya:

Setiap pagi ketika saya membuka mata, saya berkata kepada diri sendiri: Saya, bukan peristiwa yang terjadi, memiliki kekuatan untuk membuat diri saya bahagia atau tidak bahagia hari ini. Saya dapat memilihnya. Kemarin sudah berlalu. Besok belum tiba. Saya hanya memiliki satu hari. Hari ini. Dan saya akan menjalaninya dengan bahagia.

Dengan kata lain, dalam dunia pengukuran, Anda menetapkan tujuan lalu berusaha mencapainya. Dalam dunia kemungkinan, Anda menetapkan konteks dan membiarkan hidup berkembang dengan sendirinya.

Hal itu membawa kita kembali pada satu kata: memilih.

Ternyata kebahagiaan, seperti banyak hal lainnya, sering kali merupakan sebuah pilihan. Ketika bangun di pagi hari, saya berharap hal-hal baik akan terjadi kepada saya. Saya juga tidak pernah terkejut ketika kenyataannya tidak demikian. Saya mengharapkan yang terbaik dan mempersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk. Namun sejak bangun tidur, saya sudah memutuskan untuk tetap bahagia apa pun yang terjadi. Sebuah pilihan.

Saya tidak mengatakan bahwa hal ini mudah. Karena memang tidak mudah.

Ingatlah neuroplastisitas: otak pada akhirnya akan menjadi sangat baik dalam apa yang terus-menerus dilakukannya.

Ini membawa kita kembali kepada Cal dan kata “Istimewa”. Kata itu melekat di pikiran dan hati saya.

Pemberhentian saya berikutnya adalah sebuah toko komputer. Saya selalu berusaha mengubah pengetahuan menjadi perilaku. Jadi, saya bertanya kepada teknisi di sana, “Bagaimana harimu sejauh ini?”

Ia menjawab, “Ya, berjalan seperti biasa.”

Karena timbal balik itu nyata, ia kemudian bertanya kepada saya, “Kalau harimu bagaimana?”

Saya menjawab, “Spektakuler!”

Ia terlihat terkejut, “Spektakuler? Spektakuler. Kalau tidak keberatan, saya ingin meniru energimu. Saya juga ingin memiliki hari yang spektakuler.” Lalu kami tertawa bersama.

Hal kecil. Dampak besar.

Kata-kata tidak hanya mengubah cara kerja otak. Kata-kata juga mengubah perspektif pribadi Anda. Kata-kata dapat mengubah perasaan acuh tak acuh atau negatif menjadi rasa berdaya dan kendali atas diri sendiri. Pergeseran bahasa ini memungkinkan Anda memandang hari dengan lebih positif, bahkan ketika kenyataan saat ini belum sepenuhnya mencerminkannya. Seiring waktu, hal ini dapat menumbuhkan optimisme dan harapan.

Baca Juga: Otak Anda Dapat Dilatih untuk Tidak Panik, Serius!

Zig Ziglar pernah berkata dengan bijak:

Kita tidak dilahirkan sebagai pemenang. Kita tidak dilahirkan sebagai pecundang. Kita dilahirkan sebagai pribadi yang mampu memilih.

Kata-kata memiliki kekuatan untuk menyembuhkan, memotivasi, dan menciptakan dunia yang lebih baik. Dengan lebih sadar terhadap kata-kata yang kita gunakan, kita dapat mencerahkan hari kita sendiri sekaligus hari orang lain.

Terima kasih sudah membaca. Anda adalah seorang jenius!

Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam newsletter Brain Bulletin karya Terry Small.

Share artikel ini

Kepribadian

Tags: Pertumbuhan, Sifat Positif

References:

T. Straube, A. Sauer, and W. H. R. Miltner, “Brain activation during direct and indirect processing of positive and negative words,” Behavioural Brain Research, vol. 222, no. 1, pp. 66–72, 2011. doi:10.1016/j.bbr.2011.03.037

Alt

Terry Small adalah pakar otak asal Kanada yang percaya bahwa mempelajari ‘cara belajar’ adalah keterampilan paling penting yang dapat diperoleh seseorang.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Silhouette of a man looking at the window

Setelah ‘Hujan’, Saya Bertanya: Perlukah Semua Luka Dihapus?

Oleh Manisha Mutiara Tsani. Membaca Hujan karya Tere Liye menghadirkan refleksi tentang ingatan, kehilangan, dan teknologi. Di dunia yang menawarkan cara cepat untuk melupakan luka, mengajak kita bertanya apakah ingatan menyakitkan perlu dihapus, atau justru membentuk kemanusiaan kita.

Jan 19, 2026 4 Min Read

empty classroom

5 Skill Penting yang Tidak Diajarkan di Sekolah

Bersama Raymond Chin, memberikan pandangan baru tentang apa yang sebenarnya dibutuhkan untuk bertahan dan berkembang di masyarakat modern.

May 23, 2026 11 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest