Bagaimana Kepribadian Mempengaruhi Nilai dan Kesejahteraan

Oleh Art Markman Ph.D.|30-07-2021 | 2 Min Read
Source: Hu Chen dari Unsplash
Sebuah studi baru menunjukkan perubahan kepribadian dapat mempengaruhi nilai-nilai dan kesejahteraan Anda.

Ada beberapa macam aspek dalam diri kita yang membantu kita menjelaskan siapa diri kita. Dua aspek yang paling menonjol adalah ciri-ciri kepribadian dan nilai-nilai.

Ciri-ciri kepribadian adalah karakteristik yang berhubungan dengan pengaturan dasar dari sistem motivasi kita. Itu menentukan apa yang dapat memotivasi kita tanpa adanya pengaruh yang kuat dalam sebuah situasi. Seseorang yang terbuka terhadap pengalaman cenderung termotivasi pada hal-hal baru, meskipun mungkin mereka memperlakukannya dengan hati-hati dalam lingkungan yang berbahaya.

Sumber: MajorImpact

Nilai adalah faktor yang menentukan apa yang menjadi penting bagi kita. Sebuah penelitian oleh Schwartz and rekan kerjanya menyarankan adanya seperangkat nilai yang bersifat universal. Pekerjaan ini menyarankan untuk nilai dari orang-orang dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk kebudayaan, ciri-ciri kepribadian, dan pengalaman mereka.

Peneliti tertarik dalam memahami bagaimana dua sumber keseimbangan dalam seseorang ini dapat saling berhubungan dan apakah perubahan dalam salah satu faktor (seperti kepribadian) akan menciptakan perubahan pada yang lain (seperti nilai). Pertanyaan ini dibahas dalam sebuah makalah di Journal of Personality and Social Psychology edisi Agustus 2019 oleh Velichko Fetvadjiev dan Jia He.

Mereka mengolah data longitudinal dari sebuah survey dengan lebih dari 10.000 responden di Belanda dari 2008-2015. Sebanyak lima kali dalam periode itu semua partisipan diberikan survey tentang 5 ciri-ciri kepribadian - keterbukaan, kesadaran, ekstraversi, keramahan, dan neurotisisme - beserta nilai-nilainya. Selain itu, mereka juga ditanyakan mengenai kepuasan dalam hidup dan perasaan positif dan negatif yang mereka alami.

Keuntungan dari memiliki banyak gelombang data yang berbeda dari orang yang sama akan memungkinkan peneliti untuk berspekulasi tentang apakah perubahan dari karakteristik ini akan menyebabkan perubahan pada yang lainnya. Ini dapat dilakukan dengan menanyakan apakah perubahan pada satu waktu dalam satu faktor akan memprediksi yang lain yang lebih kuat daripada sebaliknya. Sebagai contoh, jika perubahan dalam kepribadian menyebabkan perubahan dalam nilai, maka kita berharap bahwa perubahan kepribadian dalam satu waktu akan memprediksi perubahan dalam nilai daripada perubahan dalam nilai pada waktu itu memprediksi perubahan kepribadian di masa depan.
Hasil dari studi ini sangat menarik. Pertama, seperti yang kita duga, karakteristik kepribadian dan nilai seseorang bersifat stabil. Respon orang-orang terhadap inventaris kepribadian dan skala nilai tidak banyak berubah. Tetapi, survey dari respon terhadap inventaris kepribadian berubah lebih kecil dibandingkan respon terhadap nilai.

Baca Juga 7 Kiat Meningkatkan Komunikasi Persuasif

Secara keseluruhan, beberapa ciri kepribadian dan beberapa nilai itu saling berhubungan. Keramahan berkolerasi dengan nilai sosial (yaitu ingin berinteraksi dengan tindakan positif untuk masyarakat). Kesadaran berkolerasi dengan keselarasan (dimana menunjukkan bahwa orang yang sadar biasanya ingin mengikuti peraturan termasuk peraturan di masyarakat). Ekstraversi berhubungan dengan nilai kegembiraan. Keterbukaan berkolerasi dengan nilai pengarahan diri sendiri. Tidak ada korelasi yang kuat antara neurotisisme dengan nilai apapun.
Menggunakan logika yang saya deskripsikan diatas, para peneliti menemukan bahwa perubahan pada kepribadian dalam satu waktu merupakan prediksi nilai yang lebih baik di masa depan dibandingkan sebaliknya, yang berarti bahwa ciri-ciri kepribadian memiliki pengaruh yang lebih besar daripada nilai dan sebaliknya. 


Lihat Video di bawah ini untuk Memahami Tipe Kepribadianmu!

Sebagai tambahan, ciri-ciri kepribadian muncul untuk mempengaruhi beragam ukuran dari kesejahteraan. Orang-orang dengan keramahan, kesadaran, ekstraversi, dan keterbukaan yang tinggi cenderung menunjukkan ukuran kesejahteraan yang lebih tinggi sedangkan neurotisisme yang tinggi terhubung pada turunnya ukuran kesejahteraan. Perubahan dalam kepribadian pada satu waktu memprediksi ukuran kesejahteraan di masa depan yang lebih baik daripada sebaliknya, yang berarti bahwa kepribadian yang mempengaruhi kesejahteraan bukan sebaliknya.

Nilai berhubungan kuat dengan kekuatan dari perasaan positif dan tidak terlalu berhubungan dengan ukuran dari kepuasan hidup. Herannya, perubahan dalam ukuran kesejahteraan merupakan prediksi perubahan nilai yang lebih baik daripada sebaliknya. Penemuan ini menyarankan bahwa perubahan pada orang-orang terhadap kesejahteraan keseluruhan orang-orang (dan khususnya perasaan positif mereka) mungkin mempunyai pengaruh terhadap nilai yang lebih besar dibandingkan nilai pada rasa kesejahteraan.

Jadi apa arti semua ini?


Ada 3 inti pembahasan disini

Pertama, dalam era dimana penemuan inti gagal untuk di ulangi, penemuan ini memadatkan hubungan antara karakteristik kepribadian dan nilai yang sudah diobservasi sebelumnya. Ini juga menunjukkan bahwa karakteristik kepribadian dan nilai akan perlahan-lahan berubah.

Kedua, pekerjaan ini menyarankan bahwa perubahan dalam karakteristik kepribadian (yang mencerminkan motivasi yang mendasari orang-orang) mempunyai dampak yang lebih besar dalam nilai daripada perubahan yang dihasilkan oleh nilai terhadap karakteristik kepribadian orang-orang.

Ketiga, pekerjaan ini menyarankan bahwa kedua karakteristik kepribadian dan nilai untuk terhubung dengan rasa kesejahteraan orang-orang. Tetapi karakteristik kepribadian terlihat memiliki dampak yang lebih luas. Perubahan kepribadian dapat mendahului perubahan dalam kesejahteraan, tetapi ternyata perubahan dalam kesejahteraan mungkin akan berdampak kepada nilai pada orang-orang.

Meskipun ini adalah studi yang luas, tetap saja ini hanya satu. Masih banyak lagi yang harus dilakukan untuk membuktikan hubungan antara karakteristik kepribadian dengan nilai-nilai.

Baca juga artikel ini dalam Bahasa Inggris langsung dari sumbernya!

Share artikel ini

Kepribadian

Tags: Kepemimpinan Tanpa Batas

References:

Fetvadjiev, V.H. & He, J. (2019). The longitudinal links of personality traits, values, and well-being and self-esteem: A five-wave study of a nationally representative sample. Journal of Personality and Social Psychology, 117(2), 448-464.

Art Markman, Ph.D., adalah Profesor Annabel Irion Worsham Centennial Psikologi dan Marketing di University of Texas di Austin. Dia mendapatkan Sc.B. dalam Ilmu Kognitif dari Brown dan Ph.D. dalam Psikologi dari University of Illinois. Dia telah menerbitkan lebih dari 150 karya ilmiah tentang topik-topik dalam pemikiran tingkat tinggi termasuk efek motivasi pada pembelajaran dan kinerja, penalaran analogis, kategorisasi, pengambilan keputusan, dan kreativitas. Art menjabat sebagai direktur program dalam Human Dimensions of Organizations di University of Texas. Dia menghabiskan 9 tahun sebagai editor eksekutif jurnal Cognitive Science dan saat ini menjabat sebagai anggota dewan editorial Psikologi Kognitif. Art juga menjadi co-host acara radio dan podcast Two Guys on Your Head yang diproduksi oleh KUT Radio di Austin.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.