Apakah Saya Harus Bersaing untuk Bertumbuh?

Steph Meade, Lummi AI
Jika Anda melewatkan Bagian 2, silakan baca terlebih dahulu.
Sebagai pengantar, rangkaian artikel ini bukanlah tentang memberikan nasihat karier.
Seri ini ditulis untuk menggambarkan bagaimana rasanya berada di garis awal perjalanan karier.
Bukan untuk memberikan semua jawaban, melainkan membantu memahami pengalaman yang kita alami saat melewati learning curve.
Semua orang ingin sukses dalam karier. Semakin cepat, semakin baik.
Namun kenyataannya, tidak apa-apa jika kita belum memiliki semua jawaban.
Sadarilah bahwa Anda tidak sendirian, dan apa yang Anda rasakan adalah hal yang valid.
Perjalanan ini bukan perlombaan tentang siapa yang paling cepat atau paling unggul dibandingkan orang lain. Ini adalah perjalanan yang menuntut ketahanan dan kesabaran.
Apakah Persaingan Diperlukan untuk Bertahan?
Dalam ilmu tumbuhan, pohon perlu ditanam dengan jarak tertentu agar ketika tumbuh, masing-masing memperoleh sinar matahari dan nutrisi yang cukup. Namun, bibit yang tumbuh di bawah pohon yang sudah besar tidak memiliki kesempatan yang sama. Mereka terhalang dari cahaya matahari, tidak mampu menghasilkan cukup makanan, sehingga seluruh proses pertumbuhannya ikut terganggu.
Di suatu titik, kehidupan terasa seperti itu.
——— ✦ ———
Banyak orang mengatakan bahwa persaingan yang sehat adalah hal yang baik. Namun, sejak kecil kita juga diajarkan untuk bersaing. Menjadi yang terbaik. Menjadi juara. Menang. Kita melihatnya dari nilai, medali, pencapaian, hingga bagaimana kemajuan terus diukur dan dibandingkan. Tanpa disadari, cara berpikir itu perlahan tertanam dalam diri kita.
Seiring waktu, kita tidak lagi hanya berfokus pada perkembangan diri sendiri. Kita mulai melihat ke samping. Siapa yang lebih dulu maju, siapa yang melaju lebih cepat, dan siapa yang tampak lebih sukses.
Saat merasa tertinggal, perasaan itu tidak lagi terasa biasa.
Rasanya justru menyesakkan.
——— ✦ ———
Saya selalu menjadi orang yang diam-diam suka bersaing. Jauh di dalam diri, saya ingin terus berkembang, meraih pencapaian, dan mencapai titik tertentu dalam hidup. Saya bersedia bekerja keras untuk itu. Namun, ada saat-saat ketika saya merasa iri. Bahkan cemburu. Bukan sesuatu yang akan saya ungkapkan atau tunjukkan kepada orang lain, tetapi perasaan itu memang ada.
Di lingkaran pertemanan saya, setiap orang menempuh jalan yang berbeda. Ada yang meraih banyak pencapaian dalam waktu singkat. Ada pula yang masih mencari arah. Seharusnya ini bukan perlombaan. Namun entah mengapa, rasanya seperti sedang berlomba.
Mengapa saya merasa harus mengejar mereka?
Baca Juga: Belajar dengan Ritme Sendiri
——— ✦ ———
Pada awal karier, saya memulai semuanya dari bawah. Saya bekerja keras, melakukan lebih dari yang diminta, dan berusaha agar kemampuan saya terlihat. Saya ingin membuktikan diri dan terus berkembang. Namun, bahkan saat itu pun saya merasa hanya sedang berusaha mengejar ketertinggalan. Saya bahkan mengambil pekerjaan paruh waktu kedua hanya agar merasa sedikit lebih dekat dengan tujuan yang saya inginkan. Bukan karena saya ingin mengalahkan mereka. Saya hanya tidak ingin merasa tertinggal.
Seiring berjalannya waktu, cara pandang saya mulai berubah. Saya menyadari bahwa saya dikelilingi oleh orang-orang yang ambisius dan memiliki keinginan besar untuk berkembang. Alih-alih menganggapnya sebagai tekanan, saya mulai melihatnya sebagai perspektif baru.
Keberhasilan mereka tidak mengurangi peluang saya untuk bertumbuh. Justru sebaliknya, mereka menunjukkan bahwa hal-hal tersebut mungkin untuk dicapai.
——— ✦ ———
Namun, bukan berarti persaingan benar-benar hilang. Di dunia kerja, terutama dalam organisasi yang besar, persaingan memang nyata. Jika ingin berkembang, Anda harus menunjukkan kinerja, membangun visibilitas, dan menempatkan diri pada posisi yang tepat. Bahkan terkadang, semua itu masih belum cukup.
Tidak semua lingkungan kerja memberikan penghargaan secara adil. Ada kalanya yang lebih dihargai adalah mereka yang lebih vokal, lebih pandai memainkan dinamika organisasi, atau lebih dekat dengan pihak tertentu. Dalam situasi seperti itu, persaingan terasa bukan lagi sebagai motivasi, melainkan sesuatu yang hampir mustahil untuk dimenangkan.
Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan?
——— ✦ ———
Apakah Persaingan Diperlukan untuk Bertumbuh?
Dalam beberapa hal, jawabannya adalah ya. Persaingan dapat mendorong kita untuk berkembang, menantang kemampuan, dan memacu diri agar menjadi lebih baik. Namun, ketika pertumbuhan kita hanya ditentukan oleh pencapaian orang lain, proses tersebut tidak lagi tentang berkembang. Ia berubah menjadi tekanan.
Ada penjelasan psikologis di balik hal ini, yaitu social comparison. Secara alami, manusia membandingkan dirinya dengan orang lain untuk memahami posisi mereka. Namun, ketika perbandingan itu terjadi terus-menerus, cara kita memandang perkembangan diri menjadi tidak lagi objektif. Kita merasa tertinggal, padahal sebenarnya kita tetap sedang bergerak maju.
Mungkin pertanyaannya bukan lagi apakah persaingan diperlukan. Mungkin pertanyaan yang lebih penting adalah apakah kita mampu mengenali kapan persaingan membantu kita bertumbuh, dan kapan persaingan justru membuat kita merasa tidak pernah cukup.
Karena pada akhirnya, pertumbuhan bukanlah tentang melampaui orang lain. Pertumbuhan adalah tentang menjadi versi diri yang lebih baik, dengan kecepatan perjalanan kita masing-masing.
Kepribadian
Tags: Pertumbuhan, Sifat Positif
Arric memiliki pengalaman bertahun-tahun di dunia korporat, dengan spesialisasi di bidang pemasaran dan manajemen proyek. Berbekal latar belakang Biomedical Science, perjalanan kariernya dimulai dengan berbagai ketidakpastian sebagai lulusan baru yang menapaki jalur yang awalnya tidak ia rencanakan. Melalui tulisannya, ia berharap dapat menggambarkan realitas dunia kerja sehingga pembaca merasa dipahami dan tervalidasi, bahwa tidak apa-apa jika belum memiliki semua jawaban, dan tidak apa-apa untuk mengakui ketika sedang berjuang.





