Apakah Ada yang Salah dengan Orang-Orang Akhir-Akhir Ini?

Adrian Swancar, Unsplash
Artikel ini juga tersedia dalam Bahasa Inggris.
Suka membaca artikel seperti ini? Subscribe newsletter kami dan dapatkan insight terbaru setiap bulan.
Rasa lelah itu nyata.
Sepertinya banyak orang sedang kelelahan. Pikiran mereka penuh dan terbebani. Dan, hal ini mulai memunculkan perilaku yang tidak biasa.
Beberapa waktu lalu, saya sedang berjalan melewati sebuah tempat makan taco. Pintunya terbuka, dan saya bisa mendengar pertengkaran hebat tentang nasi. Nasi. Seorang pria berusia sekitar 40-an sedang terlibat adu mulut dengan juru masak hanya karena sebuah burrito. Entah karena tidak ada nasi, terlalu banyak nasi, nasinya terlalu matang, atau jenis nasinya salah. Siapa yang tahu? Namun, masalah itu dianggap sangat serius. Pertengkarannya terus berlanjut dan nyaris berujung pada perkelahian. Hanya karena nasi.
Saya mulai melihat banyak hal seperti ini. Banyak orang seolah berpindah-pindah antara kelelahan, kegaduhan, kemarahan, kekasaran, dan ketidakpedulian. Saya tidak ingin menjadi seperti itu. Begitu juga dengan Anda.
Hal ini membawa kita kembali pada burrito tadi. Dua orang merusak hari mereka hanya karena nasi. Belum lagi dampaknya terhadap orang-orang di sekitar mereka. Mereka memilih untuk merasa benar daripada merasa bahagia. Padahal, hal itu sebenarnya tidak perlu terjadi.
Baca Juga: Nasi Sudah Menjadi Bubur? Tidak Apa-Apa, Bubur Juga Enak
Saya kembali diingatkan untuk tidak membiarkan hal-hal seperti ini melekat pada diri saya. Saya perlu keluar dari siklus tersebut. Orang-orang sedang menghadapi masalah yang benar-benar nyata dalam hidup mereka. Burrito bukan salah satunya.
Berikut beberapa hal yang bisa dicoba:
- Tetap peka terhadap situasi di sekitar Anda. Jangan terlalu larut dalam pikiran sendiri. Perhatikan orang-orang di sekitar. Lihat peluang yang ada.
- Lebih sering tersenyum. Senyuman yang diberikan pada waktu yang tepat bisa membuat hari seseorang menjadi lebih baik. Begitu juga hari Anda.
- Matikan “berita”. Jangan terus terjebak dalam hiruk-pikuk politik. Ada banyak hal lain yang lebih layak mendapatkan perhatian Anda.
- Perhatikan ke mana perhatian Anda tertuju. Sadari kesadaran Anda, dan hadir sepenuhnya dalam apa yang sedang Anda jalani. Inilah bagian dari kehidupan.
- Lebih sering jauhkan diri dari layar. Belajarlah untuk mengalir dan menjalani kehidupan nyata. Lakukan sesuatu.
- Pilih pertempuran Anda dengan bijak. Kedamaian sering kali lebih berharga daripada menjadi pihak yang benar.
- Jangan membuang waktu dan energi untuk hal-hal yang tidak layak mendapatkannya. Energi hidup Anda terbatas.
- Belajarlah untuk sesekali mengambil langkah mundur. Tidak setiap perbedaan pendapat perlu ditanggapi. Kebijaksanaan sering kali hadir dalam keheningan.
Masa-masa ini memang tidak mudah. Perjuangan yang kita hadapi juga nyata. Kami memahaminya.
Namun, jangan biarkan hati Anda menjadi dingin. Kita tetap bisa menjadi manusia yang tulus. Kita bisa menjadi orang yang bahagia. Kita bisa peduli. Kita bisa memilih untuk bersikap baik.
Hidup dipenuhi banyak keindahan. Perhatikanlah.
Terima kasih sudah membaca. Anda luar biasa!
Artikel ini pertama kali diterbitkan dalam newsletter Brain Bulletin milik Terry Small.
Kepribadian
Tags: Pertumbuhan, Sifat Positif
References:
- Pew Research Centre, March 12, 2025
Terry Small adalah pakar otak asal Kanada yang percaya bahwa mempelajari ‘cara belajar’ adalah keterampilan paling penting yang dapat diperoleh seseorang.





