Sosok Pemimpin yang Membawa Perubahan

Oleh Elsa Yulia|20-08-2021 | 2 Min Read
Source: freepik.com

Dalam hidup seseorang  pasti bertemu banyak manusia, kita paham bahwa tidak semua orang mempunyai sifat, watak, karakter, cara pandang bahkan tujuan hidup yang sama. Namun, pasti dalam setiap pertemuan ada hal yang patut dijadikan sebuah pelajaran bahkan bisa menjadikan motivasi. Maka dari itu, siapapun orang yang Anda temui maupun kenal, harus ada sebuah hikmah yang dapat diambil.

Dalam perjalanan hidup ini, tentu kita pernah merasa kagum maupun termotivasi pada seseorang yang berhasil dan sukses dalam suatu bidang dan mampu mengubah cara pandang kita. Akan tetapi dibalik itu semua butuh kerja keras, biaya, tenaga bahkan waktu. Memandang dalam satu sudut pandang saja bisa menjadi salah penilaian maka dari itu lihatlah dari berbagai sudut pandang bagaimana bisa dia seperti sekarang. Dan dari beberapa hal yang mempengaruhinya salah satunya adalah sosok sumber inspirasinya yakni seorang pemimpin bisa jadi ayahnya, atasannya, bahkan orang yang digandrunginya.

Baca juga: Belajar Kepemimpinan dari Spiderman


Seperti halnya saya, mengagumi dan mencontoh cara ayah menjadi kepala keluarga. Sikapnya yang tegas dalam mengambil keputusan membuatku ingin seperti beliau. Banyak orang yang menyeganinya karena beliau ramah dan murah senyum pada setiap orang.  

Sebagian orang berargumen bahwa pemimpin layaknya seperti seorang nahkoda kapal yang memimpin untuk mengarahkan seluruh anak buah kapal agar mampu mengarungi luasnya samudera tanpanya kita akan bingung mencari arah pulang, maka dari itu pemimpin sangat vital bagi sebuah kapal,  organisasi, keluarga, bahkan negara.

Sosok pemimpin ideal adalah pemimpin yang memahami bawahannya, amanah sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi orang lain. Layaknya sebuah keluarga, seorang ayah menjadi pemimpin bagi bahtera rumah tangganya. Setiap ada masalah harus diselesaikan dengan anggota keluarga lainnya agar terciptanya rasa saling mengasihi dan memahami dan itu semua akan melahirkan keharmonisan dan kerukunan.

Baca juga: Pemimpin Penting Memiliki Karisma Tapi Ada Batasnya


Banyak rumah tangga hancur hanya karena minimnya sebuah komunikasi, maupun kurang cakapnya seorang kepala rumah tangga yang lambat menyelesaikan prahara kecil dalam keluarganya. Inilah pentingnya rasa kepekaan dalam membina rumah tangga, organisasi, maupun lingkungan sekitar.

Oleh sebab itu, menjadi seorang pemimpin  bukan hal yang mudah, banyak tanggung jawab yang diembannya agar bisa menjadikan apa yang diamanahkan kepadanya sukses. pemimpin  yang baik  adalah pemimpin yang menjadi teladan, pembicara, maupun pendengar, jika semua hal baik ada padanya maka akan menjadi sosok inspirasi positif bagi orang lain dan lingkungannya.

Seorang pemimpin bagaikan seekor ikan. Apabila kepalanya segar maka seluruh tubuhnya pasti segar dan sebaliknya apabila kepalanya sudah tidak segar lagi maka seluruh tubuhmya juga tidak segar. Maka dari itu, seorang pemimpin eksistensinya sangat vital dalam berbagai hal.

Lainnya tentang kepemimpinan:

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Makhluk berjenis kelamin perempuan yang sedang merangkak memperbaiki akhlak, sangat faqir ilmu, bersifat introvert, sekaligus sedang menjadi mahasiswa di bangku kuliah jurusan Teknik di Politeknik Negeri Jember. Elsa gemar bermain bulutangkis, menulis, dan membaca pada waktu senggangnya.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2023 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.