Orang Tua Pun Perlu Terus Belajar dan Bertumbuh

Oleh Roshan Thiran|05-08-2021 | 2 Min Read
Source: Marcus Aurelius dari Pexels
Belajar dan Bertumbuh dari Cerita Tokoh Bisnis Dunia

Sebut saja gila, paranoia atau ambisi namun bagi karyawan Toyota itu adalah krisis jika mereka tidak lebih maju setiap hari. 'Pikiran kaizen' memiliki arti hanya ada satu cara untuk bergerak – maju. Jadi setiap hari, apakah Anda seorang pekerja pabrik atau eksekutif manajemen, Anda harus menemukan cara untuk mengubah kebiasaan yang Anda lakukan sehingga dapat melakukannya dengan lebih baik lagi kedepannya. Bahkan beberapa tahun yang lalu, Hiroshi Okuda, ketua Toyota Motor Corporation saat itu menyatakan, "Kegagalan untuk berubah adalah suatu keburukan."

Dalam waktu kurang dari dua dekade, Toyota telah berubah dari bahan tertawaan di Amerika menjadi produsen mobil terbesar dan tersukses di dunia. Secara konsisten hal ini melebihi penjualan Ford dan General Motors – merek Amerika asli yang tengah berjuang membendung kerugian pangsa pasar. Sementara Lexus, merek mewahnya Toyota merupakan merek mobil mewah terlaris di Amerika selama enam tahun berturut-turut. Hal ini boleh disebut dengan obsesi, tetapi mengingat hasilnya, saya tidak akan membantah! (walaupun Toyota telah jatuh sedikit dari menara gadingnya, ia pernah berada di puncak)

‘Kaizen’ bukanlah rahasia milik Toyota. Perubahan, pertumbuhan, peningkatan, inovasi… hanyalah sebutan yang berbeda untuk hal yang pada dasarnya sama. Teruslah mengubah cara dan terus bergerak, meningkat, dan berkembang.

Tumbuh, Tumbuh, Tumbuh. Setiap perusahaan yang sukses berdedikasi untuk mengejar pertumbuhan dan peningkatan berkelanjutan, dan hal yang sama dapat dikatakan tentang para pemimpin hebat dan juga orang-orang hebat.

Dalam pengalaman saya bekerja dan mengamati para pemimpin hebat di General Electric dan Johnson & Johnson di AS, Eropa, dan baru-baru ini di Asia, salah satu ciri utama para pemimpin hebat adalah keinginan mereka untuk terus belajar dan berkembang. Pemimpin tidak pernah berhenti belajar dan berkembang karena ketika itu terjadi, mereka berhenti menjadi pemimpin.


Tonton "Prinsip Pengembangan Diri Kaizen " di bawah ini:

Baca Juga: CEO yang Hebat Harus Mempelajari Ilmu Seni Menjual


Orang Tua dalam Bisnis


Keinginan dan kemampuan untuk terus berkembang selalu menjadi ciri khas kepemimpinan. Saya melihat ini secara langsung dari penolakan awal Jack Welch terhadap internet hingga penerimaan totalnya terhadap internet.

Sebenarnya, dulu Jack tidak pernah menjadi penggemar World Wide Web. Dia mungkin telah memahami nilai strategis dan implikasinya terhadap masa depan, tetapi dia tidak pernah benar-benar menunjukkannya melalui berbagai inisiatif dan arahan strategisnya. Tentu saja, ini terjadi di awal tahun sembilan puluhan ketika General Electric adalah bisnis fisik yang berurusan dengan barang fisik seperti peralatan, mesin jet dan plastik, yang menyediakan layanan seperti pembiayaan, kartu kredit, dan media.

Di luar bagian NBC (cabang media) dan GE Capital (cabang layanan keuangannya saat itu), GE pada umumnya tidak menunjukkan minat terhadap internet atau keinginan untuk memanfaatkannya. Kemudian di akhir 90-an, Jack membuat perubahan drastis dan sepenuhnya mengubahnya sikap dan strateginya terhadap internet. Suatu hari, dia meminta GE CIO Gary Reiner untuk mengirim seseorang dari departemen IT grup untuk mengajarinya tentang internet. Saya pikir banyak orang IT di Fairfield Connecticut (kantor pusat GE di AS) takut akan nyawa mereka!

Bagaimana jika Jack mengajukan pertanyaan IT yang tidak dapat mereka jawab? Tetapi seseorang menawarkan diri dan mulai mengajar Jack tentang internet. Selama beberapa minggu, Jack sangat terfokus pada Internet. Ketika Jack belajar, dia benar-benar belajar. Dia tidak tertarik untuk hanya berbelanja online atau mencoba-coba realitas maya; dia ingin tahu keseluruhannya. Anda harus ingat bahwa pada saat itu, Jack hanya beberapa tahun dari masa pensiun. Saat itu di akhir 90-an dan dia ingin menyerahkan kendali perusahaan kepada orang baru bernama Jeff Immelt. Dia baru saja mengubah GE menjadi perusahaan yang paling dikagumi di dunia dan dia sendiri dinyatakan sebagai CEO paling disegani di dunia.

Namun, dia tidak berpikir dia terlalu penting untuk belajar sesuatu yang baru. Dia menunjukkan keinginan yang luar biasa untuk belajar tentang internet dan dalam beberapa bulan dia bisa berbicara seperti seorang teknisi!

Sumber: Pexels.com


Ketika berita menyebar melalui desas-desus di GE, kebanyakan dari kita tidak dapat memahami mengapa seorang pria 'tua' mau repot-repot belajar pada masa hidupnya. Dia dapat dikatakan telah berhasil dalam hidup, jadi mengapa repot-repot belajar?
 
Jack bisa dengan mudah pensiun dan dianggap sudah berhasil dan membiarkan orang berikutnya mencari tahu internet dan implikasinya. Tapi itulah ciri khas pemimpin hebat – mereka tidak pernah tahu kapan harus berhenti belajar. Keinginan mereka untuk belajar tidak pernah padam. Apa yang membuat hati Jack tergerak? Belanja online rupanya. Ceritanya, menurut legenda bahwa suatu hari Jack pulang ke rumah dan menemukan istrinya, Jane, di komputer.

Dia sangat tidak seperti biasanya sehingga Jack harus mencari tahu apa yang dia lakukan. Ternyata dia sedang berbelanja. Dia tidak percaya bahwa orang bisa berbelanja online dan istrinya menunjukkan kepadanya cara kerjanya dengan memesan satu set tongkat golf untuknya (begitulah ceritanya!). Hal itu membuatnya terkagum - kagum.

Dengan segera Jack ingin belajar tentang kekuatan internet. Kemudian ia melanjutkan dengan mendirikan perusahaan baru yang memiliki tujuan tunggal yakni 'menghancurkan' saingan-saingan yang berbentuk fisik dengan membangun bisnis baru berbasis internet.

Bahkan, dia menamakannya 'DestroyYourBusiness.com' (Menghancurkan Bisnismu)! Ini diterapkan di semua bisnis GE seperti 'DestroyYourBusiness_Plastics.com' dan seterusnya. CEO-CEO baru entitas-entitas dot com ini ditugaskan untuk mengubah fungsi penjualan bisnis GE tradisional dari metode lama ke e-commerce.

Lebih dari lima tahun kemudian, bisnis Penerbangan GE, bisnis fisik terbesarnya, kini menjual hampir semua suku cadang dan sejumlah barang lainnya secara online.

Tidak banyak orang yang mengira penjualan mesin pesawat dapat dilakukan secara online, namun hal itu sudah terjadi. Begitu juga dengan bisnis lainnya dan bahkan mereka menjual jutaan produk dalam satu klik! Fungsi seperti pemesanan suku cadang ke layanan pelanggan dan bahkan transaksi dengan vendor dilakukan melalui infrastruktur IT GE.

Keinginan Jack untuk belajar masih belum terpuaskan. Pada beberapa tahun menjelang pensiun, ia masih bersedia mengguncang segalanya dan mendorong perusahaan menuju cara-cara baru yang belum teruji.

Tak heran jika namanya hampir identik dengan kepemimpinan. Semuanya benar-benar dimulai dengan memiliki rasa lapar yang konstan untuk belajar dan mau belajar dari siapa pun… bahkan dari pasangan Anda!

Jika Jack dapat melakukannya maka Anda juga bisa. Ya, bahkan orang tua pun perlu terus tumbuh. Dan mereka bisa.

Baca juga artikel ini dalam bahasa inggris: Even Old Men Need to Keep Growing

Lihat video di bawah ini untuk mendapatkan platform terkemuka untuk perkembangan kepemimpinan Anda dan juga tim Anda!

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Roshan is the Founder and CEO of the Leaderonomics Group. He believes that everyone can be a leader and "make a dent in the universe", in their own special ways. He is constantly featured on TV, radio and numerous publications sharing the Science of Building Leaders and on leadership development. Follow him at www.roshanthiran.com
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2023 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.