Mengapa CEO Sekalipun Sulit Memiliki Batasan?

Sep 27, 2026 • 3 Min Read
businessman talking on the phone
Sumber:

Dragana_Gordic, Magnific

Anda tetap bisa peduli pada orang lain sambil menetapkan batasan

Suka membaca artikel seperti ini? Subscribe newsletter kami dan dapatkan insight terbaru setiap bulan.

Baru-baru ini, saya menghabiskan satu hari di sebuah ruangan yang dipenuhi para eksekutif dan menyadari sesuatu yang menarik. Hampir setiap hambatan yang mereka hadapi pada akhirnya kembali pada persoalan yang sama: ada batasan yang tidak ditegakkan.

Seorang eksekutif menceritakan tentang bawahannya yang menyampaikan ide secara berputar-putar. “Dia menyampaikan satu poin, mengulanginya dari berbagai sisi, kembali ke poin yang sama, menambahkan lapisan lain, lalu kembali lagi.” Dalam kasus ini, solusinya sebenarnya sangat sederhana: seseorang di ruangan itu perlu berani mengatakan dengan lembut, “Saya merasa kita terus berputar pada hal yang sama. Mari kita lanjutkan.” Dengan kata lain, seseorang perlu menetapkan batasan.

Eksekutif lainnya menggambarkan seseorang yang bekerja untuknya sebagai orang yang “melelahkan”. Orang tersebut ingin menghabiskan waktu 45 menit bersamanya setiap dua minggu. Meskipun eksekutif tersebut memiliki posisi dan wewenang yang tinggi, waktu tersebut begitu saja menjadi komitmen yang diterima dan terus ada di kalendernya. Saya menyarankan untuk mempertanyakan anggapan tersebut atau, setidaknya, mempersingkat durasi pertemuan. Sekali lagi, tetapkan batasan.

Mengapa Batasan Penting?

Entah sejak kapan, kita mengembangkan anggapan bahwa menjadi pemimpin senior berarti harus selalu tersedia. Kebutuhan, preferensi, gaya komunikasi, dan permintaan orang lain dapat mulai terasa seperti kewajiban yang harus kita penuhi. Padahal, tidak selalu demikian. Batasan begitu jarang dicontohkan sehingga kita bisa lupa bahwa menetapkan batasan sebenarnya adalah sebuah pilihan.

Pemimpin di setiap jenjang dapat terjebak dalam situasi ini. Mereka membalas pesan Slack pada pukul 11 malam karena “sekarang memang begitulah cara kita bekerja”. Mereka mengganggu waktu liburan untuk menerima telepon karena “saya harus ikut dalam yang satu ini”. Mereka membiarkan pintu ruangan tetap terbuka ketika sebenarnya sangat membutuhkan konsentrasi tanpa gangguan karena telah menyamakan sikap “ramah” dengan “selalu tersedia”.

Namun, batasan bukanlah hukuman. Batasan juga bukan pernyataan bahwa seseorang menyebalkan atau tidak penting. Batasan adalah struktur yang memungkinkan orang bekerja sama tanpa kebiasaan satu orang menghabiskan waktu, perhatian, atau energi orang lain secara tidak proporsional.

Mengapa Menetapkan Batasan Terasa Sulit?

Hal yang paling menarik perhatian saya adalah bahwa para eksekutif ini bukanlah orang-orang yang tidak tahu cara memimpin. Mereka justru sangat terbiasa menyelesaikan persoalan besar dan rumit yang tidak dapat ditangani oleh banyak orang. Namun, mereka juga ragu untuk menghadapi persoalan interpersonal yang relatif kecil.

Para eksekutif ini dapat menghabiskan jutaan dolar untuk merancang ulang sebuah sistem, tetapi menghentikan seseorang yang terus berbicara berputar-putar dalam rapat strategi bisa terasa seperti sesuatu yang mustahil dilakukan. Mereka dapat mengatur ulang seluruh departemen, tetapi entah bagaimana tidak pernah mempersingkat rapat yang sebenarnya ditakuti semua orang.

Menetapkan batasan terdengar sederhana secara teori. Dalam praktiknya, hal itu bisa terasa sangat personal. Kita khawatir mengecewakan seseorang, merusak hubungan, terlihat tidak fleksibel, atau, khususnya bagi pemimpin senior, menciptakan dinamika kekuasaan yang sebenarnya tidak diperlukan.

Namun, kepemimpinan dipenuhi dengan situasi ketika batasan kecil yang jelas dapat melindungi sesuatu yang jauh lebih besar: waktu, perhatian, standar, hubungan, dan kemampuan orang lain untuk melakukan pekerjaan mereka.

Tiga Cara Praktis untuk Memperkuat Kemampuan Menetapkan Batasan

1. Sampaikan batasannya, bukan kritiknya.
Daripada mengatakan, “Anda terlalu banyak bicara dalam rapat ini,” cobalah mengatakan, “Waktu kita tinggal sepuluh menit, jadi mari kita fokus pada keputusan yang perlu kita ambil hari ini.” Batasannya berkaitan dengan pekerjaan, bukan pribadi orang tersebut.

2. Ulangi tanpa emosi.
Sebuah batasan menjadi bermakna melalui konsistensi. Jika perilaku yang sama terus berulang, sampaikan kembali batasan tersebut dengan tenang daripada membuat penjelasan baru setiap kali. Pengulangan sering kali lebih efektif daripada bersikap semakin tegas secara emosional.

3. Perhatikan perilaku yang tanpa sadar Anda beri penghargaan.
Ini mungkin yang paling penting. Jika seseorang secara rutin mengganggu konsentrasi Anda dan Anda selalu mengakomodasinya, tanpa sadar Anda telah mengajarkan bahwa gangguan tersebut berhasil. Sebelum meminta seseorang mengubah perilakunya, lihat terlebih dahulu perilaku Anda sendiri dan bagaimana Anda mungkin justru memperkuat perilaku tersebut.

Tujuannya bukan untuk menjadi kurang dermawan, kurang tersedia, atau kurang manusiawi. Tujuannya adalah menjadi lebih sadar tentang untuk apa Anda bersedia memberikan waktu dan perhatian. Sebab, ketika segala sesuatu menjadi kewajiban, tidak ada satu pun yang mendapatkan perhatian terbaik dari Anda.

Artikel ini juga diterbitkan di LinkedIn Juliet Funt.

Share artikel ini

Juliet Funt

Juliet Funt adalah Founder dan CEO dari Juliet Funt Group & penulis buku best seller ‘A Minute to Think’.

Alt

Mungkin Anda Juga Menyukai

Woman in the middle ask for help

Akhir Tahun Bukan Waktunya Menekan, Tapi Membaca Situasi

Bersama Manisha Mutiara Tsani menyadari bahwa akhir tahun sering identik dengan dorongan ekstra untuk menuntaskan segalanya.

Dec 29, 2025 • 4 Min Read

leaders

Apakah Anda Mengenali 10 Tipe Pemimpin Ini?

Bersama Tom MC Ifle, memahami berbagai tipe pemimpin yang dapat menghambat tim dan mengapa tidak semua orang yang memiliki posisi pemimpin mampu memimpin dengan baik.

Aug 15, 2026 • 13 Min Podcast

ide

Mempertahankan Ide Mu

Dr. Pyatt dalam video ini secara singkat dan padat mengemukakan pandangannya tentang bagaimana mempertahankan ide-ide Anda dan apa yang perlu Anda lakukan jika ide-ide Anda tidak segera mendapatkan respons seperti yang Anda harapkan,

Jan 14, 2021 • 1 Min Video

Jadi Seorang Pembaca Leader's Digest