Kiat Pemimpin dalam Mengatasi Masalah Anggota, Tujuan, Visi

Oleh Annisa Avinni Achmad|20-08-2021 | 2 Min Read
Source: fauxels dari pexels.com
Banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang pemimpin. Pemimpin harus bisa memiliki sikap adil dan bijaksana sehingga keputusan yang diambil tidak akan membuat kesalahan yang fatal ke depannya. Apabila pemimpin gagal dalam mengatasi permasalahan internal dan eksternal, dipastikan akan ada risiko yang harus diterima.

Pemimpin adalah orang yang memiliki keahlian dalam memimpin dan mengelola internal agar seluruh hambatan pencapaian visi dan misi dapat terselesaikan.

Dalam sebuah kelompok atau organisasi pasti akan ada tujuan, visi, dan misi yang sama sehingga diperlukan pemimpin untuk mengatur agar tujuan, visi, dan misi dapat berjalan dengan baik. Setiap manusia pasti mempunyai jiwa kepemimpinan, mulai dari tingkat sekolah, keluarga, masyarakat, bahkan  negara.

Baca juga: Ilmu Leadership Ala Greysia dan Apriyani


Pemimpin yang baik memiliki kemampuan untuk mengatur berjalannya tujuan, visi,  dan misi dengan baik, mengingatkan kepada anggota lainnya mengenai pembagian tugas yang  sudah dimusyawarahkan, mengatasi masalah dan hambatan dalam pelaksanaan tugas, memiliki  kebijaksaan dan adil tidak berpihak pada salah satu anggota, mampu mengumpulkan ide/gagasan dari anggota lain, memiliki rasa percaya diri, menjadi teladan bagi anggota lainnya, memberikan semangat dan motivasi kepada anggota agar ada api membara dalam jiwa ketika  melaksanakan tugasnya.

Dalam kumpulan/organisasi pasti akan ada masalah yang dihadapi,  maka pemimpin harus turun tangan dalam menyelesaikannya. Baik masalah internal maupun eksternal.  

Sumber: Christina Morillo dari pexels.com

Menurut Dyani Ayu Aisyah, seorang Quality Assurance Software Leader, kiat pemimpin  ketika mendapatkan masalah dan hambatan dalam suatu organisasi atau kelompok, pemimpin  melakukan rapat bersama anggota. Saat melaksanakan rapat tersebut pemimpin membuat  susunan kendala dan risiko yang akan mungkin terjadi dari tindakan/tugas yang sudah diberikan/disepakati sebelumnya.

Membahas mengenai permasalahan personal ketika terdapat  hambatan dalam melaksanakan tugas atau bisa disebut evaluasi tugas, kemudian membahas inti permasalahan, dan mencari jalan keluar dari permasalahan yang sedang dihadapi. Setelah mendapatkan jalan keluar maka mengambil pemimpin berhak untuk mengambil keputusan  yang sudah disepakati dan tidak memihak pada seseorang serta dapat diterima keputusan pemimpin oleh semua pihak. 

Cara untuk mengatur tugas para anggota dan bekerja sama dengan anggota adalah sebagai pemimpin bisa mendefinisikan setiap anggotanya, setiap orang memiliki tugas dan kapasitas  berbeda. Misalnya ada seseorang yang pintar analisis tetapi kurang sabar sehingga diperlukan pendampingan agar lebih sabar dan analisisnya tepat serta nyaman saat melakukan tugasnya. 

Baca juga: Kepemimpinan Etis: Apa Maksudnya dan Kenapa itu Penting


Memberi tahu pembagian tugas, jadi anggota mendapatkan porsi yang sama, tidak ada yang  ebih gampang dan lebih susah, maka akan lebih mudah untuk mendiskusikan suatu hal. Menjalin komunikasi yang baik. Memberikan apresiasi kepada anggota yang berhasil  mengerjakan tugasnya, sehingga nyaman dan lebih semangat untuk melaksanakan tugas  berikutnya karena anggota merasa dihargai atas pencapaiannya. 

Sumber: Mikhail Nilov dari pexels.com

Menurut Intan Fadillah, ketua OSIS SMAI Annur Bekasi periode 2017/2018, kiat  pemimpin ketika mendapatkan masalah dan hambatan dalam suatu organisasi adalah  mendiskusikan kepada anggota BPH/Badan Pengurus Harian. Mendiskusikan solusi/meminta masukan kepada yang lebih senior seperti pembina OSIS, guru/kepala sekolah yang berkaitan  dengan masalah/hambatan tersebut.

Solusi yang dapat dilakukan pemimpin ketika tujuan, visi, dan misi tidak tercapai adalah untuk program yang sudah ditentukan berusaha untuk memulai/menjalankan program tersebut bersama anggota, berusaha mencari solusi terbaik untuk menuntaskannya baik tetap dilaksanakan maupun dihentikan dengan alasan yang jelas sesuai dengan kondisi dan situasi.

Mengupayakan sebaik mungkin demi terwujudnya tujuan, visi, dan misi yang telah disepakati. Meminta maaf jika apa yang sudah dijalankan kurang maksimal dan hal tersebut bisa menjadi pelajaran untuk anggota OSIS berikutnya. Hal apapun  yang kurang dari angkatan 2017/2018 menjadi pelajaran dan dapat ditingkatkan di angkatan berikutnya. 

Baca juga: Apakah Anda Mengenal Betul Diri Anda Sendiri?


Sumber: Los Muertos dari pexels.com

Sikap seorang pemimpin yang gagal dalam menyelesaikan tugasnya dalam mengatur para anggotanya adalah pemimpin perlu membicarakan dengan anggota BPH untuk mencari solusi  bersama terkait kendala yang ada di dalam anggota.

Pendekatan dilakukan ke anggota yang  bersangkutan, mencari tahu alasan dan memberikan solusi. Jika tidak ada perubahan setelah ditegur dengan baik, maka anggota tersebut dikeluarkan demi tetap berjalannya suatu program. Sebisa mungkin diberhentikan dengan baik tanpa merendahkan salah satu anggota/individu tersebut. 

Menurut Salman Haafizh, ketua OSIS SMAI Annur Bekasi periode 2018/2019, kiat  pemimpin ketika mendapatkan masalah dan hambatan dalam suatu organisasi atau kelompok adalah pemimpin melakukan evaluasi saat rapat bersama dengan anggota, kemudian mencari solusi.

Dalam mencari solusi, pemimpin tidak berpikir sendiri melainkan kolektif bersama rekan terkait apa saja tugas yang sudah dilakukan untuk menyelesaikan masalah. Selanjutnya, pemimpin harus mengambil keputusan, saat pengambilan keputusan tidak dipengaruhi oleh  banyaknya yang setuju, tetapi menggunakan logika dan pertimbangan atas risikonya. Pemimpin dapat membuat rencana pribadi untuk mengantisipasi apabila keputusan  sebelumnya yang sudah diambil kurang efektif dalam menyelesaikan masalah dan hambatan. 

Baca juga: Tetap Objektif Walaupun Harus Evaluasi Diri Sendiri


Sumber: Anthony Shkraba dari pexels.com

Solusi yang dapat diambil apabila tujuan, visi, dan misi tidak tercapai adalah mencari informasi lengkap terlebih dahulu.

Introspeksi diri, mungkin permasalahan tersebut ada pada  diri sendiri. Pastikan visi misi sudah benar dan dapat diterima oleh seluruh anggota/rekan. Pemahaman kembali terhadap tujuan, visi, dan misi yang harus dicapai. Melakukan aksi yang  efektif sesuai dengan masalahnya.  

Ketika pemimpin gagal mengatur anggotanya, dalam kasus yang sudah gagal dalam memimpin, ucapan dan pemikirannya antara tidak diterima atau tidak lagi diindahkan oleh anggota. Maka, keputusan dapat diserahkan kepada dewan. Pemimpin yang gagal akan dicabut  ototritasnya dan digantikan pemimpin yang baru. Apabila kegagalan bukan hal yang paling  gagal, maka dilakukan perubahan sikap secara pola pikir dan mental yang mampu mengubah pandangan orang lain agar pemimpin dapat kembali dipercaya dan yakin, ide dan gagasan yang  matang memerlukan aksi yang tajam.

Dalam permasalahan ini, biasanya pemimpin dapat  mengonsultasikan kepada jabatan yang lebih di atasnya seperti pembina OSIS atau kepala  sekolah untuk mendapatkan ide dan wawasan yang baru. 

Tambahan dari beliau saat di dunia kerja, anggota memiliki kemampuan dan minat yang menunjang pekerjaan, ketika mendapat masalah yang pertama dapat dilakukan adalah rapat  mengenai masalah tersebut karena kesalahan manusia atau di luar dari anggota/kesalahan  sistem.

Pemimpin harus lebih paham permasalahan atau kendala itu seperti apa, di saat anggota  memahami poin A dan anggota lain memahami poin B maka pemimpin harus paham seluruh poinnya. Pemimpin memberikan pemahaman ke anggota dan memastikan anggota memahami dan mengerti.

Baca juga: Bagaimana Anda Bisa Menjadi Seorang Pemimpin yang Berempati?


Memimpin di sekolah dan di dunia kerja sangatlah berbeda, dalam dunia kerja bawahan sudah pasti patuh karena hidup menjadi taruhannya, jadi solusi untuk menghadapi kegagalan memimpin anggota adalah membuat keputusan yang tegas. Cara pemimpin untuk bisa saling kerja sama dengan anggotanya, membuat kesan yang harmonis. 

Banyak tantangan yang dihadapi oleh seorang pemimpin. Pemimpin harus bisa memiliki  sikap adil dan bijaksana sehingga keputusan yang diambil tidak akan membuat kesalahan yang  fatal ke depannya. Apabila pemimpin gagal dalam mengatasi permasalahan internal dan  eksternal dipastikan akan ada risiko yang harus diterima.

Pemimpin harus memiliki banyak cara agar tujuan, visi, dan misi tetap berjalan dengan lancar serta mencapai target yang  diharapkan. Apakah Anda siap untuk menjadi pemimpin?

Seorang pemimpin harus tanggap dalam menghadapi segala kondisi. Tonton video di bawah ini untuk belajar lebih lanjut mengenai kepemimpinan adaptif!



Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Seorang mahasiswi program studi Pendidikan Biologi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Annisa aktif menulis di Kompasiana, Blogger, dan Kumparan.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2023 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.