Kewirausahaan: Impian yang bisa dicapai

Oleh Roshan Thiran|07-12-2020 | 2 Min Read
Pengusaha harus memiliki kendali bisnis dan langkah berani
Jauh lebih baik berani melakukan hal-hal yang hebat, untuk memenangkan kemenangan yang mulia, meskipun dihambat oleh kegagalan, daripada digolongkan dengan mereka yang tidak memiliki semangat hidup, yang tidak menikmati kesuksesan atau banyak menderita, karena mereka hidup dalam senja kelabu yang tidak mengenal kemenangan atau kekalahan.” – Theodore Roosevelt


Kebanyakan orang memang memiliki impian untuk menjadi bos atau pengusaha. Namun, mimpi itu cepat luntur saat dihadapkan pada kenyataan hidup. Beberapa orang berusaha keras tetapi gagal, karena mereka menyimpulkan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk menjadi pengusaha.

Saya ingat usaha bisnis 'resmi' pertama saya saat di universitas. Terinspirasi oleh Michael Dell, saya dan beberapa teman memulai sebuah perusahaan yang memasang komputer yang siap untuk dijual kembali kepada siswa lain.

Ketika perusahaan kami mulai berkembang, kami memutuskan untuk menjalankan bisnis secara profesional dan membeli inventaris untuk mengurangi waktu tunggu pelanggan. Apalagi lebih hemat jika dibeli dalam bentuk grosir. Tetapi Hukum Murphy berlaku untuk kita yaitu teknologi baru sedang bermunculan dan kita terjebak dengan sejumlah besar item teknologi lama yang tidak lagi layak.

Kami kecewa dan putus asa. Grup usahawan kecil kami akhirnya dibubarkan dan kami mulai mengambil pekerjaan 'nyata'. Tapi keinginan untuk membuat sesuatu yang berbeda dari yang lain dan mengubah dunia tetap membara di hati saya. Jadi saya terus mencoba dengan segala macam usaha kecil, walaupun mengalami kegagalan tetapi terus belajar dari kegagalan sampai saya berhasil.

Ada mitos yang mengatakan bahwa pengusaha memiliki ciri-ciri khusus yang membedakan mereka dari orang lain, atau memiliki metode rahasia untuk sukses. Tidak ada pengusaha, termasuk Richard Branson, yang memiliki formula rahasia. Berwirausaha tidak mudah. Tapi itu bisa dipelajari dan harus diajarkan kepada setiap orang.

Baca juga artikel berjudul "Selalu Senyum dan Berfikir Positif Seperti Soichiro"

Sumber: Pexels.com

Empat Bidang Pengendalian

Berdasarkan penelitian kami terhadap 500 wirausahawan, kami menemukan bahwa ada empat bidang kesetaraan di antara mereka yang sukses: pengendalian pribadi, pengendalian bisnis, pengendalian wirausaha, dan pengendalian kepemimpinan.


1) Pengendalian pribadi

Kunci pengendalian pribadi adalah kesadaran diri. Pengusaha terbaik menyadari kekuatan mereka sendiri dan mencoba memanfaatkannya. Walt Disney sangat bersemangat menggambar kartun sehingga dia menciptakan bisnis yang mengoptimalkan kekuatannya. Selain mengenal diri sendiri, wirausahawan terbaik juga belajar sejak awal tentang bagaimana mereka dapat berkreasi, berkomunikasi, mempengaruhi dan mengembangkan efektifitas pribadi.

2) Pengendalian bisnis

Pengendalian bisnis adalah kemampuan berpikir strategis, memahami industri, pola dan perubahan baru, serta berinovasi di bidang baru.

Akio Morita, salah satu pendiri Sony, berkata: Perhatikan cara hidup orang, dapatkan apa yang mereka inginkan secara intuitif, lalu ciptakan. Jangan melakukan riset pemasaran. 'Morita berhasil mengubah supermarket kecil menjadi organisasi penjualan elektronik konsumen paling sukses di dunia.

AirAsia, dengan slogan 'Now Everyone Can Fly', telah mengidentifikasi celah (yaitu mereka yang kurang beruntung yang tidak memiliki kesempatan untuk naik pesawat) dan membangun bisnis dengan mengoptimalkan teknologi baru (internet), serta mengembangkan proses yang efisien untuk memungkinkan mereka menerapkan model bisnis mereka (berbiaya rendah).

Dominasi bisnis juga merupakan upaya mengembangkan 'visi dengan probabilitas (peluang kemungkinan) luar biasa'. Steve Jobs, yang memiliki visi 'meletakkan komputer di tangan semua orang', telah memicu revolusi komputer pribadi.

Baca juga artikel ini dalam bahasa Inggris "Now Everyone Can Dream"

Sumber: Pexels.com

3) Pengendalian wirausaha

Pengendalian wirausaha adalah keterampilan teknis yang dibutuhkan. Ini termasuk mekanisme menjalankan bisnis sehari-hari, menghasilkan produk, menyediakan layanan, menghasilkan keuntungan, dan mengelola tenaga kerja. Page dan Brin, pendiri Google, bukanlah kepala eksekutifnya. Eric Schmidt, seorang pemimpin yang cerdas, diangkat menjadi kepala eksekutif. Ini karena para pendiri Google kurang memiliki pengetahuan kewirausahaan dan teknik manajemen yang cukup untuk menjalankan bisnis.

4) Pengendalian kepimpinan

Kunci terakhir adalah pengendalian kepemimpinan. Inti dari kepemimpinan adalah pengambilan keputusan. Pengusaha harus belajar membuat keputusan yang baik dengan cepat. Pengusaha cepat belajar dan belajar dari keputusan yang salah yang pernah dibuat. Alasan utama kebanyakan bisnis kecil gagal adalah karena kegagalan kepemimpinan. Steve Jobs dipecat dari perusahaan yang ia dirikan karena kesombongannya. Demikian pula, banyak pemimpin baru gagal karena kepemimpinan mereka kurang terlibat, kurang memberi dorongan dan kurang dalam mengembangkan tenaga kerja.

Pembelajaran dan latihan

Untuk menguasai keempat bidang tersebut, diperlukan pembelajaran dan latihan. Sayangnya, pengusaha baru jarang menitik beratkan pada point-point di atas ini. Hampir 95% kewirausahaan gagal. Jika kita memeriksa kegagalan ini secara mendetail, biasanya karena kurangnya penguasaan di salah satu atau lebih dari keempat bidang ini.

Sedih melihat pengusaha mencoba yang terbaik tetapi akhirnya gagal memenuhi keinginan mereka. Li Ka Shing tidak pernah berhenti belajar. "Karena saya tidak punya banyak modal, saya melakukan semuanya sendiri," kenang Li. Dia mengatakan dia selalu belajar, baik di bidang akuntansi maupun dalam memperbaiki perangkat peralatannya.

Kesimpulan

Pengusaha tidak terbatas pada bisnisnya sendiri. Jiwa kewirausahaan sangat dibutuhkan oleh banyak perusahaan. Mereka yang memiliki jiwa kewirausahaan adalah mereka yang proaktif, suka berkreasi, mengambil risiko yang tak terhitung jumlahnya, dan pada akhirnya berhasil dalam apa yang mereka lakukan.

Setiap pengusaha sukses pada suatu waktu adalah seorang amatir. Seperti kata pepatah lama, ‘Ada tiga jenis orang di dunia ini: mereka yang membuat sesuatu terjadi; mereka yang melihat sesuatu terjadi; dan mereka yang tidak tahu apa yang sedang terjadi. 'Tidak ada kata terlambat untuk belajar dan menjadi orang yang membuat sesuatu terjadi di dunia ini. Ya, Anda bisa bermimpi!

Tonton juga video berjudul "Prinsip Sebelum Menentukan Bentuk Usaha | Sammy Legi | Part 1" di bawah ini:

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Roshan is the Founder and CEO of the Leaderonomics Group. He believes that everyone can be a leader and "make a dent in the universe", in their own special ways. He is constantly featured on TV, radio and numerous publications sharing the Science of Building Leaders and on leadership development. Follow him at www.roshanthiran.com
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.