'Saya Tidak Tahu' Bisa Membantu Memecahkan Masalah Anda

Oleh Roshan Thiran|26-04-2021 | 5 Min Read
Jika saya memiliki satu jam untuk memecahkan masalah, saya menghabiskan 55 menit untuk memikirkan masalahnya dan 5 menit untuk memikirkan solusinya. – Albert Einstein

 
Bayangkan jika diri Anda berada pada meeting yang menyajikan masalah yang pelik. Setiap orang menyesap kopinya di pagi hari, pikiran mereka dalam keadaan siaga, dan setiap orang memiliki pemikiran terbaik.

Dalam skenario seperti ini, biasanya ada dua kelompok respon yang terjadi pada saat meeting berlangsung. Kelompok pertama hanya duduk diam - mereka seharusnya mengambil secangkir kopi kedua. Mungkin saja mereka memiliki beberapa ide, tetapi mungkin mereka takut kehilangan muka jika apa yang ada dalam pikiran mereka terdengar sedikit melenceng.

Kelompok kedua adalah orang-orang yang bersemangat yang akan membanjiri keheningan awal dengan berbagai macam ide, dan jika rencana A tidak bisa dilaksanakan, masih ada 25 huruf lain dalam alfabet. Jika huruf-huruf alphabet itu habis, huruf lain masih tersedia!

Kepemimpinan moderen dapat menjadi korban bagi kesuksesannya sendiri. Faktanya, alasan mengapa saya (bersama orang lain) terus-menerus merenungkan pertanyaan, 'Apa itu kepemimpinan?' Adalah karena, kadang-kadang, kami pikir seorang pemimpin ada hanya untuk menyelesaikan pekerjaan. Pikiran seperti ini sama seperti berfikir bahwa pekerjaan kita selesai begitu melihat pasangan menikah di altar. Sebaliknya, hal ini adalah titik di mana pekerjaan dimulai, dan kita berpikir sebaliknya dengan resiko kita sendiri.

Ketika masalah diajukan, pemimpin cenderung mengharapkan pemecahan masalah ada sejak kemarin. Sampai tingkat tertentu, keadaan mendesak dapat dimengerti dan diperlukan. Tidak seperti di Yunani kuno di mana para filsuf dapat berjalan melalui agora (lorong) merenungkan pertanyaan di waktu luang mereka, dunia kompetitif hari ini menuntut solusi untuk masalah segera setelah mereka menemukannya.
Kutukan perbaikan cepat

Kita selalu berharap untuk memperbaiki dengan mudah : sedikit perubahan dalam sekali kayuh akan menghapus masalah. Namun hanya beberapa hal bekerja dengan cara seperti ini. – Atul Gawande

 
Mencoba menyelesaikan masalah dengan cepat, berarti mengambil jalan yang baik untuk mengatasi masalah kecil, atau mengambil jalan lain untuk mengatasi semua masalah, sebenarnya justru dapat menciptakan banyak masalah. Meskipun kita tidak dapat berpikir santai tentang cara terbaik untuk menyelesaikan masalah yang muncul, kita cenderung pergi ke ekstrim lain dengan tidak terlalu memikirkan masalah sulit.

Para pemimpin sering dengan semangat mengekspresikan keahlian dan pengetahuan mereka; karyawan yang ingin memberi kesan, cepat melepaskan berbagai saran; dan bagi mereka yang memilih untuk tetap tidak terlihat dan tetap aman dengan senang hati memberikan kesempatan kepada kelompok tersebut. Tapi ada bagian yang hilang di sini, dan satu yang bisa dibilang bagian paling penting dari teka-teki.

Setiap kali masalah muncul, kita sering berikir seolah-olah kita sudah memiliki solusi terbaik. Jarang dari kita mendekati masalah dengan pikiran pemula - dengan keingintahuan yang kuat dari seorang anak yang memiliki imajinasi yang tinggi.

Sekali lagi, tidak semua masalah membutuhkan pendekatan semacam itu. Terkadang solusi terlihat dengan jelas; Namun, ada banyak teka-teki dalam kepemimpinan dan bisnis yang membuat kita terus menebak. Kalau tidak, tidak perlu ada banyak kuliah, buku, dan blog yang terus berupaya mengeksplorasi tantangan yang rumit.

Kata Ajaib

Suatu hasil dapat dikoreksi : tetapi hanya dengan kembali ke titik hingga Anda menemukan kesalahan dan memulai kembali dari titik yang sama, tidak semudah terus berjalan. – C.S. Lewis

 

Dalam mengatasi masalah yang sulit, saya percaya ada tiga kata ajaib yang dapat kita gunakan yang akan menempatkan kita pada posisi awal terbaik untuk menemukan solusi terbaik. Ahli matematika, ahli fisika, ahli biologi dan insinyur menggunakan kata-kata ini sebelum menangani masalah, tetapi bagi banyak dari kita, kita menemukan kata-kata sulit untuk diucapkan. Jadi, apa tiga kata itu?

Saya tidak tahu


Pola pikir yang serba tahu adalah suatu masalah

Ketika kita memulai dari posisi, "Saya tahu!", hal ini segera menutup semua pengecekan dan penjelajahan. Berapa banyak dari kita telah mendengar masalah yang sulit diatasi dengan cara ini? (Berapa banyak dari kita yang mengatasi masalah dengan cara ini?)

Biasanya, dimulai dari posisi ini – yang paling bersemangat adalah anggota tim yang berpengaruh, atau manajer senior - kita melihat pengaturan pemikiran kelompok. Istilah psikologi ini menggambarkan keinginan untuk kesesuaian dalam suatu kelompok, yang berarti bahwa anggota kelompok akan bersemangat menampung saran yang diterima oleh mayoritas atau diajukan oleh tokoh senior tanpa pertanyaan.

Dalam banyak kasus, hal ini dapat menyebabkan hasil yang menghancurkan, seperti yang dilakukan oleh John F. Kennedy ketika berhadapan dengan krisis negara. (Dia kemudian belajar dari kesalahan pengambilan keputusannya - suatu kemajuan yang tidak semua pemimpin lakukan.)
Saya Tidak Tahu: Pikiran seorang pemula dalam menghadapi masalah

Sebaliknya, dengan menempati posisi awal "Saya tidak tahu" membuka berbagai kemungkinan karena upaya yang dilakukan dapat mencakup semua sudut dan perspektif. Menghadapi tantangan yang sulit dengan pikiran pemula dapat membuat semua perbedaan. Untuk masuk ke dalam masalah dan mempertimbangkan keterlibatan, solusi yang mungkin, dan efek setelahnya lebih cenderung menghasilkan jalan keluar yang efektif daripada langsung meledak seperti piñata yang memunculkan jalan keluar cepat.


 Anda akan tergoda untuk memperlakukan semuanya seperti paku, jika satu-satunya alat yang Anda milki adalah palu – Abraham H. Maslow


Dengan mengambil pendekatan berbeda pada saat kita menangani masalah, kita memberi keuntungan pada diri kita sendiri dengan menciptakan fondasi yang kuat untuk menghasilkan solusi panjang. Pada saat kita terburu-buru untuk memecahkan masalah, kita menawarkan solusi di atas tanah yang goyah, dan saat itulah kita menciptakan kondisi yang memungkinkan terjadinya masalah yang sama muncul di masa depan.

Membawa 'Aku Tidak Tahu' bersama-sama

Tidak mudah bagi kita manusia untuk mengatakan, "Saya tidak tahu" - dorongan alami kita adalah untuk mengekspresikan, menjelaskan dan menguraikan pemikiran apa pun yang pertama kali muncul di benak kita. Tetapi apa yang diketahui oleh para filsuf bijak Yunani kuno yang kebanyakan kita lewatkan adalah bahwa pemikiran awal kita datang kepada kita dalam bentuk yang paling mentah.

Untuk mendapatkan nilai dari pemikiran kita, kita harus memupuk, memelihara, dan memperbaikinya melalui pertimbangan dan perenungan. Tidak akan pernah menjadi strategi yang bagus jika kita hanya mengemukakan pemikiran kita dan berharap akan ada sesuatu yang melekat

Cobalah di lain waktu ketika Anda dihadapkan pada dilema atau rintangan yang menantang untuk diatasi. Perhatikan apakah pikiran Anda tergesa-gesa untuk membuang satu ton ide sebelum Anda bahkan sempat mempertimbangkan apa yang ada di depan Anda.

Melihat permasalahan dengan pikiran pemula, seperti mengajukan pertanyaan, mempertimbangkan kemungkinan yang muncul setelah beberapa pemikiran, dan lihatlah solusi yang muncul, lebih baik jika dibandingkan dengan ketika kita dengan tergesa-gesa mencoba hal pertama yang terlintas dalam pikiran kita.

Share artikel ini

Kepemimpinan

Tags: Jadilah Seorang Pemimpin

Roshan adalah pendiri dan CEO dari Leaderonomics Group, kepala redaksi untuk Leaderonomics.com dan seorang yang menamakan dirinya sendiri dengan sebutan 'kuli'. Ia percaya bahwa semua orang bisa menjadi pemimpin dan dapat membuat lekukan di alam semesta dengan cara mereka masing-masing.
Leaderonomics Logo

Wow, Anda telah scroll hingga ke bawah! Anda pasti sangat menyukai kami.

Karena Anda sudah disini, kami ingin meminta Anda untuk mempertimbangkan memberikan donasi untuk pemeliharaan situs kami, yang ternyata cukup tinggi.

Banyak yang tidak memiliki akses ke sumber daya yang dibutuhkan untuk mengembangkan potensi kepemimpinan penuh mereka. Itulah sebabnya konten kami akan selalu gratis, dan kami akan selamanya berterima kasih kepada mereka yang membantu mewujudkan ini.

Earn your one-way ticket to heaven.

© 2022 Leaderonomics Sdn. Bhd. All rights reserved.

Disclaimer: The opinions expressed on this website are those of the writers or the people they quoted and not necessarily those of Leaderonomics.